If you Don’t Believe

If you Dont believe.jpg

“If you don’t Believe me, please don’t bother yourself to Ask me. It’s only wasting of my Time.”

 

Before you ask a question that lead whether the answer is the truth or a lie, you can tell by their eyes. But it different matter when you don’t believe anyone, what is the point of questioning then?

Unmask Book

unmask-book

Unmask Book

 

Life is like a Book, Some Chapters are Sad,
(Hidup itu seperti Buku, Beberapa Bab itu Sedih,)
Some are Happy & Some are Exciting,
(Beberapa Senang & Beberapa Seru,)
But if you never turn the Page,
(Tapi jika kau tidak pernah membalik Halaman,)
You’ll never know what the next Chapter,
(Kau tidak akan pernah tahu apa yang Bab selanjutnya,)
Has in Store for you.
(Yang mereka Simpan untukmu.)

.

And if your life were like a Book,
(Dan jika hidupmu seperti Buku,)
What do you think of it?
(Apa yang kau pikirkan tentang itu?)
People could Understand you,
(Orang bisa Mengerti dirimu,)
Simply by reading them, right.
(Hanya dengan membaca mereka, kan.)
But, what happened to your Mask?
(Tapi, apa yang terjadi pada Topengmu?)

.

How we are Living may not much Different.
(Bagaimana kita Hidup mungkin tidak jauh Berbeda.)
Born in this World without wearing a Mask,
(Lahir di Dunia ini tanpa menggunakan Topeng,)
Got Hurt & standing between Facade or Revenge.
(Tersakiti & berdiri diantara Fasad atau Dendam.)
Live life like some sort of Book that piling up,
(Menjalanin hidup seperti semacam Buku yang menumpuk,)
And reading every Chapter that never ending.
(Dan membaca setiap Bab yang tidak ada akhirnya.)

.

How everything can happen that way?
(Bagaimana segalanya bisa terjadi seperti itu?)
That is another Story, another Reason,
(Itu Cerita lainnya, Alasan lainnya,)
Which is only you that know the Story.
(Yang mana kau adalah satu-satunya yang tahu Ceritanya.)
Since this is your Story, not my Story,
(Sejak ini adalah Ceritamu, bukan Ceritaku,)
Don’t Write it down on your Facade.
(Jangan Menulisnya diatas Fasadmu.)

.

Because some people trying to read them,
(Karena beberapa orang mencoba untuk membacanya,)
Yet, there is some who could tell the Difference,
(Namun, ada beberapa yang bisa memberitahu Perbedaannya,)
Between your Facade Story or your Story.
(Diantara Cerita Fasadmu atau Ceritamu.)
It’s not that easy to keep the Book close,
(Ini tidaklah mudah untuk menjaga Buku tetap tertutup,)
When the Storms just keep coming.
(Ketika Badai terus menerus datang.)

.

It Different Story when you keep the Book open,
(Lain Cerita ketika kau membiarkan Buku terbuka,)
Letting the Wind blow your Chapter slowly,
(Membiarkan Angin menium Babmu perlahan,)
And making another person easier to reading.
(Dan membuat orang lain dengan mudah membacanya.)
Even you putting those Facade Mask on,
(Walau kau menggunakan Topeng Fasad itu,)
To hide your Tears & create such a Smile.
(Untuk menyembunyikan Air Matamu & membuat Senyum seperti itu.)

.

But just what you trying to hide,
(Tapi apa yang kau coba untuk sembunyikan,)
When everything written on your Mask,
(Ketika segalanya tertulis diatas Topengmu,)
Is it the same pointless Mask you put on,
(Apakah itu Topeng tak ada gunanya yang sama kau pakai,)
Or it just the Mask start to Betray yourself.
(Atau itu hanyalah Topeng mulai Mengkhianati dirimu sendiri.)
Just which one is it? No one could tell.
(Hanya saja yang mana? Tidak ada yang bisa memberitahu.)

.

Is this the Mask fault, or the Book,
(Apa ini kesalahan Topeng, atau Buku,)
Where usually you know what genre is it?
(Dimana biasanya kau tahu genre apa itu?)
Is this Love Story or Sad Story,
(Apakah ini Cerita Cinta, atau Cerita Sedih,)
Is this Drama Story, or Action Story,
(Apakah ini Cerita Drama, atau Cerita Aksi,)
Is this Adventure Story, or Sci-fi Story,
(Apakah ini Cerita Petualangan, atau Cerita Sci-fi,)

.

That tell the whole Story of your Life.
(Yang menceritakan keseluruhan Cerita Hidupmu.)
One question, “From where you read them?”
(Satu pertanyaan, “Dari manakah kau membacanya?”)
The Previous Chapter, where you see your Pain.
(Dari Bab Sebelumnya, dimana kau melihat Rasa Sakitmu.)
The Mid Chapter, where you leave your Bookmark.
(Dari Bab Tengah, dimana kau meninggalkan Bookmarkmu.)
Or the Next Chapter, where you still Wondering.
(Atau Bab Selanjutnya, dimana kau masih Bertanya-tanya.)

.

How the Story of your Life will go after all this.
(Bagaimana Cerita dari Hidupmu akan pergi setelah semua ini.)
Yet you can’t start the Next Chapter of your Life,
(Namun kau tidak bisa memulai Bab Selanjutnya dari Hidupmu,)
If you keep re-reading the Last One with Facade.
(Jika kau terus membaca lagi Yang Terakhir kali dengan Fasad.)
But at least you do understand your own Story,
(Tapi setidaknya kau mengerti Ceritamu sendiri,)
How about another person? or the closest one?
(Bagaimana dengan orang lain? atau orang terdekat?)

.

Do you know of their Story,
(Apa kau tahu Cerita mereka,)
Not all about their Past Story,
(Bukan tentang semua Cerita Masa Lalunya,)
It just simple how they reach to you,
(Ini hanya simple bagaimana mereka meraihmu,)
When they come at the Darkest hours,
(Ketika mereka datang di Jam-jam Tergelap,)
Did you even recognize which one is the Real One.
(Apa kau mengenali yang manakah yang Asli.)

.

Sometime we just want people to Understand Us,
(Terkadang kita hanya ingin orang untuk Mengerti Kita,)
Without Considering that they need them too,
(Tanpa Mempertimbangkan mereka juga membutuhkannya,)
And start to tell the wrong Story without Understand.
(Dan mulai menceritakan Cerita yang salah tanpa Mengerti.)
Never tell a Story of others that you don’t Understand,
(Jangan pernah menceritakan Cerita orang lain yang tidak kau Mengerti,)
But try to Ask & Understand it.
(Tapi cobalah Bertanya & Mengertilah.)

.

Even so, not all Book were easy to Read & Understood.
(Meski begitu, tidak semua Buku mudah untuk Dibaca & Dimengerti.)
There are people who Write their Life like an Ancient Time,
(Ada orang yang Menulis Hidup mereka seperti Masa Kuno,)
Some are Writing like Legendary History that Lost in Time,
(Beberapa Menulis seperti Sejarah Legenda yang Hilang dalam Waktu,)
And only few people that Write their life by their Unique.
(Dan hanya sedikit orang yang Menulis hidup mereka oleh Keunikan mereka.)
Your Mask & Facade are doesn’t count, & that is what make Complicate.
(Topengmu & Fasad tidaklah dihitung, & itulah yang membuat Complicate.)

.

If I were a Book, I just wondering.
(Jika aku sebuah Buku, aku hanya bertanya-tanya.)
Which of these Books tell about me?
(Yang manakah dari Buku-buku tersebut yang menceritakan tentangku?)
Since you know every Story I have,
(Semenjak kau tahu semua Cerita yang aku punya,)
But you still don’t Understand,
(Tapi kau masih tidak Mengerti,)
How to read the Story of my Life.
(Bagaimana kau membaca Cerita Hidupku.)

.

What did you looking on the Mask?
(Apa yang kau lihat pada Topeng?)
And How do you trying to Reading?
(Dan Bagaimana kau mencoba untuk Membacanya?)
It’s not easy to Understand me,
(Ini tidaklah mudah untuk Mengerti aku,)
When what you see is only a Mask,
(Ketika apa yang kau lihat hanyalah Topeng,)
That I never Wear.
(Yang tidak pernah aku Pakai.)

.

True enough I’ve been Hurt in the Past,
(Cukup Benar aku pernah Tersakiti di Masa Lalu,)
That is why I’ve the Mask that I keep hold.
(Itulah mengapa aku punya Topeng yang aku terus genggam.)
Tremble between Present that always try to Shatter,
(Berguncang diantara Masa Kini yang selalu mencoba untuk Menghancurkan,)
Since I always trying to alter all the Emotion that I have.
(Semenjak aku selalu mencoba untuk mengubah semua Emosi yang aku punya.)
And looking Forward for the Future I had.
(Dan melihat Kedepan untuk Masa Depan yang aku miliki.)

.

With the step that I always take to move,
(Dengan langkah yang selalu aku ambil untuk bergerak,)
With the Mask & Hope that I always hold,
(Dengan Topeng & Harapan yang aku selalu genggam,)
And with the way I Respond to be who I am now.
(Dan dengan caraku Merespont untuk mejadi diriku sekarang.)
I’m sure you couldn’t understand,
(Aku yakin kau tidak bisa mengerti,)
Until you seeing thing from my point of view.
(Sampai kau melihat hal dari sudut pandangku.)

.

Silent Book was Mysterious,
(Buku Hening adalah Misterius,)
Even their Eyes could say Nothing,
(Bahkan Mata mereka bisa mengatakan Nothing,)
As the Mouth that keep Shut.
(Sebagaimana Mulut yang tetap Tertutup.)
The Feet that make a Step,
(Kaki yang membuat Langkah,)
And the Hand, that keep Waiting.
(Dan Tangan, yang terus Menunggu.)

.

Maybe that is the kind of Book I am.
(Mungkin aku adalah Buku semacam itu.)
The kind of Facade Mask in my Left hand,
(Semacam Topeng Fasad di tangan Kiriku,)
That I never wear at the very least.
(Yang tidak pernah aku gunakan setidaknya.)
The kind of Small Hope in my Right hand,
(Semacam Harapan Kecil di tangan Kananku,)
That I never expect thing to be right.
(Yang tidak pernah aku harapkan hal menjadi benar.)

.

Problem between the Book & the Reader,
(Masalah diantara Buku & Pembaca,)
Is not about you couldn’t Read them,
(Bukanlah tentang kau tidak bisa Membaca mereka,)
Is not about you couldn’t tell the Different,
(Bukanlah tentang kau tidak bisa mengetahui Bedanya,)
But it’s just you that keep Reading the same Chapter,
(Tapi ini hanyalah dirimu yang terus Membaca Bab yang sama,)
As the First Chapter that you ever Meet.
(Seperti Bab Pertama yang pernah kau Temui.)

.

Sometime you don’t need to keep Reading,
(Terkadang kau tidak perlu terus Membaca,)
The same Page to Understand the others besides yourself.
(Halaman yang sama untuk Mengerti orang lain selain dirimu sendiri.)
Try to Read the next Page, & you will Understand them.
(Cobalah untuk Membaca Halaman selanjutnya, & kau akan Mengerti mereka.)
Seek the Reason behind their Mask & Facade Story,
(Mencari Alasan dibalik Topeng mereka & Cerita Fasad,)
It will help you, to Understand them even more.
(Akan membantumu, untuk lebih Mengerti mereka.)

.

I didn’t say it make Easier,
(Aku tidak mengatakan ini membuat Semakin Mudah,)
But whether you Give Up,
(Tapi apakah kau Menyerah,)
Or keep Reading to Understand it,
(Atau terus Membaca untuk Mengerti,)
To the people you Care about the Most.
(Kepada orang yang Paling kau Pedulikan.)
Is Up to You.
(Itu Terserah Padamu.)

.

Just remember the Reason why you Start it,
(Hanya saja ingatlah Alasan kenapa kau Memulainya,)
If in the end you just Giving up like this.
(Jika pada akhirnya kau Menyerah seperti ini.)

 

 

By; Resaid of Story