Ironically Depression

ironically-depression

Ironically Depression

 

Don’t you know something,

(Apakah kamu tidak tahu sesuatu,)

About everyday in our Life,

(Tentang sehari-hari dalam hidup kita,)

That we changed everyday,

(Bahwa kita berubah sehari-hari,)

Not entirely but partly,

(Tidak sepenuhnya tapi sebagian,)

I do think if we notice this already.

(Aku pikir jika kita sudah menyadari ini.)

.

Yesterday we are Crying,

(Kemarin kita Menangis,)

Today we are Smiling,

(Hari ini kita Tersenyum,)

And Tomorrow, we never know,

(Dan Besok, kita tidak pernah tahu,)

What will happen, to be happen,

(Apa yang akan terjadi, yang akan terjadi,)

And how it will happening.

(Dan bagaimana hal itu akan terjadi.)

.

Not everyday we are the same,

(Tidak setiap hari kita sama,)

Not everyone doing the same.

(Tidak semua orang melakukan hal yang sama.)

Not everyday we have Happiness,

(Tidak setiap hari kita memiliki Kebahagiaan,)

Because there are also Depression,

(Karena ada juga Depresi,)

Yet, not anyone want them from the Beginning.

(Namun, tidak semua menginginkan mereka dari Awal.)

.

It so Ironic but it also the Truth,

(Begitu Ironis tetapi juga Kebenaran,)

That we wanted the Happiness only,

(Bahwa kita ingin Kebahagiaan saja,)

And we don’t want any Depression,

(Dan kita tidak ingin Depresi apapun,)

Within our Life neither our Reality,

(Dalam Hidup kita ataupun Reality kita,)

That already worsen like a Nightmares.

(Yang sudah memburuk seperti Mimpi Buruk.)

.

It just like as it is,

(Itu hanyalah seperti seperti itu,)

Good always have Bad,

(Baik selalu memiliki Buruk,)

Sweet Dream always have Nightmares,

(Mimpi Indah selalu memiliki Mimpi Buruk,)

Happiness always have Depression,

(Kebahagiaan selalu memiliki Depresi,)

As their opposite side.

(Sebagai sisi berlawanan mereka.)

.

Depression that come from Stress,

(Depresi yang berasal dari Stres,)

Depression that come from Conflict,

(Depresi yang berasal dari Konflik,)

Depression that come from Worried,

(Depresi yang berasal dari Khawatir,)

Depression that come from Others Person,

(Depresi yang datang dari Orang lain,)

And Depression that come from Life Itself.

(Dan Depresi yang berasal dari kehidupan itu sendiri.)

.

Each of them,

(Masing-masing dari mereka,)

None of us want it,

(Tak satu pun dari kita menginginkan itu,)

Since it only Bringing Down,

(Karena hanya Bringing Down,)

Even you take Positively,

(Meski kau mengambil secara Positif,)

It’s not that easy to be done.

(Ini tidaklah mudah untuk dilakukan.)

.

Stress is only a Pressure that piling up,

(Stres hanyalah Pressure yang menumpuk,)

Conflict is always come & go one after another,

(Konflik selalu datang & pergi satu demi satu,)

Worry is a total Waste of Imaginations,

(Khawatir merupakan total Pemborosan Imajinasi,)

Other Person is just Heal or Worsen,

(Orang lain hanya Menyembuhkan atau Memperburuk,)

And Life Itself, is only meant to Teach Us.

(Dan Hidup itu Sendiri, hanya dimaksudkan untuk Mengajari Kita.)

.

That’s if you can take it Positively.

(Itu jika kau bisa mengambilnya secara Positif.)

Life is too Ironic to fully Understand,

(Hidup ini terlalu Ironis untuk sepenuhnya Mengerti,)

It takes Sadness to know what Happiness is,

(Dibutuhkan Kesedihan untuk mengetahui apa itu Kebahagiaan,)

It takes Noise to appreciate Silence,

(Dibutuhkan Kebisingan untuk menghargai Kesunyian,)

And it takes Absence to value Presence.

(Dan dibutuhkan Ketidakhadiran untuk menghargai Kehadiran.)

.

But not all people really care to it,

(Tapi tidak semua orang benar-benar peduli untuk itu,)

When Depress come after them,

(Ketika Despresi datang mengejar mereka,)

Headphones with a Nice Music On,

(Headphone dengan Music Bagus On,)

Volume up to the Maximum,

(Volume hingga Maksimum,)

And Ignore the World.

(Dan Abaikan Dunia.)

.

Yet this not Solve anything,

(Namun ini tidak Menyelesaikan apa pun,)

It only Calm thing a little bit,

(Ini hanya Menenangkan suatu hal sedikit,)

While we can’t face them directly.

(Sementara kita tidak bisa menghadapi mereka secara langsung.)

It doesn’t change the fact,

(Itu tidak mengubah fakta,)

That we’ll face them sooner or later.

(Bahwa kita akan menghadapi mereka cepat atau lambat.)

.

Escape is not an Option,

(Melarikan diri bukanlah sebuah Pilihan,)

Hide is Impossible Section,

(Menyembunyikan yang Mustahil Bagian,)

Ignored is Temporary Option.

(Mengabaikan Pilihan Sementara.)

Even so, there is a Big Difference,

(Meski begitu, ada Perbedaan Besar,)

Between a person who Face them & Escape.

(Antara orang yang Menghadapi mereka & Melarikan diri.)

.

It’s Ironic how Depressed people,

(Ini Ironis bagaimana orang Depresi,)

Can Understand the value of Happiness,

(Dapat Mengerti nilai Kebahagiaan,)

More than people who claimed to be Happy.

(Lebih dari orang yang mengaku Bahagia.)

Can Understand the value of Loyalty,

(Dapat Mengerti nilai Kesetiaan,)

More than people who claimed to be Loyal.

(Lebih dari orang yang mengaku sebagai Setia.)

.

Can Understand the value of Trusting,

(Dapat Mengerti nilai Penuh Kepercayaan,)

More than people who claimed to be Trust.

(Lebih dari orang yang mengaku bisa Dipercayai.)

Can Understand the value of Painful,

(Dapat Mengerti nilai Rasa Sakit,)

More than people who claimed to feel Pain.

(Lebih dari orang yang mengaku merasa Sakit.)

It’s Ironic, they more Understand those Feeling.

(Ini Ironis, mereka lebih Mengerti Perasaan itu.)

.

Those that actually Hurt them,

(Hal yang sesungguhnya Menyakiti mereka,)

Those what they Feel in the Past,

(yang mereka Rasakan di Masa Lalu,)

And those that already Scratch their Heart.

(Dan mereka yang sudah Menggores Hati mereka.)

There will come a time when you Believe,

(Akan datang suatu waktu ketika kau Percaya,)

Everything is Finished, that will be the Beginning.

(Semuanya Selesai, yang akan menjadi Awal.)

.

To Face them again, one after another,

(Untuk menghadapi mereka lagi, satu demi satu,)

Even if you not ready for it, they will come,

(Bahkan jika kau tidak siap untuk itu, mereka akan datang,)

And if that happens, “Tell to the Negative Committee,

(Dan jika itu terjadi, “Katakan kepada Komite negatif,)

That meets inside your head to Sit Down and be Quiet.”

(Yang memenuhi dalam pikiranmu untuk duduk dan bisa Diam.”)

To let yourself sleep even under Depression.

(Untuk membiarkan dirimu tidur bahkan di bawah Depresi.)

.

And maybe this is not one of your Favorites,

(Dan mungkin ini bukan salah satu dari Favoritmu,)

But never forget that every day you wake up,

(Tapi jangan pernah lupa bahwa setiap hari kau bangun,)

Is an amazing gift & it’s up to you, to make it count.

(Adalah hadiah yang mengagumkan & itu terserah kepada Anda, untuk menghitung.)

As the time that Passing & Blessing.

(Sebagai waktu yang Passing & Blessing.)

To one after another, Each Day.

(Dengan satu demi satu, Setiap Hari.)

 

 

By; Resaid of Story

Song of Trials

she-runs

Song of Trials

 

There are nothing Boring in every Life,

(Tidak ada yang Membosankan dalam setiap Kehidupan,)

Even if there is one, don’t Blame Life for it,

(Walau pun ada satu, jangan Menyalahkan Kehidupan untuk itu,)

But the person who live their life that way.

(Tapi orang yang menjalani hidup mereka seperti itu.)

Some people say life is Adventures,

(Beberapa orang bilang hidup itu Petualangan,)

Some people also say life is a Quest,

(Beberapa orang juga bilang hidup itu Pencarian,)

.

Between Adventures & Quest, Trials are awaiting.

(Antara Petualangan & Pencarian, Cobaan menunggu.)

To have a Wonderful Life, to have Highest Dream,

(Untuk memiliki Kehidupan Indah, memiliki Mimpi Tertiggi,)

To see every Choice, & to Never Give Up to your Dream.

(Untuk melihat setiap Pilihan, & untuk Tidak Pernah Menyerah pada Mimpimu.)

Facing your Trials just like Facing Reality are,

(Menghadapi Cobaanmu hanya seperti Menghadapi Realitas,)

Facing Dream & Future with Smile to keep it up.

(Menghadapi Mimpi & Masa Depan dengan Senyum untuk meneruskan.)

.

To keep it up with a Song of Friendship,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Persahabatan,)

Whether they are care like Sister\Brother,

(Apakah mereka peduli seperti Saudara,)

or Stab you from behind with their Smile.

(Atau Menusukmu dari belakang dengan Senyum mereka.)

Whether they near at Brightest moments,

(Apakah mereka dekat di saat Terang,)

And nowhere to be seen at Darkest hours,

(Dan tak terlihat dimanapun pada jam-jam Paling Gelap,)

.

It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

When some people Kindly Nice,

(Ketika beberapa orang Ramah Baik,)

Don’t you dare to use them.

(Jangan berani-beraninya kau menggunakan mereka.)

When they ask for your Help,

(Ketika mereka meminta Bantuanmu,)

Do it without Expecting.

(Lakukan tanpa Mengharapkan.)

.

There are nothing wrong by doing so,

(Tidak ada yang salah dengan melakukannya,)

As long it within your power, why not.

(Selama didalam kemampuanmu, kenapa tidak.)

Since you have a good intention,

(Semenjak kau punya tujuan baik,)

to Begin with, not to End it,

(Untuk Memulai, bukan untuk Mengakhiri,)

with a Reason as an Excuse.

(Dengan Alasan sebagai Alasan.)

.

Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

Not to be Kind just to follow the Current,

(Tidak untuk bersikap Baik hanya untuk mengikuti Arus,)

but to Help & Show how you Care,

(Tapi untuk Membantu & Menunjukan bagaimana kau Peduli,)

To each other since we are All the Same,

(Ke satu sama lain sejak kita Semua sama,)

Till anything else make Us Different, to keep it up.

(Hingga hal lain membuat Kita Berbeda, untuk meneruskan.)

.

To keep it up with a Song of Love,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Cinta,)

Whether they stay Beside you Forever,

(Apakah mereka tinggal Disampingmu Selamanya,)

Or they stay Behind to Support you.

(Atau mereka tinggal Dibelakang untuk Mendukungmu.)

Leaving without a Trace or being Cheated on,

(Meninggalkan tanpa Jejak atau Diselingkuhi,)

All “Start” so Beautiful yet why it “End” Tragically.

(Semua “Mulai” dengan Indah namun kenapa “Berakhir” Tragis.)

.

It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

When you want Someone, they don’t want you.

(Ketika kau menginginkan Seseorang, mereka tidak menginginkanmu.)

When Someone want you, you don’t want them.

(Ketika Seseorang mengingikanmu, kau tidak menginginkan mereka.)

And when both wanting for each other,

(Dan ketika keduanya menginginkan satu sama lain,)

Something has to come around & mess it up.

(Sesuatu harus datang disekitar & mengacaukannya.)

.

Trust them before you ask to Trust,

(Percayailah mereka sebelum kau minta Kepercayaan,)

Care to them before you ask for Caring,

(Pedulilah pada mereka sebelum kau meminta Perhatian,)

Believe in them before you ask to Believe,

(Percaya pada mereka sebelum kau meminta untuk Percaya,)

Understand them before you ask for Understanding,

(Mengerti mereka sebelum kau meminta untuk Dimengerti,)

When each have that, don’t you think it Beautiful.

(Ketika masing-masing punya itu, tidakkah kau pikir itu Indah.)

.

Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

To Start Apology whether you Wrong or Right,

(Untuk Mulai Meminta Maaf walau kau Salah atau Benar,)

To think your Relationship is Valuable,

(Untuk berfikir Hubunganmu Lebih Berharga,)

Than your Ego to win such an Argument.

(Daripada Egomu untuk memenangkan sebuah Argumen.)

And Face the Days that coming with Love, to keep it up.

(Dan Menghadapi Hari-hari yang datang dengan Cinta, untuk meneruskan.)

.

To keep it up with a Song of Life,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Kehidupan,)

Whether you take them with a Short-Cut,

(Apakah kau mengambil mereka dengan Jalan Pintas,)

or take them with Hard-Work, to be Success.

(Atau mengambil mereka dengan Kerja Keras, untuk Success.)

Between stay the Same or change Yourself,

(Antara tetap Sama atau mengubah Dirimu Sendiri,)

Not to be Who You Are or to be What You Are.

(Tidak menjadi Dirimu atau menjadi Apa Dirimu.)

.

It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

Act like you were Perfect even Not,

(Bertingkah seperti kau Sempurna walau Tidak,)

With a Hole within Heart that keep telling,

(Dengan Lubang didalam Hati yang terus mengatakan,)

“This is not what you really are, There are More,

(“Ini bukan dirimu yang sebenarnya, Ada Lebih,)

And not what you really want, There are Less.”

(Dan bukan apa yang sebenarnya kau mau, ada kurang.”)

.

To be who you really are with Proud,

(Menjadi dirimu sendiri dengan Bangga,)

Without a Danger & Risk to loose Yourself.

(Tanpa Bahaya & Risiko kehilangan Dirimu Sendiri.)

To keep it your life in the Right Direction,

(Untuk menjaga hidupmu ke Arah yang Benar,)

Believing that the next day will get better,

(Percaya bahwa hari esok akan menjadi lebih baik,)

And to Change you, to be you.

(Dan untuk Mengubahmu, menjadi dirimu.)

.

Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

to Step Forward, & Look Forward.

(Untuk Melangkah Maju, & Melihat Kedepan.)

It’s not about being the Best of Yourself but,

(Itu bukan tentang menjadi yang Terbaik dari Dirimu tapi,)

It’s about being Better than you were yesterday.

(Itu tentang menjadi Lebih Baik daripada dirimu yang kemarin)

to Step Forward with Smile, to keep it up.

(untuk Melangkah Kedepan dengan Senyum, untuk meneruskan.)

.

To keep it up with a Song of Dream,

(Untuk meneruskan dengan Lagu Impian,)

Whether that was what you want to be,

(Apakah itu apa yang kau inginkan,)

Or it just to fill your Desire, you must to be.

(Atau itu hanya untuk mengisi Hasratmu, yang seharusnya.)

Between for yourself or people who you Love,

(Antara untuk dirimu sendiri atau orang yang kau Sayang,)

To make them Happy or just let it go as a Dream.

(Untuk membuat mereka Bahagia atau hanya membiarkannya sebagai Mimpi.)

.

It always the same Story goes.

(Selalu Cerita sama berlaku.)

The dream is not what you see in Sleep,

(Impian bukan apa yang kau lihat dalam Mimpi,)

Dream is the thing which doesn’t let you Sleep.

(Impian adalah hal yang tidak membiarkanmu Tidur.)

To be what you really want to be,

(Untuk menjadi apa yang kau inginkan,)

Not the other person want to see.

(Bukan orang lain yang ingin melihat.)

.

So, Go confidently in the Direction of your Dream,

(Jadi, Pergilah dengan percaya diri ke Arah Impianmu,)

And live the life you have ever Imagine.

(Dan menjalani kehidupan yang pernah kau Bayangkan.)

Don’t Stop Dreaming even after you reach your Dream,

(Jangan Berhenti Bermimpi bahkan setelah kau meraih Impianmu,)

Since you never too old to set another Goal,

(Karena kau tidak pernah terlalu tua untuk membuat Tujuan lain,)

or to Dream a New Dream for you to Reach.

(Atau untuk Memimpikan Mimpi Baru untuk kau Capai.)

.

Where you can Begin again,

(Dimana kau bisa Mulai lagi,)

Your Adventure of Life that you want to be,

(Petualangan Hidupmu yang kau inginkan,)

Your Quest of Life that you need to be,

(Pencarian Hidupmu yang kau butuhkan,)

and Trial of Life that you set to be,

(Dan Cobaan Hidup yang kau atur,)

Decision to keep it up with your Dream.

(Keputusan untuk meneruskan dengan Impianmu.)

.

Adventure, that have Never Ending Journey.

(Petualangan, yang punya Perjalanan yang Tidak Pernah Berakhir.)

Quest, that always come up with Something New,

(Pencarian, yang selalu datang dengan Hal Baru,)

Everytime you Solve & Cleared them.

(Setiap kali kau Menyelesaikan & Membersihkan mereka.)

Trial, to try something New and,

(Cobaan, untuk mencoba hal Baru dan,)

To Learn from the Mistake to be Success.

(Belajar dari Kesalahan untuk Success.)

.

Anywhere not much Difference,

(Dimanapun tidak banyak Perbedaan,)

For something else that come up Together,

(Untuk sesuatu yang lain yang muncul Bersama,)

Be Prepared for the Next Adventure,

(Bersiaplah untuk Petualangan Selanjutnya,)

Being Task by the Quest that waiting,

(Menjadi Tugas dari Pencarian yang menunggu,)

and Tested with the Song of Trial.

(Dan Diuji dengan Song of Trial.)

Before it eventually End.

(Sebelum akhirnya Berakhir.)

By the time that keep Passing by.

(Oleh waktu yang terus Melewati.)

 

 

by; Resaid of Story

Repeated Edge

84617-189746

Repeated Edge

 

Here is where my Subconscious always bring Me.

(Disinilah Alam bawah Sadarku selalu membawaku.)

While I close My Eyes, trying to let Myself to Sleep.

(Disaat aku menutup Mataku, mencoba membiarkan Diriku untuk Tidur.)

It’s always Start in the same place, on Highest Building,

(Itu selalu Dimulai ditempat yang sama, Di Bangunan Tertinggi,)

Or the Edge from Cliff, sometime I wonder why?

(Atau di Tepi Jurang, terkadang aku heran kenapa?)

But I eventually ignored that since I can Calm Myself, easily.

(Tapi Aku akhirnya mengabaikan itu selama aku bisa Menenakan Diriku, dengan mudah.)

.

This is where I always Sit, on Highest Building within My Dream.

(Disinilah aku selalu Duduk, di Bangunan Tertinggi didalam Mimpiku.)

I close My Eyes, to feel the Wind that Breath & let Myself Calm,

(Aku tutup Mataku, untuk merasakan Angin yang Bernafas & membiarkan Diriku Tenang,)

Looking up at the Sky whether it Daytime with Calm Cloud,

(Melihat ke atas Langit apakah itu Siang Hari dengan Awan yang Tenang,)

Or Night Time with Shiny Stars & Moon that fill the Dark.

(Atau Waktu Malam dengan Sinar Bintang-bintang & Bulan yang mengisi Kegelapan.)

It is Beautiful, to see both Sunrise & Sunset from there.

(Itu Indah, untuk melihat baik itu Matahari Terbit & Matahari Terbenam dari sana.)

.

Every Morning, Sun telling story to Cloud & Wind,

(Setiap Pagi, Matahari menceritakan cerita kepada Awan & Angin,)

Every Night, Moon & Stars telling story to either of them.

(Setiap Malam, Bulan & Bintang-bintang menceritakan cerita kepada keduanya.)

That is how it goes, that is how it goes by, each time.

(Itulah bagaimana ceritanya, itulah bagaimana ceritanya berlanjut, setiap kali.)

How Sun & Moon communicate each other.

(Bagaimana Matahari & Bulan berkomunikasi satu sama lain.)

By story & with story, I can hear the Wind.

(Oleh cerita & dengan cerita, aku bisa mendengar Angin.)

.

This is where I always Stand, on the Edge from Cliff within My Dream.

(Disilah aku selalu Berdiri, di Tepi Jurang didalam Mimpiku.)

I open My Eyes, to feel the Wind that Gust & let Myself Awake,

(Aku buka Mataku, untuk merasakan Angin yang Menghembus dengan keras & membiarkan Diriku tetap Terbangun,)

Looking up at the Sky & Cloud that calm with Small Hope I Hold,

(Melihat ke atas Langit & Awan yang tenang dengan Harapan Kecil yang aku Pegang,)

Or Looking Down on Brink to see every Decision I have to take.

(Atau Melihat ke Bawah Jurang untuk melihat setiap Keputusan yang aku harus ambil.)

Either I look Front for the Truth, or I look Back for Lie,

(Antara aku melihat Depan untuk Kebenaran atau aku melihat Belakang untuk Kebohongan,)

.

None of those are really matter anymore.

(Tak satu pun dari mereka yang benar-benar penting lagi.)

Since it is Painful to Know & Find the Truth itself,

(Selama itu Menyakitkan untuk Mengetahui & Menemukan Kebenaran itu sendiri,)

But I just Smiling when people give Lie to Me,

(Tapi aku hanya Tersenyum ketika orang memberi Kebohongan Padaku,)

Because it’s always fun listening to someone’s Lie,

(Karena itu selalu menyenangkan untuk mendengarkan Kebohongan seseorang,)

When I already know the Truth.

(Ketika aku sudah tau Kebenarannya.)

.

In the same time it feel Painful & Disappointed,

(Dalam waktu yang sama itu terasa Menyakitkan & Mengecewakan,)

Even to Turn Left or Right in this moment,

(Bahkan untuk Berbalik Kiri atau Kanan dalam situasi ini,)

I never know what is coming.

(Aku tidak tau apa yang akan datang.)

Either I Face them with Smile,

(Antara aku Menghadapinya dengan Senyum,)

Neither I Stay the Same,

(Juga tidak aku Tetap Same,)

.

The Decision must be Taken, or Else,

(Keputusan harus di Ambil, atau Lainnya,)

There are no Decision without a Risk,

(Tidak ada Keputusan tanpa Risiko,)

There is only Decision with Less Risk,

(Yang ada hanya Keputusan dengan Sedikit Risiko,)

While I take the Decision by Step Forward,

(Disaat aku mengambil Keputusan dengan Melangkah Kedepan,)

Fall into the Brink is the only thing that happened.

(Jatuh kedalam Jurang adalah satu-satunya hal yang terjadi.)

.

As I Fall to take the Decision I Choose,

(Ketika aku Jatuh untuk mengambil Keputusan yang aku Pilih,)

It Repeated again as I Sit on the Highest Building,

(Itu Terulang kembali sebagai aku Duduk di Bangunan Tertinggi,)

As I Stand on the Cliff, to be a Strong person,

(Sebagai aku Berdiri di Jurang, untuk menjadi orang Kuat,)

To be Better, & to be able to Move Forward,

(Untuk menjadi Lebih Baik, & untuk bisa Move Forward,)

From Sadness and Sorrow that Haunted.

(Dari Kesedihan dan Putus Asa yang Menghantui.)

.

Every Decision I take, I Fall Down,

(Setiap Keputusan yang aku ambil, Aku Jatuh,)

Every Single time I Solve Problem,

(Setiap Saat aku Menyelesaikan Masalah,)

It Repeated on the Same Spot,

(Itu Terulang Kembali ditempat yang sama,)

But not all Decision I take by Myself.

(Tapi tidak semua Keputusan aku ambil Sendiri.)

Being Pushed are Different matter.

(Didorong Beda masalahnya.)

.

Giving another person a Decision,

(Memberikan orang lain Keputusan,)

Was one of My way to know them,

(Adalah salah satu Caraku untuk mengenal mereka,)

To Understand them by what they want,

(Untuk Mengerti mereka dengan apa yang mereka mau,)

By what they really think of Me,

(Dengan apa yang mereka benar-benar pikirkan tentang Aku,)

And let them to choose by their Own Will.

(Dan membiarkan mereka memilih dengan Kemauan mereka Sendiri.)

.

Whether they Leave or Betray Me,

(Apakah mereka Meninggalkan atau Mengkhianatiku,)

They Pushed Me into the Brink.

(Mereka Mendorongku ke Jurang.)

Whether they Stay or Loyal to Me,

(Apakah mereka Tinggal atau Setia padaku,)

They Pulling Me from the Brink.

(Mereka Menarikku dari Jurang.)

It’s just like a Little Game,

(Itu hanya seperti Game Kecil,)

.

Which in the End, I Hurt Myself again.

(Dimana pada Akhirnya, aku Melukai Diriku lagi.)

Already being Hurt, doesn’t mean always getting Hurt,

(Sudah Terluka, bukan berarti selalu Terluka,)

That is what My Partner teach Me, all about it.

(Itulah apa yang Partnerku ajarkan Padaku, semua tentang itu.)

But whether Fall or Pushed, whether being Hurt or Not,

(Tapi apakah Jatuh atau Didorong, apakah Disakiti atau Tidak,)

Problem always come, the Decision must be taken.

(Masalah selalu datang, Keputusan harus di ambil.)

.

As Repeated I Sit on Highest Building once Again,

(Seperti Terulang Kembali aku Duduk di Bangunan Tertinggi sekali lagi,)

As Repeated I Stand on Edge from Cliff once More,

(Seperti Terulang Kembali aku Berdiri di Tepi Jurang Sekali lagi,)

And that is how it goes, to be the way I was.

(Dan itulah bagaimana kelanjutannya, menjadi diriku sebelumnya.)

When I grow up to be the way I was,

(Ketika aku tumbuh menjadi diriku sebelumnya,)

It only make Me the way I am now.

(Itu hanya membuatku menjadi diriku saat ini.)

.

As the Time Passing by,

(Sebagaimana Waktu Melintas,)

I Sit on the Edge from the Cliff,

(Aku Duduk di Tepi Jurang,)

To Reconsider every Decision I have,

(Untuk Mempertimbangkan kembali setiap Keputusan yang aku punya,)

To know what will happen after I fall,

(Untuk mengetahui apa yang akan terjadi setelah aku jatuh,)

Yet it doesn’t change the Fact & Risk to get hurt.

(Namun itu tidak mengubah Kenyataan & Risiko untuk terluka.)

.

As the Time goes without Waiting,

(Sebagaimana Waktu pergi tanpa Menunggu,)

I Standing on the Highest Building,

(Aku Berdiri di Bangunan Tertinggi,)

To look Down to Earth with Equally,

(Untuk melihat ke Bawah Bumi dengan Setara,)

To look Up to the Sky, to Understand,

(Untuk melihat ke Atas Langit, untuk Mengerti,)

Just how Small I am in this Universe.

(Seberapa Kecil aku di Universe ini.)

.

As I Fall Down to take my Decision,

(Sebagaimana aku Jatuh untuk mengambil Keputusanku,)

It Repeated again, as Different Problem.

(Itu Terulang Kembali lagi, sebagai Berbeda Masalah.)

As I Watch over to Understand People,

(Seperti aku melihat untuk Mengerti Orang,)

It Repeated again as Different Matter,

(Itu Terulang Kembali lagi sebagai Berbeda Perkara,)

Everytime it solved, problem occur.

(Setiap kali dipecahkan, masalah terjadi.)

.

The Beginning always have The Ending,

(Awal selalu punya Akhir,)

But The Ending is just The Beginning,

(Tapi Akhir hanyal sebuah Awal,)

To the New Problem, that Await,

(Untuk Masalah Baru, yang Menunggu,)

To skip the Problem, or to be Solved it,

(Untik meletkan Masalah, atau Menyelesaikannya,)

And Face another Problem that await.

(Dan Menghadapi Masalah lain yang menunggu.)

To be Repeated Again.

(Untuk Terulang Kembali Lagi.)

 

 

By; Resaid of Story