If you Don’t Believe

If you Dont believe.jpg

“If you don’t Believe me, please don’t bother yourself to Ask me. It’s only wasting of my Time.”

 

Before you ask a question that lead whether the answer is the truth or a lie, you can tell by their eyes. But it different matter when you don’t believe anyone, what is the point of questioning then?

Stay after Knowing

Stay after Knowing.jpg

“I wonder if people will stay after knowing your Truth.”

 

Every single person must be have at least one Truth that covering them with the darkness, some are called Sin, none are perfect. But would you imagine, what happen when they know one or even more about your Truth. Will they disgust with you or still accept the way you are, 90% of it, it first choice & leave.

Ironically Depression

ironically-depression

Ironically Depression

 

Don’t you know something,

(Apakah kamu tidak tahu sesuatu,)

About everyday in our Life,

(Tentang sehari-hari dalam hidup kita,)

That we changed everyday,

(Bahwa kita berubah sehari-hari,)

Not entirely but partly,

(Tidak sepenuhnya tapi sebagian,)

I do think if we notice this already.

(Aku pikir jika kita sudah menyadari ini.)

.

Yesterday we are Crying,

(Kemarin kita Menangis,)

Today we are Smiling,

(Hari ini kita Tersenyum,)

And Tomorrow, we never know,

(Dan Besok, kita tidak pernah tahu,)

What will happen, to be happen,

(Apa yang akan terjadi, yang akan terjadi,)

And how it will happening.

(Dan bagaimana hal itu akan terjadi.)

.

Not everyday we are the same,

(Tidak setiap hari kita sama,)

Not everyone doing the same.

(Tidak semua orang melakukan hal yang sama.)

Not everyday we have Happiness,

(Tidak setiap hari kita memiliki Kebahagiaan,)

Because there are also Depression,

(Karena ada juga Depresi,)

Yet, not anyone want them from the Beginning.

(Namun, tidak semua menginginkan mereka dari Awal.)

.

It so Ironic but it also the Truth,

(Begitu Ironis tetapi juga Kebenaran,)

That we wanted the Happiness only,

(Bahwa kita ingin Kebahagiaan saja,)

And we don’t want any Depression,

(Dan kita tidak ingin Depresi apapun,)

Within our Life neither our Reality,

(Dalam Hidup kita ataupun Reality kita,)

That already worsen like a Nightmares.

(Yang sudah memburuk seperti Mimpi Buruk.)

.

It just like as it is,

(Itu hanyalah seperti seperti itu,)

Good always have Bad,

(Baik selalu memiliki Buruk,)

Sweet Dream always have Nightmares,

(Mimpi Indah selalu memiliki Mimpi Buruk,)

Happiness always have Depression,

(Kebahagiaan selalu memiliki Depresi,)

As their opposite side.

(Sebagai sisi berlawanan mereka.)

.

Depression that come from Stress,

(Depresi yang berasal dari Stres,)

Depression that come from Conflict,

(Depresi yang berasal dari Konflik,)

Depression that come from Worried,

(Depresi yang berasal dari Khawatir,)

Depression that come from Others Person,

(Depresi yang datang dari Orang lain,)

And Depression that come from Life Itself.

(Dan Depresi yang berasal dari kehidupan itu sendiri.)

.

Each of them,

(Masing-masing dari mereka,)

None of us want it,

(Tak satu pun dari kita menginginkan itu,)

Since it only Bringing Down,

(Karena hanya Bringing Down,)

Even you take Positively,

(Meski kau mengambil secara Positif,)

It’s not that easy to be done.

(Ini tidaklah mudah untuk dilakukan.)

.

Stress is only a Pressure that piling up,

(Stres hanyalah Pressure yang menumpuk,)

Conflict is always come & go one after another,

(Konflik selalu datang & pergi satu demi satu,)

Worry is a total Waste of Imaginations,

(Khawatir merupakan total Pemborosan Imajinasi,)

Other Person is just Heal or Worsen,

(Orang lain hanya Menyembuhkan atau Memperburuk,)

And Life Itself, is only meant to Teach Us.

(Dan Hidup itu Sendiri, hanya dimaksudkan untuk Mengajari Kita.)

.

That’s if you can take it Positively.

(Itu jika kau bisa mengambilnya secara Positif.)

Life is too Ironic to fully Understand,

(Hidup ini terlalu Ironis untuk sepenuhnya Mengerti,)

It takes Sadness to know what Happiness is,

(Dibutuhkan Kesedihan untuk mengetahui apa itu Kebahagiaan,)

It takes Noise to appreciate Silence,

(Dibutuhkan Kebisingan untuk menghargai Kesunyian,)

And it takes Absence to value Presence.

(Dan dibutuhkan Ketidakhadiran untuk menghargai Kehadiran.)

.

But not all people really care to it,

(Tapi tidak semua orang benar-benar peduli untuk itu,)

When Depress come after them,

(Ketika Despresi datang mengejar mereka,)

Headphones with a Nice Music On,

(Headphone dengan Music Bagus On,)

Volume up to the Maximum,

(Volume hingga Maksimum,)

And Ignore the World.

(Dan Abaikan Dunia.)

.

Yet this not Solve anything,

(Namun ini tidak Menyelesaikan apa pun,)

It only Calm thing a little bit,

(Ini hanya Menenangkan suatu hal sedikit,)

While we can’t face them directly.

(Sementara kita tidak bisa menghadapi mereka secara langsung.)

It doesn’t change the fact,

(Itu tidak mengubah fakta,)

That we’ll face them sooner or later.

(Bahwa kita akan menghadapi mereka cepat atau lambat.)

.

Escape is not an Option,

(Melarikan diri bukanlah sebuah Pilihan,)

Hide is Impossible Section,

(Menyembunyikan yang Mustahil Bagian,)

Ignored is Temporary Option.

(Mengabaikan Pilihan Sementara.)

Even so, there is a Big Difference,

(Meski begitu, ada Perbedaan Besar,)

Between a person who Face them & Escape.

(Antara orang yang Menghadapi mereka & Melarikan diri.)

.

It’s Ironic how Depressed people,

(Ini Ironis bagaimana orang Depresi,)

Can Understand the value of Happiness,

(Dapat Mengerti nilai Kebahagiaan,)

More than people who claimed to be Happy.

(Lebih dari orang yang mengaku Bahagia.)

Can Understand the value of Loyalty,

(Dapat Mengerti nilai Kesetiaan,)

More than people who claimed to be Loyal.

(Lebih dari orang yang mengaku sebagai Setia.)

.

Can Understand the value of Trusting,

(Dapat Mengerti nilai Penuh Kepercayaan,)

More than people who claimed to be Trust.

(Lebih dari orang yang mengaku bisa Dipercayai.)

Can Understand the value of Painful,

(Dapat Mengerti nilai Rasa Sakit,)

More than people who claimed to feel Pain.

(Lebih dari orang yang mengaku merasa Sakit.)

It’s Ironic, they more Understand those Feeling.

(Ini Ironis, mereka lebih Mengerti Perasaan itu.)

.

Those that actually Hurt them,

(Hal yang sesungguhnya Menyakiti mereka,)

Those what they Feel in the Past,

(yang mereka Rasakan di Masa Lalu,)

And those that already Scratch their Heart.

(Dan mereka yang sudah Menggores Hati mereka.)

There will come a time when you Believe,

(Akan datang suatu waktu ketika kau Percaya,)

Everything is Finished, that will be the Beginning.

(Semuanya Selesai, yang akan menjadi Awal.)

.

To Face them again, one after another,

(Untuk menghadapi mereka lagi, satu demi satu,)

Even if you not ready for it, they will come,

(Bahkan jika kau tidak siap untuk itu, mereka akan datang,)

And if that happens, “Tell to the Negative Committee,

(Dan jika itu terjadi, “Katakan kepada Komite negatif,)

That meets inside your head to Sit Down and be Quiet.”

(Yang memenuhi dalam pikiranmu untuk duduk dan bisa Diam.”)

To let yourself sleep even under Depression.

(Untuk membiarkan dirimu tidur bahkan di bawah Depresi.)

.

And maybe this is not one of your Favorites,

(Dan mungkin ini bukan salah satu dari Favoritmu,)

But never forget that every day you wake up,

(Tapi jangan pernah lupa bahwa setiap hari kau bangun,)

Is an amazing gift & it’s up to you, to make it count.

(Adalah hadiah yang mengagumkan & itu terserah kepada Anda, untuk menghitung.)

As the time that Passing & Blessing.

(Sebagai waktu yang Passing & Blessing.)

To one after another, Each Day.

(Dengan satu demi satu, Setiap Hari.)

 

 

By; Resaid of Story

Sarcasm

sarcasm

Sarcasm

 

Some people keep Lying for good,

(Beberapa orang tetap Berbohong demi kebaikan,)

Some people keep trying for the Truth.

(Beberapa orang terus berusaha untuk Kebenaran.)

Although people can’t change the Truth,

(Meskipun orang tidak bisa mengubah kebenaran,)

The Truth eventually can change people.

(Kebenaran akhirnya dapat mengubah orang.)

But, when you put Truth & Logic together.

(Tapi, ketika kau menaruh Kebenaran & Logika bersama.)

.

Somehow people get mad,

(Entah bagaimana orang marah,)

Irritated & Annoying feeling Refueling.

(Kesal & perasaan Menjengkelkan Mengisi.)

People who saying on purpose,

(Orang-orang yang mengatakan dengan sengaja,)

And people who is not even aware,

(Dan orang-orang yang bahkan tidak sadar,)

Being looked as a same.

(Dipandang sebagai sama.)

.

Telling a Lie to you was Pointless,

(Mengatakan Kebohongan kepadamu Tidaklah ada gunanya,)

With your Tears that Endless,

(Dengan Air Matamu yang Tiada Hentinya,)

And how you look Helpless,

(Dan bagaimana kau terlihat Tak Berdaya,)

With fact that you even can’t accept.

(Dengan kenyataan yang bahkan kau tidak bisa terima.)

Still, how you call that “Sarcasm”?

(Namun, bagaimana kau menyebutnya “Sarkasme”?)

.

Sticks and Stones could break my bones.

(Stik dan Batu bisa mematahkan tulangku.)

But anything you say will only fuel my lungs.

(Tapi apa pun yang kau katakan hanya akan mengisi paru-paruku.)

Silver spoon not only for the soup,

(Sendok perak tidak hanya untuk sup,)

Don’t call me Sarcasm when it the Truth.

(Jangan panggil aku Sarkasme ketika itu Kebenaran.)

Yet, you still blame me for telling you,

(Namun, kau masih menyalahkanku untuk memberitahumu,)

.

We never mean to say it that way,

(Kita tidak pernah bermaksud mengatakannya seperti itu,)

But, sometime the hardest thing,

(Tapi, terkadang hal yang paling sulit,)

And the right thing are the same.

(Dan hal yang benar itu sama.)

Sorry if we read you all the way,

(Maaf jika kita membacamu keseluruhan,)

And telling you something you hate.

(Dan memberitahumu sesuatu yang kau benci.)

.

But life is much Cruel than that.

(Tapi hidup jauh lebih Kejam dari itu.)

Just work for a Cause, not for Applause.

(Hanya bekerja untuk Sebab, bukan untuk Tepuk tangan.)

Just live life to Express, not to Impress.

(Hanya menjalani hidup untuk Mengekspresikan, bukan Mengesankan.)

Stop crying over the people who don’t deserve it,

(Berhenti menangis atas orang-orang yang tidak layak mendapatkannya,)

Wipe your tears, & say thank, to tell that “he is not for you.”

(Usap air matamu, & ucapkan terimakasih, untuk mengatakan bahwa “dia bukan untukmu.”)

.

Maybe I got you shaking from the way I talking,

(Mungkin aku membuatmu gemetar dari caraku berbicara,)

You always have me to answer the same thing.

(Kau selalu punya aku untuk menjawab hal yang sama.)

My heart is breaking but there’s no use crying,

(Hatiku hancur tapi tidak ada gunanya menangis,)

Because I don’t have one from the Beginning.

(Karena aku tidak memiliki satu dari Awal.)

Suprising thing that never Ending is just the Beginning.

(Hal mengejutkan yang tak pernah Berakhir hanyalah Awal.)

.

What a cyanide surprise you have left for my eyes,

(Apa sianida mengejutkan yang tersisa untuk mataku,)

To close my ears from your pointless scream,

(Untuk menutup telingaku dari jeritanmu yang tak ada gunanya,)

And shut my mouth to pretend listening.

(Dan menutup mulutku untuk berpura-pura mendengarkan.)

With some Bullshit you have for me,

(Dengan beberapa Omong kosong yang kau punya untukku,)

Until you satisfied questioning your own mistake.

(Sampai kau puas mempertanyakan kesalahanmu sendiri.)

.

Don’t blame me over again with Sarcasm,

(Jangan menyalahkanku lagi dengan Sarkasme,)

To telling you the Truth with different way,

(Untuk memberitahumu Kebenaran dengan cara yang berbeda,)

It just you never learn if I put you in different way.

(Hanya saja kau tidak pernah belajar jika aku menempatkanmu dalam cara yang berbeda.)

Since, being Good doesn’t always feel so Good,

(Sejak, menjadi baik tidak selalu terasa begitu Baik,)

but being Bad kind does, so why not.

(Tapi jadi Jahat terasa, jadi kenapa tidak.)

Getting use with my Sarcasm.

(Terbiasa dengan Sarkasmeku.)

 

 

By; Resaid of Story

The Queen & Ice Prince

bfd7ca0c114e7453dad8f663b5918593

The Queen & Ice Prince

 

Every person have own World, who created it? They created by them self,,

(Setiap orang punya Dunia sendiri, siapa yang membuatnya? Mereka membuatnya sendiri,,)

Of course is not Perfect, since it was only for their own Freedom,,

(Tentu saja itu tidak Sempurna, selama itu hanya untuk Kebebasan mereka sendiri,,)

But no need being Perfect, since there was only one Kingdom each person,,

(Tapi tidak perlu menjadi Sempurna, selama hanya ada satu Kerajaan disetiap orang,,)

Personality give Strong Construction, Heart give Good Weather, & Problem only Give Enemy.

(Kepribadian memberikan Kontruksi yang Kuat, Hati memberikan Cuaca Bagus, & Masalah hanya Memberikan Musuh.)

But sometime, even a Visitor can be Real Enemy.

(Tapi terkadang, bahkan Pengunjung bisa menjadi Musuh Sebenarnya.)

.

When we’re Happy, The Weather around Kingdom is Nice.

(Ketika kita Senang, Cuaca disekitar Kerajaan Bagus.)

When we’re Sad, Rain will fall & not gonna stop until the person is Cheer.

(Ketika kita Sedih, Hujan akan turun & tidak akan berhenti sampai dia Semangat.)

When we’re Angry, what is come only Storms without Hesitation.

(Ketika we’re Marah, apa yang datang hanyalah Badai tanpa Ragu-ragu.)

When we’re Change The Personality, Construction only rebuild to be Stronger,,

(Ketika Kepribadian kita Berubah, Kontruksi hanya dibangun lagi menjadi Lebih Kuat,,)

But when we’re being Betrayed, you know what will happen next.

(Tapi ketika kita di Khianati, kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya.)

.

Every person have own World, every World have one Kingdom, & every Kingdom have Leader.

(Setiap orang punya Dunia sendiri, setiap Dunia punya satu Kerajaan & setiap Kerajaan punya Pemimpin.)

Doesn’t matter it King or Queen, but sometime some people reject that and become a Prince.

(Tidak peduli itu Raja atau Ratu, tapi terkadang beberapa orang menolak itu dan menjadi Pangeran.)

And here is the question, what will happen when we’re leaving The Kingdom?

(Dan disinilah pertanyaannya, apa yang akan terjadi ketika kita meninggalkan Kerajaan?)

It’s not much answer since it was a simple answer from The Beginning,,

(Itu tidak banyak jawaban selama jawabannya sederhana dari Awal,,)

Once they step outside, whether they become Strong or become Wild, is depend.

(Sekali mereka melangkah keluar, apakah mereka menjadi Kuat atau menjadi Liar, itu tergantung.)

.

Depends on how they Respond to the Problem that they face.

(Tergantung pada bagaimana mereka Merespond pada Masalah yang mereka hadapi.)

Reality sometime as Wild as The Forest.

(Realita tergadang Seliar Hutan.)

Truth sometime as Cruel as Beast.

(Kenyataan tergakadang Sekejam Binatang.)

But there was a time, that it was just The Opposite,

(Tapi ada kalanya, itu hanyalah Kebalikannya,)

Even for The Queen that lost within The Forest.

(Bahkan untuk Ratu yang tersesat didalam Hutan.)

.

She is lost, but She not trying to going back,

(Dia tersesat, tapi Dia tidak mencoba kembali,)

When the night come, everything become Dark & Fear is Inevitable.

(Ketika malam datang, segalanya menjadi Gelap & Rasa Takut Tidak bisa Dihindari.)

But Her Fear is erased little by little, by White Firefly that shine around Her.

(Tapi Rasa Takutnya hilang sedikit demi sedikit, oleh Kunang-kunang Putih yang bersinar sekelilingnya.)

Without thinking She following them, & relieved when She hear a stream-water voice,

(Tanpa berfikir Dia mengikuti mereka, & lega ketika Dia mendengar suara air sungai,)

Yet at the same time, She surprised with what She saw.

(Namun dalam waktu yang sama, Dia terkejut dengan apa yang Dia lihat.)

.

There is River in front of Her, as Clear as Glass.

(Ada Sungai didepannya, Sejernih Kaca.)

Yet it really surprised by the fact, half of The River is Frozen.

(Namun begitu mengejutkan dengan kenyataan, sebagian dari Sungai Membeku.)

Even so, The Water is Warm & The White Firefly coming from the other side.

(Walau begitu, Airnya Hangat & Kunang-kunang Putih datang dari sisi lain.)

“Is it okay to Cross The River?” that is what She thinking,

(“Apakah saya boleh Menyeberangi Sungai?” itu yang Dia pikirkan,)

Before She do, an apparent getting close while saying, “Do Not Cross It.”

(Sebelum Dia melakukannya, bayang semu semakin dekat sambil berkata, “Jangan Menyeberanginya”)

.

He getting close to The River, His apparent begin to be clear.

(Dia semakin dekat ke Sungai, bayang semunya semakin jelas.)

It was a young Boy without a Throne, that Warn Her,,

(Itu adalah Anak muda tanpa Mahkota, yang Memperingatkannya,,)

Every step He make, The Ice was Melt & The Grass Alive,,

(Setiap langkah dia buat, Es Mencair & Rumput Hidup,,)

Yet, every step He leave, The Grass was Frozen covered with Snow.

(Namun, setiap langkah Dia pergi, Rumput Membeku tertutupi dengan Salju.)

“Is that Hope, or it just Despair?” was the only question that The Queen thought.

(“Apakah itu Harapan, atau hanyalah Putus Asa?” adalah satu-satunya pertanyaan yang Ratu pikirkan.)

.

“Who are you & why you try to cross The River?” ask Prince.

(“Siapa kau & kenapa kau mencoba menyeberangi Sungai?” tanya Pangeran.)

“I’m lost, but I’m curious, and I’m just an adventure” answer Queen.

(“Aku tersesat, tapi aku ingin tau, dan aku hanya seorang petualang” jawab Ratu.)

“Basically, a lost adventure that curious about outside World” said Prince.

(“Pada dasarnya, petualang yang tersesat yang ingin tau tentang Dunia luar” kata Pangeran.)

“So you are The King, but where is your Throne?” doubt Queen.

(“Jadi kau adalah Raja, tapi dimana Mahkotamu?” Ratu meragukan.)

“What is The Meaning of Status when you forgot Who You Are.” answer Prince.

(“Apa Arti dari Status ketika kau lupa Siapa Dirimu.” jawab Pangeran.)

.

So then, The Prince become quiet for while.

(Setelah itu, Pangeran menjadi diam beberapa saat.)

“If you lost, follow The White Owl behind you, She will guide you home.”

(“Jika kau tersesat, ikuti Burung Hantu Putih dibelakangmu, Dia akan menunjukan jalan pulang.”)

He cut the topic, giving the direction, and leave Her alone,,

(Dia memotong topik, memberikan arah, dan meninggalkannya sendirian,,)

Queen don’t have any choice but to follow The White Owl that suddenly fly,

(Ratu tidak punya banyak pilihan selain mengikuti Burung Hantu Putih yang tiba-tiba terbang,)

After She out from The Forest, She saw Her Kingdom, & The Owl already back to The Forest.

(Setelah Dia keluar dari Hutan, Dia melihat Kerajaannya, & Burung Hantu sudah kembali ke Hutan.)

.

As a Queen, Visitor & Royal friends are important,,

(Sebagai Ratu, Pengunjung & teman Kerajaan sangatlah penting,,)

To Grow, to Learn, & to Built Strong Construction for Herself,

(Untuk Tumbuh, untuk Belajar, & untuk Membangun Kontruksi Kuat untuk Dirinya sendiri,)

But as Enemy that keep coming, She is not Strong enough,,

(Tapi sebagai Musuh yang terus datang, Dia tak cukup Kuat,,)

Even a Visitor nor Royal friends, sometime only make it Worst,

(Bahkan Pengunjung  ataupun teman Kerajaan, terkadang hanya memperparah,)

She run, She running back to The Forest, back to The River, & Hope, He is there.

(Dia lari, Dia berlari kembali ke Hutan, kembali ke Sungai, & Berharap, Dia disana.)

.

Queen was surprised, seeing Prince just sit on The Rock & Fishing.

(Ratu terkejut, melihat Pangeran hanya duduk di atas Batu & Memancing.)

“As I thought you did come back, and what is your Reason now?” ask Prince.

(“Sudah aku duga kau akan kembali, dan apa Alasanmu sekarang?” tanya Pangeran.)

The Queen, doesn’t have anyone that good enough to listening Her problem,,

(Ratu, tidak punya seorang pun yang cukup baik untuk mendengar masalahnya,,)

She was just Depressed to tell Him a Story, a Story about Her & She ask for Advice from Him.

(Dia hanya Despresi untuk menceritakan Cerita padanya, Cerita tentang Dia & meminta Saran darinya.)

But Prince Warn Her again,”there is no way back when you follow my Advice.”

(Tapi Pangeran Memperingatkan Dia lagi, “tidak ada jalan kembali ketika kau mengikuti Saranku.”)

.

Queen seem not Understand, but She still following those Advice.

(Ratu terselihat tidak Mengerti, tapi Dia masih mengikuti Saran tersebut.)

Day by Day, Week by Week, Month by Month, Queen always visit Prince.

(Hari demi Hari, Minggu demi Minggu, Bulan demi Bulan, Ratu selalu mengunjungi Pangeran.)

Joke, Story, Flirting, & Advice was filling those day that passing,,

(Canda, Cerita, Rayuan, & Saran telah mengisi hari yang berlalu,,)

Sad Story, Funny Story, Annoying Story, all those Story also fill them,,

(Cerita Sedih, Cerita Lucu, Cerita Menyebalkan, semua Cerita itu pula mengisi mereka,,)

Yet, there was no Love at all.

(Namun, tidak ada Cinta sama sekali.)

.

Queen always protect what She proud, what She Love, & taking Advice just like a Pupil.

(Ratu selalu melindungin apa yang Dia banggakan, apa yang Dia Suka, & mengambil Saran seperti seorang Murid.)

That is why Prince never fall to Her, it’s just, He Respect what She Protect.

(Itulah kenapa Pangeran tidak pernah jatuh cinta padanya, itu hanya, Dia Respect dengan apa yang Dia Lindungi.)

But One day, Storm was coming to Her Kingdom,,

(Tapi suatu hari, Badai datang ke Kerajaannya,,)

Without Thunder, but Wind & Rain that Never Stop,,

(Tanpa Guntur, tapi Angin & Hujan yang Tidak Pernah Berhenti,,)

She run to Prince again, but this time She not ask for Advice, but ask How to be like Him.

(Dia lari ke Pangeran lagi, tapi kali ini Dia tidak meminta Saran, melainkan bertanya Bagaimana caranya menjadi seperti Dia.)

.

Prince Warn Her for The Last Time, “This will change you.”

(Pangeran Memperingatkan Dia untuk yang Terakhir kalinya, “Ini akan merubahmu.”)

This time, She do Understand what Prince Saying,,

(Kali ini, Dia Mengerti apa yang Pangeran Katakan,,)

And Listen to Him, till The Storms is Gone.

(Dan Mendengarkannya, hingga Badai Lenyap.)

But, as Result, Half-Kingdom was Destroyed.

(Tapi, sebagai Hasilnya, Sebagian Kerajaan telah Hancur.)

Can’t do much about it, except Rebuild it.

(Tidak bisa berbuat banyan tentang itu, selain Membangunnya kembali.)

.

As a promise, Prince Teaching The Queen as She request.

(Seperti yang dijanjikan, Pangeran Mengajari Ratu seperti apa yang dia minta.)

About Reality to Stand Between or just Fall Apart,,

(Tentang Realita untuk Berdiri Diantara atau hanya Berantakan,,)

About Logic to Solve or just to Skip The Problem,,

(Tentang Logika untuk Memutuskan atau hanya Melewatkan Masalah,,)

About Rational to Follow or Against The Current.

(Tentang Rasional untuk Mengikuti atua Menentang Arus.)

And about Love to Love Someone or Loved.

(Dan tentang Cinta untuk Cinta Seseorang atau Mencintai.)

.

But, something was wrong, She not just listen but also Imitate Him.

(Tapi, ada yang salah, Dia tidak hanya mendengarkan tapi Menirunya.)

How to Act, How to Observe, How to Solve Problem by Herself,

(Bagaimana Bertindak, Bagaimana Mengamati, Bagaimana Menyelesaikan Masalah Sendiri,)

Even following The Path that Prince take, without His known.

(Bahkan mengikuti Jalan yang Pangeran ambil, tanpa Dia tau.)

It was too late for Prince to Warn Her about the fact, that She was not aware of.

(Itu Sudah terlambat bagi Pangeran untuk Memperingatkannya tentang kenyataan, yang belum Dia sadari.)

The Construction, almost Half what being Rebuilt, there are Ice Between Them,,

(Kontruksi, hampir Sebagian yang Dibangun Kembali, ada Es Diantara Mereka,,)

.

Like people always said, “What Doesn’t Kill You, Just Make You Stronger”

(Seperti orang selalu bilang, “Apa yang Tidak Membunuhmu, Hanya Membuatmu Semakin Kuat”)

Being Hurt and Being Betrayed is enough to Change People.

(Dilukai dan Dikhianati itu sudah cukup untuk Mengubah Seseorang.)

No One Can Understand It, until they Taste by themselves,

(Tidak Ada yang Bisa Mengerti, hingga mereka Merasakannya sendiri,)

Yet, Being Strong or Being Wild are Different Question.

(Namun, Menjadi Kuat atau Menjadi Liar adalah Pertanyaan yang Berbeda.)

Depend on who give them Advice or How they React.

(Tergantung pada siapa yang memberi Saran atau Bagaimana Reaksi mereka.)

.

From that moment Queen being told that She change a lot.

(Semenjak saat itu Ratu sering diberitahu Dia banyak perubahan.)

She being Realistic, Logical, Rational, even little bit Cold.

(Dia menjadi Realistis, Logis, Rasional, bahkan sedikit Dingin.)

But Queen Act Normally with Prince, Story by Story.

(Tapi Ratu Berlaku Normal dengan Pangeran, Cerita demi Cerita.)

Yet Deep Down, Prince feel Guilty about it,,

(Namun Jauh Dibawah, Pangeran merasa Bersalah tentang itu,,)

To Teach something that change Her, and make Her like this.

(Mengajari sesuatu yang mengubahnya, dan membuatnya seperti ini.)

.

But She smile to Prince and answer Him,

(Tapi Dia tersenyum pada Pangeran dan menjawabnya,)

“It’s fine, as long as I can get Stronger & Move Forward,

(“Tidak apa-apa, selama aku bisa menjadi Lebih Kuat & Terus Maju,)

To change The Present to be better place for Me,

(Untuk mengubah Masa Kini menjadi tempat yang lebih baik untukku,)

Is not that already Reasonable to you, Prince?”

(Bukankah itu sudah Masuk Akal bagimu, Pangeran?”)

With Smile & Respect He answer, “Yes, My Queen.”

(Dengan Senyum & Respect Dia Menjawab, “Yes, My Queen.”

The End.

 

 

By: Resaid of Story