a Words

July 17, 2017, A Words.jpg

“a Word without Word but to be Word when it mean Words, yet a Words can mean nothing when it a Lie, but to hear the Truth, Word it can Change People Mind.”

 

With one or two words, it enough to break a relationship, friendship, or even family. Whether you lie to hide the truth or tell the truth to avoid misunderstand or even trying to build trust between them, the result will be the same all over again. Those who listen & understand your reason will take as your explanation. and those who not listen or going rampage will only take your reason as an excuse, that’s all.

Stay after Knowing

Stay after Knowing.jpg

“I wonder if people will stay after knowing your Truth.”

 

Every single person must be have at least one Truth that covering them with the darkness, some are called Sin, none are perfect. But would you imagine, what happen when they know one or even more about your Truth. Will they disgust with you or still accept the way you are, 90% of it, it first choice & leave.

Story & Truth

story-truth

Story & Truth

 

Don’t you know, every life tell a story,
(Apakah kau tidak tahu, setiap kehidupan menceritakan kisah,)
Either it fairy tale or it real one,
(Entah itu dongeng atau nyata,)
No one will wonder which one,
(Tidak ada yang akan heran yang mana,)
When you tell the truth,
(Ketika kau memberitahu kebenaran,)
And smile afterward.
(Dan tersenyum setelahnya.)

.

Don’t you know something,
(Apa kau tidak tahu sesuatu,)
That every person have own story,
(Bahwa setiap orang memiliki cerita sendiri,)
And from those story, they have one thing similar,
(Dan dari cerita mereka, mereka memiliki satu hal yang sama,)
“Untold sacrifices are never valued,
(“Pengorbanan yang tak diceritakan tidak pernah dihargai,)
And told sacrifices are never believe.”
(Dan pengorbanan yang diceritakan tidak pernah dipercaya.”)

.

You know it all the time,
(Kau tahu itu sepanjang waktu,)
Not every lie telling a lie,
(Tidak setiap kebohongan berbohong,)
Cause not all pain you have can be hidden.
(Menyebabkan tidak semua kepedihan yang kau miliki dapat disembunyikan.)
Not every truth telling the truth,
(Tidak setiap kebenaran mengatakan yang sebenarnya,)
Since there are also a truth that hurt.
(Karena ada juga kebenaran yang menyakitkan.)

.

Not all truth are mean being told,
(Tidak semua kebenaran yang berarti diberitahukan,)
Not all truth will ended good,
(Tidak semua kebenaran akan berakhir baik,)
And not all truth lead to peace.
(Dan tidak semua kebenaran mengarah ke perdamaian.)
Yet many people was ask for it,
(Namun banyak orang yang menanyakan hal itu,)
Till their ego reject every fact of it.
(Hingga ego mereka menolak setiap fakta itu.)

.

No one able change the truth,
(Tidak ada yang bisa merubah kenyataan,)
That hurt yourself, or even the others,
(Yang menyakiti dirimu sendiri, atau bahkan orang lain,)
It doesn’t matter how you try to reject them,
(Tidak peduli bagaimana kau mencoba untuk menolak mereka,)
Or it doesn’t matter if you are the only one who know,
(Atau tidak peduli jika kau adalah satu-satunya yang tahu,)
The truth will come without knocking, and change you.
(Kebenaran akan datang tanpa mengetuk, dan mengubahmu.)

.

Maybe that is how the story began,
(Mungkin itu adalah bagaimana cerita dimulai,)
Or that is how the story eventually begin.
(Atau itu adalah bagaimana cerita akhirnya dimulai.)
Each time the truth slapped you, ego are reaching,
(Setiap kali kebenaran menamparmu, ego yang mencapai,)
Each time the truth hurting you, you changed,
(Setiap kali kebenaran menyakitimu, kau berubah,)
And with day that passing, you become your own history.
(Dan dengan hari yang berlalu, kau menjadi sejarahmu sendiri.)

.

History that created from each your story,
(Sejarah yang dibuat dari setiap cerita mu,)
Each story that remain to be your origin,
(Setiap cerita yang tersisa menjadi asalmu,)
And each origin will bring in a meaning,
(Dan setiap asal usul akan membawa arti,)
Yet each meaning eventually changed,
(Namun setiap makna akhirnya berubah,)
Each time the story passing.
(Setiap kali cerita melewati.)

.

Passing to your precious friends that you can trust,
(Melewati teman-teman berhargamu yang dapat kau percaya,)
And believe that they never turn against you.
(Dan yakin bahwa mereka tidak pernah berbalik melawanmu.)
While each your friends trying to understand,
(Sementara setiap teman-temanmu mencoba untuk memahami,)
The one thing you let them to know,
(Satu hal yang kau membiarkan mereka tahu,)
Seem like many has fail to even listen, a single truth.
(Tampaknya banyak yang telah gagal bahkan mendengarkan, satu kebenaran.)

.

As result none of them truly understand,
(Sebagai akibatnya tidak satupun dari mereka benar-benar memahami,)
Well, how could they, when they don’t know the truth.
(Nah, bagaimana bisa mereka, ketika mereka tidak tahu yang sebenarnya.)
They only hear what suits them & listen only to respond,
(Mereka hanya mendengar apa yang cocok untuk mereka & mendengarkan hanya untuk menanggapi,)
But still judging you like they know everything.
(Tapi tetap menilaimu seperti mereka tahu segalanya.)
They do know everything, yet not every last truth.
(Mereka tahu segalanya, namun tidak setiap kebenaran terakhir.)

.

No one has the right to judge,
(Tidak ada yang memiliki hak untuk menghakimi,)
Because no one really know,
(Karena tidak ada yang benar-benar tahu,)
What you have been through.
(Apa yang kau telah lalui.)
They might have heard the stories,
(Mereka mungkin sudah mendengar cerita,)
But they didn’t feel what you felt in your heart.
(Tapi mereka tidak merasakan apa yang kau rasakan di dalam hatimu.)

.

Within the story always have story,
(Dalam cerita selalu memiliki cerita,)
There are not much difference on surface,
(Ada banyak perbedaan di permukaan,)
Yet which one is telling a lie,
(Namun mana yang berbohong,)
And which one is telling the truth,
(Dan mana yang mengatakan yang sebenarnya,)
Not much people can tell.
(Tidak banyak orang tahu.)

.

Whether it is just story telling,
(Apakah itu hanya story telling,)
Or it is what actually happen,
(Atau itu adalah apa yang sebenarnya terjadi,)
They just can’t open up the story,
(Mereka hanya tidak bisa membuka cerita,)
From unwritten diary & go to page 973,
(Dari diary tidak tertulis & pergi ke halaman 973,)
And think they know you.
(Dan berpikir mereka tahu kamu.)

.

Within the truth always have truth,
(Dalam kebenaran selalu memiliki kebenaran,)
There are a lot difference behind them,
(Ada banyak perbedaan di belakang mereka,)
Yet what make those truth was right & wrong,
(Namun apa yang membuat kebenaran yang benar & salah,)
When even within the light still darkness?
(Ketika bahkan dalam cahaya masih ada kegelapan?)
The answer is simple, like it or hate it.
(Jawabannya sederhana, suka atau benci.)

.

The biggest lesson we’ve learned this year,
(Pelajaran terbesar yang kita pelajari tahun ini,)
Is that no one is really ours friend,
(Adalah tidak ada yang benar-benar menjadi teman kita,)
Or truly loves us until they’ve seen,
(Atau benar-benar mengasihi kita sampai mereka melihat,)
Every dark shadow inside us,
(Setiap bayangan gelap di dalam diri kita,)
And stayed.
(Dan stayed.)

.

Yet in reality, many has leave behind,
(Namun dalam kenyataannya, banyak yang telah pergi,)
Disgust by every dark shadows that we called “truth.”
(Muak oleh setiap bayangan gelap yang kita sebut “kebenaran.”)
Of course you hate those kind of people,
(Tentu saja kau membenci jenis orang,)
who tell you that “you’ve changed,”
(yang mengatakan bahwa “kau sudah berubah,”)
When they never even knew you at all.
(Ketika mereka bahkan tidak pernah tahu kau sama sekali.)

.

Only telling a story, being called “liars,”
(Hanya menceritakan sebuah kisah, menjadi dipanggil “pembohong,”)
Only telling the truth, being called “disgusting,”
(Hanya mengatakan yang sebenarnya, menjadi dipanggil “menjijikkan,”)
Telling a story with the truth, being called “drama queen,”
(Menceritakan cerita dengan kebenaran, menjadi dipanggil “drama queen,”)
And telling a story with a lie, many has listening,
(Dan menceritakan cerita dengan kebohongan, banyak yang telah mendengarkan,)
Causing an imagination that they think, they know us better.
(Menyebabkan imajinasi yang mereka pikir, mereka tahu kita lebih baik.)

.

Every story holding a single truth,
(Setiap cerita memegang satu kebenaran,)
The truth that you let them know,
(Kebenaran bahwa kau membiarkan mereka tahu,)
And the truth you still keep for yourself.
(Dan kebenaran yang kau masih simpan untuk dirimu sendiri.)
Sometimes better to be Slapped with the truth,
(Terkadang lebih baik Ditampar dengan kebenaran,)
Than kissed with a lie.
(Dibanding dicium dengan kebohongan.)

.

Yet always prepare yourself for the worst scenario,
(Namun selalu persiapkan dirimu untuk skenario terburuk,)
Because the truth you going to tell not only could deepen the bond,
(Karena kebenaran yang kau akan beritahukan tidak hanya bisa memperdalam ikatan,)
But also could destroy it.
(Tapi juga bisa menghancurkannya.)

 

 

By: Resaid of Story

Here I am 8; Can You See Me part 3 (Girl)

here-i-am-8

Here I am 8; Can You See Me part 3 (Girl)

 

People live from the Past,

(Orang hidup dari Masa Lalu,)

Walking to the Present day,

(Berjalan ke hari Masa Kini,)

And move forward to the Future.

(Dan berjalan maju ke Masa Depan.)

But sometime, you can’t remember thing,

(Tapi terkadang, kau tidak bisa mengingat hal,)

Thing that supposed to be remember.

(Hal yang seharusnya kau ingat.)

.

Do I did something wrong in the Past,

(Apakah aku melakukan kesalahan di Masa Lalu,)

Why I feel I loose something Important,

(Kenapa aku merasa aku kehilangan sesuatu yang Penting,)

Something I can’t remember at all.

(Sesuatu yang tidak bisa aku ingat sama sekali.)

If that is Important, why I can’t remember,

(Jika itu Penting, kenapa aku tidak bisa mengingatnya)

All those memory when the Last time I Smile.

(Semua memori itu saat Terakhir kalinya aku Tersenyum.)

.

The Last time somebody Whispering me,

(Terakhir kalinya seseorang Membisikiku,)

When I Crying or even when I Sad.

(Saat aku Menangis atau bahkan saat aku Sedih.)

The Last time somebody Trying to Stop me,

(Terakhir kalinya seseorang Mencoba Menghentikanku,)

When I walk into the Wrong choice.

(Ketika aku berjalan kedalam pilihan yang Salah.)

Yet I can’t remember that.

(Namun aku tidak bisa mengingat itu.)

.

Here I am, watching White Snow that keep falling.

(Disinilah aku, melihat Salju Putih yang terus jatuh.)

From the Sky just like White Cotton that soft,

(Dari Langit yang seperti Kapas Putih yang lembut,)

That will fill this World to be White like Cloud.

(Yang akan mengisi Dunia ini menjadi Putih seperti Awan.)

Just how long I am feel this way before,

(Hanya berapa lama aku merasa seperti ini sebelumnya,)

I wonder since when it is.

(Aku bertanya-tanya sejak kapan ini.)

.

Here I am, watch them from my window.

(Disinilah aku, melihat mereka dari jendelaku.)

Sit with a Glass of Warm Chocolate that I Love,

(Duduk dengan Segelas Chocolate Hangat yang aku suka,)

And questioning myself what I missing exactly.

(Dan mempertanyakan diriku apa yang aku lupakan sebenarnya.)

I never feel this way before, until that time,

(Aku tidak pernah merasa seperti ini, hingga saat itu,)

Two years ago, when the Last time I Break up.

(Dua tahun lalu, ketika Terakhir kalinya aku Putus.)

.

I feel I miss something that I can’t recall,

(Aku merasa aku merindukan sesuatu yang tidak bisa aku ingat,)

I wondering why, I can’t remember that Person.

(Aku bertanya kenapa, aku tidak bisa mengingat Orang itu.)

That one Person, that always Stay beside me,

(Orang satu itu, yang selalu Tinggal disampingku,)

Stay behind me, to help me Standing when I Fell.

(Tinggal dibelakangku, untuk membantuku Berdiri ketika aku Jatuh.)

Without I know, I fell asleep, to my Dream, to my Memory.

(Tanpa aku ketahui, aku tertidur, ke Mimpiku, ke Memoriku.)

.

That I always seek for the past two years,

(Yang selalu aku cari selama 2 tahun belakangan,)

But what is this feeling I have here.

(Tapi persaan apa ini yang aku punya disini.)

A Guilty feeling? A Regret feeling?

(Persaan Bersalah? Perasaan Menyesal?)

Which of those feeling I feel now.

(Perasaan yang mana yang aku rasakan sekarang.)

I don’t know anymore which is it.

(Aku tidak tahu lagi yang mana.)

.

Here I am, standing to my old self,

(Disinilah aku, berdiri di diriku yang dulu,)

Where I always play in this Park,

(Dimana aku selalu bermain di Taman ini,)

Where I always play with Sandbox alone,

(Dimana aku selalu bermain dengan Sandbox sendirian,)

And I always Bullied by those children.

(Dan aku selalu Dibully oleh anak-anak itu.)

But always being Saved, by a Strange Boy.

(Tapi selalu Diselamatkan, oleh Anak Aneh.)

.

Here I am, Smile watch Him saving me from those brat.

(Disinilah aku, Tersenyum melihatnya menyelamatkanku dari anak nakal itu.)

Still, I wondering why I can’t recognize that Boy.

(Masih, aku bertanya-tanya kenapa aku tidak bisa mengenali Bocah itu.)

He got Injured badly, but He Smile like it was nothing.

(Dia Terluka cukup parah, tapi Dia Tersenyum seperti itu bukan apa-apa.)

Yet why I didn’t help Him? Why my old self so cold,

(Namun kenapa aku tidak menolongnya? Kenapa diriku yang dulu begitu dingin,)

That I just care to myself only.

(Dimana aku hanya peduli pada diriku sendiri saja.)

.

For a Short time, I remember.

(Untuk waktu Singkat, aku mengingat.)

I remember the reason I being like that.

(Aku mengingat alasan aku menjadi seperti itu.)

Because at home, no one Care & always Fight for Stupid reason.

(Karena dirumah, tidak ada yang Peduli & selalu Berkelahi dengan alasan yang Bodoh.)

But I’m surprised, next day, He coming again,

(Tapi aku terkejut, keesokan harinya, Dia datang lagi,)

Ask my old self to play together.

(Menanyakan diriku yang dulu untuk bermain bersama.)

.

“You are bothersome, go away.”

(“Kau mengganggu, pergi sana.”)

Why I’m being rude to Him?

(Kenapa aku begitu kasar padanya?)

But why He just Smiling at me.

(Tapi kenapa Dia hanya Tersenyum padaku.)

Like it was nothing happens yesterday.

(Seperti tidak terjadi apa pun kemarin.)

He always like that, His Smile make me Calm.

(Dia selalu seperti itu, Senyumannya membuatku Tenang.)

.

Here I am, watching my old self passing the time.

(Disinilah aku, melihat diriku yang dulu melewati waktu.)

Watching myself growing up with Smile,

(Melihat diriku sendiri tumbuh dengan Senyum,)

From that Boy that always Support me,

(Dari Bocah itu yang selalu Mendukungku,)

That always Cheer me when I Cry,

(Yang selalu Menghiburku ketika aku Menangis,)

He always there for me.

(Dia selalu disana untukku.)

.

Here I am, wondering why I don’t have Boyfriend like Him.

(Disinilah aku, bertanya-tanya kenapa aku tidak punya Pacar seperti Dia.)

Wondering where He is now? Where He go? & Why?

(Bertanya-tanya dimana Dia sekarang? Kemana Dia Pergi? & Kenapa?)

Why I still can’t recognize His face after all this?

(Kenapa aku masih tidak bisa mengenali wajahnya setelah semua ini?)

What happening between Him & me that time?

(Apa yang terjadi antara Dia & aku saat itu?)

Everytime I seek the Answer, why only Question that come.

(Setiap kali aku mencari Jawaban, kenapa hanya Pertanyaan yang muncul.)

.

It was my Birthday party, that time I become 18 years old.

(Saat itu pesta Ulang Tahungku, saat itu aku beranjak 18 tahun.)

He give me the Most Simplest Gift but it Handmade,

(Dia memberiku Hadiah Paling Simple tapi Buatan Tangan,)

I can tell that by the look, it look Wonderful.

(Aku bisa tahu itu dari bentuknya, itu terlihat Indah.)

But, why my old self Laughing at that Gift & throw it,

(Tapi, kenapa diriku yang lama Tertawa ke Hadiah itu & membuangnya,)

Yet I accept the gift from a rich & popular boy with Smile.

(Namun aku menerima hadiah dari anak kaya & populer dengan Senyum.)

.

Afterward, that stranger Confess to me,

(Setelah itu, orang asing itu Mengatakan Cintanya padaku,)

Why my old self just say “Yes” to him?

(Kenapa diriku yang dulu mengatakan “Ya” padanya?)

View months has passing, & he Cheat on me,

(Beberapa bulan kemudian telah terlintas, & dia Menyelingkuhiku,)

I Cry, I Shout his name & ask what is my Mistake?

(Aku Menangis, Aku Meneriakkan namanya & bertanya apa Kesalahanku?)

And as usually, that Boy always there for me.

(Dan seperti biasa, Bocah itu selalu ada untukku.)

.

Here I am, blinded by Love that I don’t Understand,

(Disinilah aku, terbutakan oleh Cinta yang tidak aku Mengerti,)

Hurting Him without knowing or looking at Him,

(Menyakitinya tanpa aku ketahui atau melihat ke arahnya,)

Calling another man name in front of Him,

(Memanggil nama pria lain didepannya,)

Begging & Crying for him, just what I blind for.

(Memohon & Menangis padanya, hanya saja apa yang membutakanku.)

“You Hurt Him, You Hurt Him!” That I shout to my old self.

(“Kau Menyakitinya, Kau Menyakitinya!” dimana aku berteriak pada diriku yang dulu.)

.

Here I am, watch myself being Stop by that Boy,

(Disinilah aku, melihat diriku sendiri di Hentikan oleh Bocah itu,)

When I trying to ask the reason for his Betrayal,

(Ketika aku mencoba untuk mempertanyakan alasan Pengkhianatannya,)

He try to Convince me, to Stop me, even telling me His Feeling.

(Dia mencoba Meyakinkanku, Menghentikanku, bahkan memberitahuku Perasaannya.)

Yet, once more I Hurt Him by saying a rude thing to Him,

(Namun, sekali lagi aku Menyakitinya dengan mengatakan hal kasar padanya,)

“You just my Friend, & This not your Business!”

(“Kau hanya Temanku, & Ini bukan Urusanmu!”)

.

I’m surprised, how could I say something like that,

(Aku terkejut, bagaimana aku bisa mengatakan hal seperti itu,)

To Someone that always there for me, “Why?”

(Kepada Seseorang yang selalu ada untukku, “Kenapa?”)

“No, No, No,,Don’t leave Him Alone! Please, Don’t Go!”

(“Tidak, Tidak, Tidak,,Jangan meninggalkan Dia Sendirian! Kumohon, Jangan Pergi!”)

“Please Come Back, you going to the Wrong person”

(“Kumohon Kembalilah, kau pergi ke orang yang Salah”)

“Please,, please.” I fell on my knees trying to stop myself.

(“Kumohon,, kumohon.” aku jatuh dilututku mencoba untuk menghentikan diriku sendiri.)

.

I Crying together with Rain that falling from the Sky,

(Aku Menangis bersamaan dengan Hujan yang turun dari Langit,)

Stupid, just how stupid I was, to leave Him there.

(Bodoh, hanya seberapa bodoh aku, untuk meninggalkanya disana.)

I remember now, the reason that rich boy Cheat on me,

(Aku mengingatnya sekarang, alasan anak kaya itu Menyelingkuhiku,)

The reason why I can’t remember all of that, is all the same Person.

(Alasan kenapa aku tidak bisa mengingat semua itu, semuanya adalah Orang yang sama.)

The time I turn my back, & trying to Fix everything, Accident was happen.

(Ketika aku berbalik, & mencoba Memperbaiki segalanya, Kecelakaan itu terjadi.)

.

By the time I woke up, I can’t stop my Tears anymore,

(Ketika aku terbangun, aku tidak bisa menghentikan Air Mataku lagi,)

I lost my Memory, I loose Someone that mean so much to me,

(Aku kehilangan Memoriku, aku kehilangan Seseorang yang begitu berarti bagiku,)

Yet I call Him Nothing, Think of Him as Whispering only,

(Namun aku memanggilnya Nothing, Menganggapnya hanya Bisikan,)

I’m the Worst, I should find Him, I should Apologize to Him,

(Aku yang Terburuk, Aku harus menemukannya, Aku harus Meminta Maaf Padanya,)

But when I realize it, I’m surprised, that was 9 years ago.

(Tapi ketika aku menyadarinya, aku terkejut, itu terjadi 9 tahun yang lalu.)

.

Why is it become like this.

(Kenapa ini menjadi seperti ini.)

 

To be continue.

 

 

By; Resaid of Story

Sarcasm

sarcasm

Sarcasm

 

Some people keep Lying for good,

(Beberapa orang tetap Berbohong demi kebaikan,)

Some people keep trying for the Truth.

(Beberapa orang terus berusaha untuk Kebenaran.)

Although people can’t change the Truth,

(Meskipun orang tidak bisa mengubah kebenaran,)

The Truth eventually can change people.

(Kebenaran akhirnya dapat mengubah orang.)

But, when you put Truth & Logic together.

(Tapi, ketika kau menaruh Kebenaran & Logika bersama.)

.

Somehow people get mad,

(Entah bagaimana orang marah,)

Irritated & Annoying feeling Refueling.

(Kesal & perasaan Menjengkelkan Mengisi.)

People who saying on purpose,

(Orang-orang yang mengatakan dengan sengaja,)

And people who is not even aware,

(Dan orang-orang yang bahkan tidak sadar,)

Being looked as a same.

(Dipandang sebagai sama.)

.

Telling a Lie to you was Pointless,

(Mengatakan Kebohongan kepadamu Tidaklah ada gunanya,)

With your Tears that Endless,

(Dengan Air Matamu yang Tiada Hentinya,)

And how you look Helpless,

(Dan bagaimana kau terlihat Tak Berdaya,)

With fact that you even can’t accept.

(Dengan kenyataan yang bahkan kau tidak bisa terima.)

Still, how you call that “Sarcasm”?

(Namun, bagaimana kau menyebutnya “Sarkasme”?)

.

Sticks and Stones could break my bones.

(Stik dan Batu bisa mematahkan tulangku.)

But anything you say will only fuel my lungs.

(Tapi apa pun yang kau katakan hanya akan mengisi paru-paruku.)

Silver spoon not only for the soup,

(Sendok perak tidak hanya untuk sup,)

Don’t call me Sarcasm when it the Truth.

(Jangan panggil aku Sarkasme ketika itu Kebenaran.)

Yet, you still blame me for telling you,

(Namun, kau masih menyalahkanku untuk memberitahumu,)

.

We never mean to say it that way,

(Kita tidak pernah bermaksud mengatakannya seperti itu,)

But, sometime the hardest thing,

(Tapi, terkadang hal yang paling sulit,)

And the right thing are the same.

(Dan hal yang benar itu sama.)

Sorry if we read you all the way,

(Maaf jika kita membacamu keseluruhan,)

And telling you something you hate.

(Dan memberitahumu sesuatu yang kau benci.)

.

But life is much Cruel than that.

(Tapi hidup jauh lebih Kejam dari itu.)

Just work for a Cause, not for Applause.

(Hanya bekerja untuk Sebab, bukan untuk Tepuk tangan.)

Just live life to Express, not to Impress.

(Hanya menjalani hidup untuk Mengekspresikan, bukan Mengesankan.)

Stop crying over the people who don’t deserve it,

(Berhenti menangis atas orang-orang yang tidak layak mendapatkannya,)

Wipe your tears, & say thank, to tell that “he is not for you.”

(Usap air matamu, & ucapkan terimakasih, untuk mengatakan bahwa “dia bukan untukmu.”)

.

Maybe I got you shaking from the way I talking,

(Mungkin aku membuatmu gemetar dari caraku berbicara,)

You always have me to answer the same thing.

(Kau selalu punya aku untuk menjawab hal yang sama.)

My heart is breaking but there’s no use crying,

(Hatiku hancur tapi tidak ada gunanya menangis,)

Because I don’t have one from the Beginning.

(Karena aku tidak memiliki satu dari Awal.)

Suprising thing that never Ending is just the Beginning.

(Hal mengejutkan yang tak pernah Berakhir hanyalah Awal.)

.

What a cyanide surprise you have left for my eyes,

(Apa sianida mengejutkan yang tersisa untuk mataku,)

To close my ears from your pointless scream,

(Untuk menutup telingaku dari jeritanmu yang tak ada gunanya,)

And shut my mouth to pretend listening.

(Dan menutup mulutku untuk berpura-pura mendengarkan.)

With some Bullshit you have for me,

(Dengan beberapa Omong kosong yang kau punya untukku,)

Until you satisfied questioning your own mistake.

(Sampai kau puas mempertanyakan kesalahanmu sendiri.)

.

Don’t blame me over again with Sarcasm,

(Jangan menyalahkanku lagi dengan Sarkasme,)

To telling you the Truth with different way,

(Untuk memberitahumu Kebenaran dengan cara yang berbeda,)

It just you never learn if I put you in different way.

(Hanya saja kau tidak pernah belajar jika aku menempatkanmu dalam cara yang berbeda.)

Since, being Good doesn’t always feel so Good,

(Sejak, menjadi baik tidak selalu terasa begitu Baik,)

but being Bad kind does, so why not.

(Tapi jadi Jahat terasa, jadi kenapa tidak.)

Getting use with my Sarcasm.

(Terbiasa dengan Sarkasmeku.)

 

 

By; Resaid of Story