Imitation of Friends

Imitation of Friends.jpg

“if you are led around by these Worthless Imitations of friends, it will be very Unpleasant.”


There is few people who live their life in freedom, just like a lone wolf, taking a decision without even need being led around by others. and there are some people who just being led by these worthless imitations of friends, led around with a decision that they even can’t take by themselves & as what they really wanted. the outer layer of your desire is one thing, but what did you really desire & fit on you are different matter. Why following other to become someone you are not, if you can become yourself. these few people only understand, are one of them? or you just the rest of them.


When you show your love

February 5, 2018, When did you show Your Love (Bunny 7).jpg

“May I ask you something?

When did you show your love? Or for whom is it those love?

The answer is not always the same, since every perspective are different.

Love is not only coming from those who you think is the one for you, it can be also from your family & your best friends.”


It’s happen all the time, whether you realized it or not. But the moment you fell deeply in love & seeing them as the one for you, at that moment you forgot who support you all the time, & who always being there whenever you had a hard time. Sacrificing one best friend for the person who can’t love you back the way you love them are tragically stupid.


Old friend or New friend

November 13, 2017, Old friend or New friend.jpg

“Old friends or New friends, if you’re there at my Darker Hour, you are My Best Friend.”


What is the point to have friends who is only coming at Brightest hour, making fun of her/his while what he need is support/help, & not understand a single things about you, even she/he ask you to understand them.



“Apology doesn’t mean that you were wrong, or the other person was right.
But, prolonging an awkward situation out of Stubbornness is just silly.”


Sometime you need to swallow your pride, your ego, or it doesn’t matter what it is really that holding you to apologize first.

Story & Truth


Story & Truth


Don’t you know, every life tell a story,
(Apakah kau tidak tahu, setiap kehidupan menceritakan kisah,)
Either it fairy tale or it real one,
(Entah itu dongeng atau nyata,)
No one will wonder which one,
(Tidak ada yang akan heran yang mana,)
When you tell the truth,
(Ketika kau memberitahu kebenaran,)
And smile afterward.
(Dan tersenyum setelahnya.)


Don’t you know something,
(Apa kau tidak tahu sesuatu,)
That every person have own story,
(Bahwa setiap orang memiliki cerita sendiri,)
And from those story, they have one thing similar,
(Dan dari cerita mereka, mereka memiliki satu hal yang sama,)
“Untold sacrifices are never valued,
(“Pengorbanan yang tak diceritakan tidak pernah dihargai,)
And told sacrifices are never believe.”
(Dan pengorbanan yang diceritakan tidak pernah dipercaya.”)


You know it all the time,
(Kau tahu itu sepanjang waktu,)
Not every lie telling a lie,
(Tidak setiap kebohongan berbohong,)
Cause not all pain you have can be hidden.
(Menyebabkan tidak semua kepedihan yang kau miliki dapat disembunyikan.)
Not every truth telling the truth,
(Tidak setiap kebenaran mengatakan yang sebenarnya,)
Since there are also a truth that hurt.
(Karena ada juga kebenaran yang menyakitkan.)


Not all truth are mean being told,
(Tidak semua kebenaran yang berarti diberitahukan,)
Not all truth will ended good,
(Tidak semua kebenaran akan berakhir baik,)
And not all truth lead to peace.
(Dan tidak semua kebenaran mengarah ke perdamaian.)
Yet many people was ask for it,
(Namun banyak orang yang menanyakan hal itu,)
Till their ego reject every fact of it.
(Hingga ego mereka menolak setiap fakta itu.)


No one able change the truth,
(Tidak ada yang bisa merubah kenyataan,)
That hurt yourself, or even the others,
(Yang menyakiti dirimu sendiri, atau bahkan orang lain,)
It doesn’t matter how you try to reject them,
(Tidak peduli bagaimana kau mencoba untuk menolak mereka,)
Or it doesn’t matter if you are the only one who know,
(Atau tidak peduli jika kau adalah satu-satunya yang tahu,)
The truth will come without knocking, and change you.
(Kebenaran akan datang tanpa mengetuk, dan mengubahmu.)


Maybe that is how the story began,
(Mungkin itu adalah bagaimana cerita dimulai,)
Or that is how the story eventually begin.
(Atau itu adalah bagaimana cerita akhirnya dimulai.)
Each time the truth slapped you, ego are reaching,
(Setiap kali kebenaran menamparmu, ego yang mencapai,)
Each time the truth hurting you, you changed,
(Setiap kali kebenaran menyakitimu, kau berubah,)
And with day that passing, you become your own history.
(Dan dengan hari yang berlalu, kau menjadi sejarahmu sendiri.)


History that created from each your story,
(Sejarah yang dibuat dari setiap cerita mu,)
Each story that remain to be your origin,
(Setiap cerita yang tersisa menjadi asalmu,)
And each origin will bring in a meaning,
(Dan setiap asal usul akan membawa arti,)
Yet each meaning eventually changed,
(Namun setiap makna akhirnya berubah,)
Each time the story passing.
(Setiap kali cerita melewati.)


Passing to your precious friends that you can trust,
(Melewati teman-teman berhargamu yang dapat kau percaya,)
And believe that they never turn against you.
(Dan yakin bahwa mereka tidak pernah berbalik melawanmu.)
While each your friends trying to understand,
(Sementara setiap teman-temanmu mencoba untuk memahami,)
The one thing you let them to know,
(Satu hal yang kau membiarkan mereka tahu,)
Seem like many has fail to even listen, a single truth.
(Tampaknya banyak yang telah gagal bahkan mendengarkan, satu kebenaran.)


As result none of them truly understand,
(Sebagai akibatnya tidak satupun dari mereka benar-benar memahami,)
Well, how could they, when they don’t know the truth.
(Nah, bagaimana bisa mereka, ketika mereka tidak tahu yang sebenarnya.)
They only hear what suits them & listen only to respond,
(Mereka hanya mendengar apa yang cocok untuk mereka & mendengarkan hanya untuk menanggapi,)
But still judging you like they know everything.
(Tapi tetap menilaimu seperti mereka tahu segalanya.)
They do know everything, yet not every last truth.
(Mereka tahu segalanya, namun tidak setiap kebenaran terakhir.)


No one has the right to judge,
(Tidak ada yang memiliki hak untuk menghakimi,)
Because no one really know,
(Karena tidak ada yang benar-benar tahu,)
What you have been through.
(Apa yang kau telah lalui.)
They might have heard the stories,
(Mereka mungkin sudah mendengar cerita,)
But they didn’t feel what you felt in your heart.
(Tapi mereka tidak merasakan apa yang kau rasakan di dalam hatimu.)


Within the story always have story,
(Dalam cerita selalu memiliki cerita,)
There are not much difference on surface,
(Ada banyak perbedaan di permukaan,)
Yet which one is telling a lie,
(Namun mana yang berbohong,)
And which one is telling the truth,
(Dan mana yang mengatakan yang sebenarnya,)
Not much people can tell.
(Tidak banyak orang tahu.)


Whether it is just story telling,
(Apakah itu hanya story telling,)
Or it is what actually happen,
(Atau itu adalah apa yang sebenarnya terjadi,)
They just can’t open up the story,
(Mereka hanya tidak bisa membuka cerita,)
From unwritten diary & go to page 973,
(Dari diary tidak tertulis & pergi ke halaman 973,)
And think they know you.
(Dan berpikir mereka tahu kamu.)


Within the truth always have truth,
(Dalam kebenaran selalu memiliki kebenaran,)
There are a lot difference behind them,
(Ada banyak perbedaan di belakang mereka,)
Yet what make those truth was right & wrong,
(Namun apa yang membuat kebenaran yang benar & salah,)
When even within the light still darkness?
(Ketika bahkan dalam cahaya masih ada kegelapan?)
The answer is simple, like it or hate it.
(Jawabannya sederhana, suka atau benci.)


The biggest lesson we’ve learned this year,
(Pelajaran terbesar yang kita pelajari tahun ini,)
Is that no one is really ours friend,
(Adalah tidak ada yang benar-benar menjadi teman kita,)
Or truly loves us until they’ve seen,
(Atau benar-benar mengasihi kita sampai mereka melihat,)
Every dark shadow inside us,
(Setiap bayangan gelap di dalam diri kita,)
And stayed.
(Dan stayed.)


Yet in reality, many has leave behind,
(Namun dalam kenyataannya, banyak yang telah pergi,)
Disgust by every dark shadows that we called “truth.”
(Muak oleh setiap bayangan gelap yang kita sebut “kebenaran.”)
Of course you hate those kind of people,
(Tentu saja kau membenci jenis orang,)
who tell you that “you’ve changed,”
(yang mengatakan bahwa “kau sudah berubah,”)
When they never even knew you at all.
(Ketika mereka bahkan tidak pernah tahu kau sama sekali.)


Only telling a story, being called “liars,”
(Hanya menceritakan sebuah kisah, menjadi dipanggil “pembohong,”)
Only telling the truth, being called “disgusting,”
(Hanya mengatakan yang sebenarnya, menjadi dipanggil “menjijikkan,”)
Telling a story with the truth, being called “drama queen,”
(Menceritakan cerita dengan kebenaran, menjadi dipanggil “drama queen,”)
And telling a story with a lie, many has listening,
(Dan menceritakan cerita dengan kebohongan, banyak yang telah mendengarkan,)
Causing an imagination that they think, they know us better.
(Menyebabkan imajinasi yang mereka pikir, mereka tahu kita lebih baik.)


Every story holding a single truth,
(Setiap cerita memegang satu kebenaran,)
The truth that you let them know,
(Kebenaran bahwa kau membiarkan mereka tahu,)
And the truth you still keep for yourself.
(Dan kebenaran yang kau masih simpan untuk dirimu sendiri.)
Sometimes better to be Slapped with the truth,
(Terkadang lebih baik Ditampar dengan kebenaran,)
Than kissed with a lie.
(Dibanding dicium dengan kebohongan.)


Yet always prepare yourself for the worst scenario,
(Namun selalu persiapkan dirimu untuk skenario terburuk,)
Because the truth you going to tell not only could deepen the bond,
(Karena kebenaran yang kau akan beritahukan tidak hanya bisa memperdalam ikatan,)
But also could destroy it.
(Tapi juga bisa menghancurkannya.)



By: Resaid of Story

Song of Trials


Song of Trials


There are nothing Boring in every Life,

(Tidak ada yang Membosankan dalam setiap Kehidupan,)

Even if there is one, don’t Blame Life for it,

(Walau pun ada satu, jangan Menyalahkan Kehidupan untuk itu,)

But the person who live their life that way.

(Tapi orang yang menjalani hidup mereka seperti itu.)

Some people say life is Adventures,

(Beberapa orang bilang hidup itu Petualangan,)

Some people also say life is a Quest,

(Beberapa orang juga bilang hidup itu Pencarian,)


Between Adventures & Quest, Trials are awaiting.

(Antara Petualangan & Pencarian, Cobaan menunggu.)

To have a Wonderful Life, to have Highest Dream,

(Untuk memiliki Kehidupan Indah, memiliki Mimpi Tertiggi,)

To see every Choice, & to Never Give Up to your Dream.

(Untuk melihat setiap Pilihan, & untuk Tidak Pernah Menyerah pada Mimpimu.)

Facing your Trials just like Facing Reality are,

(Menghadapi Cobaanmu hanya seperti Menghadapi Realitas,)

Facing Dream & Future with Smile to keep it up.

(Menghadapi Mimpi & Masa Depan dengan Senyum untuk meneruskan.)


To keep it up with a Song of Friendship,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Persahabatan,)

Whether they are care like Sister\Brother,

(Apakah mereka peduli seperti Saudara,)

or Stab you from behind with their Smile.

(Atau Menusukmu dari belakang dengan Senyum mereka.)

Whether they near at Brightest moments,

(Apakah mereka dekat di saat Terang,)

And nowhere to be seen at Darkest hours,

(Dan tak terlihat dimanapun pada jam-jam Paling Gelap,)


It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

When some people Kindly Nice,

(Ketika beberapa orang Ramah Baik,)

Don’t you dare to use them.

(Jangan berani-beraninya kau menggunakan mereka.)

When they ask for your Help,

(Ketika mereka meminta Bantuanmu,)

Do it without Expecting.

(Lakukan tanpa Mengharapkan.)


There are nothing wrong by doing so,

(Tidak ada yang salah dengan melakukannya,)

As long it within your power, why not.

(Selama didalam kemampuanmu, kenapa tidak.)

Since you have a good intention,

(Semenjak kau punya tujuan baik,)

to Begin with, not to End it,

(Untuk Memulai, bukan untuk Mengakhiri,)

with a Reason as an Excuse.

(Dengan Alasan sebagai Alasan.)


Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

Not to be Kind just to follow the Current,

(Tidak untuk bersikap Baik hanya untuk mengikuti Arus,)

but to Help & Show how you Care,

(Tapi untuk Membantu & Menunjukan bagaimana kau Peduli,)

To each other since we are All the Same,

(Ke satu sama lain sejak kita Semua sama,)

Till anything else make Us Different, to keep it up.

(Hingga hal lain membuat Kita Berbeda, untuk meneruskan.)


To keep it up with a Song of Love,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Cinta,)

Whether they stay Beside you Forever,

(Apakah mereka tinggal Disampingmu Selamanya,)

Or they stay Behind to Support you.

(Atau mereka tinggal Dibelakang untuk Mendukungmu.)

Leaving without a Trace or being Cheated on,

(Meninggalkan tanpa Jejak atau Diselingkuhi,)

All “Start” so Beautiful yet why it “End” Tragically.

(Semua “Mulai” dengan Indah namun kenapa “Berakhir” Tragis.)


It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

When you want Someone, they don’t want you.

(Ketika kau menginginkan Seseorang, mereka tidak menginginkanmu.)

When Someone want you, you don’t want them.

(Ketika Seseorang mengingikanmu, kau tidak menginginkan mereka.)

And when both wanting for each other,

(Dan ketika keduanya menginginkan satu sama lain,)

Something has to come around & mess it up.

(Sesuatu harus datang disekitar & mengacaukannya.)


Trust them before you ask to Trust,

(Percayailah mereka sebelum kau minta Kepercayaan,)

Care to them before you ask for Caring,

(Pedulilah pada mereka sebelum kau meminta Perhatian,)

Believe in them before you ask to Believe,

(Percaya pada mereka sebelum kau meminta untuk Percaya,)

Understand them before you ask for Understanding,

(Mengerti mereka sebelum kau meminta untuk Dimengerti,)

When each have that, don’t you think it Beautiful.

(Ketika masing-masing punya itu, tidakkah kau pikir itu Indah.)


Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

To Start Apology whether you Wrong or Right,

(Untuk Mulai Meminta Maaf walau kau Salah atau Benar,)

To think your Relationship is Valuable,

(Untuk berfikir Hubunganmu Lebih Berharga,)

Than your Ego to win such an Argument.

(Daripada Egomu untuk memenangkan sebuah Argumen.)

And Face the Days that coming with Love, to keep it up.

(Dan Menghadapi Hari-hari yang datang dengan Cinta, untuk meneruskan.)


To keep it up with a Song of Life,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Kehidupan,)

Whether you take them with a Short-Cut,

(Apakah kau mengambil mereka dengan Jalan Pintas,)

or take them with Hard-Work, to be Success.

(Atau mengambil mereka dengan Kerja Keras, untuk Success.)

Between stay the Same or change Yourself,

(Antara tetap Sama atau mengubah Dirimu Sendiri,)

Not to be Who You Are or to be What You Are.

(Tidak menjadi Dirimu atau menjadi Apa Dirimu.)


It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

Act like you were Perfect even Not,

(Bertingkah seperti kau Sempurna walau Tidak,)

With a Hole within Heart that keep telling,

(Dengan Lubang didalam Hati yang terus mengatakan,)

“This is not what you really are, There are More,

(“Ini bukan dirimu yang sebenarnya, Ada Lebih,)

And not what you really want, There are Less.”

(Dan bukan apa yang sebenarnya kau mau, ada kurang.”)


To be who you really are with Proud,

(Menjadi dirimu sendiri dengan Bangga,)

Without a Danger & Risk to loose Yourself.

(Tanpa Bahaya & Risiko kehilangan Dirimu Sendiri.)

To keep it your life in the Right Direction,

(Untuk menjaga hidupmu ke Arah yang Benar,)

Believing that the next day will get better,

(Percaya bahwa hari esok akan menjadi lebih baik,)

And to Change you, to be you.

(Dan untuk Mengubahmu, menjadi dirimu.)


Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

to Step Forward, & Look Forward.

(Untuk Melangkah Maju, & Melihat Kedepan.)

It’s not about being the Best of Yourself but,

(Itu bukan tentang menjadi yang Terbaik dari Dirimu tapi,)

It’s about being Better than you were yesterday.

(Itu tentang menjadi Lebih Baik daripada dirimu yang kemarin)

to Step Forward with Smile, to keep it up.

(untuk Melangkah Kedepan dengan Senyum, untuk meneruskan.)


To keep it up with a Song of Dream,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Impian,)

Whether that was what you want to be,

(Apakah itu apa yang kau inginkan,)

Or it just to fill your Desire, you must to be.

(Atau itu hanya untuk mengisi Hasratmu, yang seharusnya.)

Between for yourself or people who you Love,

(Antara untuk dirimu sendiri atau orang yang kau Sayang,)

To make them Happy or just let it go as a Dream.

(Untuk membuat mereka Bahagia atau hanya membiarkannya sebagai Mimpi.)


It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

The dream is not what you see in Sleep,

(Impian bukan apa yang kau lihat dalam Mimpi,)

Dream is the thing which doesn’t let you Sleep.

(Impian adalah hal yang tidak membiarkanmu Tidur.)

To be what you really want to be,

(Untuk menjadi apa yang kau inginkan,)

Not the other person want to see.

(Bukan orang lain yang ingin melihat.)


So, Go confidently in the Direction of your Dream,

(Jadi, Pergilah dengan percaya diri ke Arah Impianmu,)

And live the life you have ever Imagine.

(Dan menjalani kehidupan yang pernah kau Bayangkan.)

Don’t Stop Dreaming even after you reach your Dream,

(Jangan Berhenti Bermimpi bahkan setelah kau meraih Impianmu,)

Since you never too old to set another Goal,

(Karena kau tidak pernah terlalu tua untuk membuat Tujuan lain,)

or to Dream a New Dream for you to Reach.

(Atau untuk Memimpikan Mimpi Baru untuk kau Capai.)


Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

Your Adventure of Life that you want to be,

(Petualangan Hidupmu yang kau inginkan,)

Your Quest of Life that you need to be,

(Pencarian Hidupmu yang kau butuhkan,)

and Trial of Life that you set to be,

(Dan Cobaan Hidup yang kau atur,)

Decision to keep it up with your Dream.

(Keputusan untuk meneruskan dengan Impianmu.)


Adventure, that have Never Ending Journey.

(Petualangan, yang punya Perjalanan yang Tidak Pernah Berakhir.)

Quest, that always come up with Something New,

(Pencarian, yang selalu datang dengan Hal Baru,)

Everytime you Solve & Cleared them.

(Setiap kali kau Menyelesaikan & Membersihkan mereka.)

Trial, to try something New and,

(Cobaan, untuk mencoba hal Baru dan,)

To Learn from the Mistake to be Success.

(Belajar dari Kesalahan untuk Success.)


Anywhere not much Difference,

(Dimanapun tidak banyak Perbedaan,)

For something else that come up Together,

(Untuk sesuatu yang lain yang muncul Bersama,)

Be Prepared for the Next Adventure,

(Bersiaplah untuk Petualangan Selanjutnya,)

Being Task by the Quest that waiting,

(Menjadi Tugas dari Pencarian yang menunggu,)

and Tested with the Song of Trial.

(Dan Diuji dengan Song of Trial.)

Before it eventually End.

(Sebelum akhirnya Berakhir.)

By the time that keep Passing by.

(Oleh waktu yang terus Melewati.)



by; Resaid of Story

The Queen & Ice Prince


The Queen & Ice Prince


Every person have own World, who created it? They created by them self,,

(Setiap orang punya Dunia sendiri, siapa yang membuatnya? Mereka membuatnya sendiri,,)

Of course is not Perfect, since it was only for their own Freedom,,

(Tentu saja itu tidak Sempurna, selama itu hanya untuk Kebebasan mereka sendiri,,)

But no need being Perfect, since there was only one Kingdom each person,,

(Tapi tidak perlu menjadi Sempurna, selama hanya ada satu Kerajaan disetiap orang,,)

Personality give Strong Construction, Heart give Good Weather, & Problem only Give Enemy.

(Kepribadian memberikan Kontruksi yang Kuat, Hati memberikan Cuaca Bagus, & Masalah hanya Memberikan Musuh.)

But sometime, even a Visitor can be Real Enemy.

(Tapi terkadang, bahkan Pengunjung bisa menjadi Musuh Sebenarnya.)


When we’re Happy, The Weather around Kingdom is Nice.

(Ketika kita Senang, Cuaca disekitar Kerajaan Bagus.)

When we’re Sad, Rain will fall & not gonna stop until the person is Cheer.

(Ketika kita Sedih, Hujan akan turun & tidak akan berhenti sampai dia Semangat.)

When we’re Angry, what is come only Storms without Hesitation.

(Ketika we’re Marah, apa yang datang hanyalah Badai tanpa Ragu-ragu.)

When we’re Change The Personality, Construction only rebuild to be Stronger,,

(Ketika Kepribadian kita Berubah, Kontruksi hanya dibangun lagi menjadi Lebih Kuat,,)

But when we’re being Betrayed, you know what will happen next.

(Tapi ketika kita di Khianati, kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya.)


Every person have own World, every World have one Kingdom, & every Kingdom have Leader.

(Setiap orang punya Dunia sendiri, setiap Dunia punya satu Kerajaan & setiap Kerajaan punya Pemimpin.)

Doesn’t matter it King or Queen, but sometime some people reject that and become a Prince.

(Tidak peduli itu Raja atau Ratu, tapi terkadang beberapa orang menolak itu dan menjadi Pangeran.)

And here is the question, what will happen when we’re leaving The Kingdom?

(Dan disinilah pertanyaannya, apa yang akan terjadi ketika kita meninggalkan Kerajaan?)

It’s not much answer since it was a simple answer from The Beginning,,

(Itu tidak banyak jawaban selama jawabannya sederhana dari Awal,,)

Once they step outside, whether they become Strong or become Wild, is depend.

(Sekali mereka melangkah keluar, apakah mereka menjadi Kuat atau menjadi Liar, itu tergantung.)


Depends on how they Respond to the Problem that they face.

(Tergantung pada bagaimana mereka Merespond pada Masalah yang mereka hadapi.)

Reality sometime as Wild as The Forest.

(Realita tergadang Seliar Hutan.)

Truth sometime as Cruel as Beast.

(Kenyataan tergakadang Sekejam Binatang.)

But there was a time, that it was just The Opposite,

(Tapi ada kalanya, itu hanyalah Kebalikannya,)

Even for The Queen that lost within The Forest.

(Bahkan untuk Ratu yang tersesat didalam Hutan.)


She is lost, but She not trying to going back,

(Dia tersesat, tapi Dia tidak mencoba kembali,)

When the night come, everything become Dark & Fear is Inevitable.

(Ketika malam datang, segalanya menjadi Gelap & Rasa Takut Tidak bisa Dihindari.)

But Her Fear is erased little by little, by White Firefly that shine around Her.

(Tapi Rasa Takutnya hilang sedikit demi sedikit, oleh Kunang-kunang Putih yang bersinar sekelilingnya.)

Without thinking She following them, & relieved when She hear a stream-water voice,

(Tanpa berfikir Dia mengikuti mereka, & lega ketika Dia mendengar suara air sungai,)

Yet at the same time, She surprised with what She saw.

(Namun dalam waktu yang sama, Dia terkejut dengan apa yang Dia lihat.)


There is River in front of Her, as Clear as Glass.

(Ada Sungai didepannya, Sejernih Kaca.)

Yet it really surprised by the fact, half of The River is Frozen.

(Namun begitu mengejutkan dengan kenyataan, sebagian dari Sungai Membeku.)

Even so, The Water is Warm & The White Firefly coming from the other side.

(Walau begitu, Airnya Hangat & Kunang-kunang Putih datang dari sisi lain.)

“Is it okay to Cross The River?” that is what She thinking,

(“Apakah saya boleh Menyeberangi Sungai?” itu yang Dia pikirkan,)

Before She do, an apparent getting close while saying, “Do Not Cross It.”

(Sebelum Dia melakukannya, bayang semu semakin dekat sambil berkata, “Jangan Menyeberanginya”)


He getting close to The River, His apparent begin to be clear.

(Dia semakin dekat ke Sungai, bayang semunya semakin jelas.)

It was a young Boy without a Throne, that Warn Her,,

(Itu adalah Anak muda tanpa Mahkota, yang Memperingatkannya,,)

Every step He make, The Ice was Melt & The Grass Alive,,

(Setiap langkah dia buat, Es Mencair & Rumput Hidup,,)

Yet, every step He leave, The Grass was Frozen covered with Snow.

(Namun, setiap langkah Dia pergi, Rumput Membeku tertutupi dengan Salju.)

“Is that Hope, or it just Despair?” was the only question that The Queen thought.

(“Apakah itu Harapan, atau hanyalah Putus Asa?” adalah satu-satunya pertanyaan yang Ratu pikirkan.)


“Who are you & why you try to cross The River?” ask Prince.

(“Siapa kau & kenapa kau mencoba menyeberangi Sungai?” tanya Pangeran.)

“I’m lost, but I’m curious, and I’m just an adventure” answer Queen.

(“Aku tersesat, tapi aku ingin tau, dan aku hanya seorang petualang” jawab Ratu.)

“Basically, a lost adventure that curious about outside World” said Prince.

(“Pada dasarnya, petualang yang tersesat yang ingin tau tentang Dunia luar” kata Pangeran.)

“So you are The King, but where is your Throne?” doubt Queen.

(“Jadi kau adalah Raja, tapi dimana Mahkotamu?” Ratu meragukan.)

“What is The Meaning of Status when you forgot Who You Are.” answer Prince.

(“Apa Arti dari Status ketika kau lupa Siapa Dirimu.” jawab Pangeran.)


So then, The Prince become quiet for while.

(Setelah itu, Pangeran menjadi diam beberapa saat.)

“If you lost, follow The White Owl behind you, She will guide you home.”

(“Jika kau tersesat, ikuti Burung Hantu Putih dibelakangmu, Dia akan menunjukan jalan pulang.”)

He cut the topic, giving the direction, and leave Her alone,,

(Dia memotong topik, memberikan arah, dan meninggalkannya sendirian,,)

Queen don’t have any choice but to follow The White Owl that suddenly fly,

(Ratu tidak punya banyak pilihan selain mengikuti Burung Hantu Putih yang tiba-tiba terbang,)

After She out from The Forest, She saw Her Kingdom, & The Owl already back to The Forest.

(Setelah Dia keluar dari Hutan, Dia melihat Kerajaannya, & Burung Hantu sudah kembali ke Hutan.)


As a Queen, Visitor & Royal friends are important,,

(Sebagai Ratu, Pengunjung & teman Kerajaan sangatlah penting,,)

To Grow, to Learn, & to Built Strong Construction for Herself,

(Untuk Tumbuh, untuk Belajar, & untuk Membangun Kontruksi Kuat untuk Dirinya sendiri,)

But as Enemy that keep coming, She is not Strong enough,,

(Tapi sebagai Musuh yang terus datang, Dia tak cukup Kuat,,)

Even a Visitor nor Royal friends, sometime only make it Worst,

(Bahkan Pengunjung  ataupun teman Kerajaan, terkadang hanya memperparah,)

She run, She running back to The Forest, back to The River, & Hope, He is there.

(Dia lari, Dia berlari kembali ke Hutan, kembali ke Sungai, & Berharap, Dia disana.)


Queen was surprised, seeing Prince just sit on The Rock & Fishing.

(Ratu terkejut, melihat Pangeran hanya duduk di atas Batu & Memancing.)

“As I thought you did come back, and what is your Reason now?” ask Prince.

(“Sudah aku duga kau akan kembali, dan apa Alasanmu sekarang?” tanya Pangeran.)

The Queen, doesn’t have anyone that good enough to listening Her problem,,

(Ratu, tidak punya seorang pun yang cukup baik untuk mendengar masalahnya,,)

She was just Depressed to tell Him a Story, a Story about Her & She ask for Advice from Him.

(Dia hanya Despresi untuk menceritakan Cerita padanya, Cerita tentang Dia & meminta Saran darinya.)

But Prince Warn Her again,”there is no way back when you follow my Advice.”

(Tapi Pangeran Memperingatkan Dia lagi, “tidak ada jalan kembali ketika kau mengikuti Saranku.”)


Queen seem not Understand, but She still following those Advice.

(Ratu terselihat tidak Mengerti, tapi Dia masih mengikuti Saran tersebut.)

Day by Day, Week by Week, Month by Month, Queen always visit Prince.

(Hari demi Hari, Minggu demi Minggu, Bulan demi Bulan, Ratu selalu mengunjungi Pangeran.)

Joke, Story, Flirting, & Advice was filling those day that passing,,

(Canda, Cerita, Rayuan, & Saran telah mengisi hari yang berlalu,,)

Sad Story, Funny Story, Annoying Story, all those Story also fill them,,

(Cerita Sedih, Cerita Lucu, Cerita Menyebalkan, semua Cerita itu pula mengisi mereka,,)

Yet, there was no Love at all.

(Namun, tidak ada Cinta sama sekali.)


Queen always protect what She proud, what She Love, & taking Advice just like a Pupil.

(Ratu selalu melindungin apa yang Dia banggakan, apa yang Dia Suka, & mengambil Saran seperti seorang Murid.)

That is why Prince never fall to Her, it’s just, He Respect what She Protect.

(Itulah kenapa Pangeran tidak pernah jatuh cinta padanya, itu hanya, Dia Respect dengan apa yang Dia Lindungi.)

But One day, Storm was coming to Her Kingdom,,

(Tapi suatu hari, Badai datang ke Kerajaannya,,)

Without Thunder, but Wind & Rain that Never Stop,,

(Tanpa Guntur, tapi Angin & Hujan yang Tidak Pernah Berhenti,,)

She run to Prince again, but this time She not ask for Advice, but ask How to be like Him.

(Dia lari ke Pangeran lagi, tapi kali ini Dia tidak meminta Saran, melainkan bertanya Bagaimana caranya menjadi seperti Dia.)


Prince Warn Her for The Last Time, “This will change you.”

(Pangeran Memperingatkan Dia untuk yang Terakhir kalinya, “Ini akan merubahmu.”)

This time, She do Understand what Prince Saying,,

(Kali ini, Dia Mengerti apa yang Pangeran Katakan,,)

And Listen to Him, till The Storms is Gone.

(Dan Mendengarkannya, hingga Badai Lenyap.)

But, as Result, Half-Kingdom was Destroyed.

(Tapi, sebagai Hasilnya, Sebagian Kerajaan telah Hancur.)

Can’t do much about it, except Rebuild it.

(Tidak bisa berbuat banyan tentang itu, selain Membangunnya kembali.)


As a promise, Prince Teaching The Queen as She request.

(Seperti yang dijanjikan, Pangeran Mengajari Ratu seperti apa yang dia minta.)

About Reality to Stand Between or just Fall Apart,,

(Tentang Realita untuk Berdiri Diantara atau hanya Berantakan,,)

About Logic to Solve or just to Skip The Problem,,

(Tentang Logika untuk Memutuskan atau hanya Melewatkan Masalah,,)

About Rational to Follow or Against The Current.

(Tentang Rasional untuk Mengikuti atua Menentang Arus.)

And about Love to Love Someone or Loved.

(Dan tentang Cinta untuk Cinta Seseorang atau Mencintai.)


But, something was wrong, She not just listen but also Imitate Him.

(Tapi, ada yang salah, Dia tidak hanya mendengarkan tapi Menirunya.)

How to Act, How to Observe, How to Solve Problem by Herself,

(Bagaimana Bertindak, Bagaimana Mengamati, Bagaimana Menyelesaikan Masalah Sendiri,)

Even following The Path that Prince take, without His known.

(Bahkan mengikuti Jalan yang Pangeran ambil, tanpa Dia tau.)

It was too late for Prince to Warn Her about the fact, that She was not aware of.

(Itu Sudah terlambat bagi Pangeran untuk Memperingatkannya tentang kenyataan, yang belum Dia sadari.)

The Construction, almost Half what being Rebuilt, there are Ice Between Them,,

(Kontruksi, hampir Sebagian yang Dibangun Kembali, ada Es Diantara Mereka,,)


Like people always said, “What Doesn’t Kill You, Just Make You Stronger”

(Seperti orang selalu bilang, “Apa yang Tidak Membunuhmu, Hanya Membuatmu Semakin Kuat”)

Being Hurt and Being Betrayed is enough to Change People.

(Dilukai dan Dikhianati itu sudah cukup untuk Mengubah Seseorang.)

No One Can Understand It, until they Taste by themselves,

(Tidak Ada yang Bisa Mengerti, hingga mereka Merasakannya sendiri,)

Yet, Being Strong or Being Wild are Different Question.

(Namun, Menjadi Kuat atau Menjadi Liar adalah Pertanyaan yang Berbeda.)

Depend on who give them Advice or How they React.

(Tergantung pada siapa yang memberi Saran atau Bagaimana Reaksi mereka.)


From that moment Queen being told that She change a lot.

(Semenjak saat itu Ratu sering diberitahu Dia banyak perubahan.)

She being Realistic, Logical, Rational, even little bit Cold.

(Dia menjadi Realistis, Logis, Rasional, bahkan sedikit Dingin.)

But Queen Act Normally with Prince, Story by Story.

(Tapi Ratu Berlaku Normal dengan Pangeran, Cerita demi Cerita.)

Yet Deep Down, Prince feel Guilty about it,,

(Namun Jauh Dibawah, Pangeran merasa Bersalah tentang itu,,)

To Teach something that change Her, and make Her like this.

(Mengajari sesuatu yang mengubahnya, dan membuatnya seperti ini.)


But She smile to Prince and answer Him,

(Tapi Dia tersenyum pada Pangeran dan menjawabnya,)

“It’s fine, as long as I can get Stronger & Move Forward,

(“Tidak apa-apa, selama aku bisa menjadi Lebih Kuat & Terus Maju,)

To change The Present to be better place for Me,

(Untuk mengubah Masa Kini menjadi tempat yang lebih baik untukku,)

Is not that already Reasonable to you, Prince?”

(Bukankah itu sudah Masuk Akal bagimu, Pangeran?”)

With Smile & Respect He answer, “Yes, My Queen.”

(Dengan Senyum & Respect Dia Menjawab, “Yes, My Queen.”

The End.



By: Resaid of Story