Word I Think

Word I Think

This is not about them.

(Ini bukan tentang mereka)

This is not about friend.

(Ini bukan tentang teman)

Neither not about love.

(Ini juga buka tentang cinta)

But, this is about my life.

(Tapi, ini adalah tentang hidupku)

Life who sleep under the calm cloud at the grassland.

(Kehidupan yang tidur dibawah awan yang tenang di padang rumput)

Leaf of the tree and grass around me, dancing with a calm air.

(daun dari pohon dan rumput sekitarku, menari bersama angin yang tenang)

Wind and flower sing together.

(Angin dan bunga bernyanyi bersama)

Small bird accompany them.

(Burung kecil menemani mereka)

Air flow which through my body erase my tired.

(Aliran angin yang melewati tubuhku menghapus lelahku)

Wind, flower and small bird who sing together make me calm.

(Angin, bunga dan burung kecil yang bernyanyi bersama membuatku tenang)

Cloud that calm protect me from the light of sun.

(Awan yang tenang melindungiku dari cahaya matahari)

And blue sky make them feel like sister who make me so calm.

(Dan langit biru membuat mereka merasa seperti adik yang membuatku begitu tenang)

Everytime I think.

(Setiap waktu aku berfikir)

Every think I want to think.

(Setiap pikiran yang mau aku pikirkan)

And everything I want to do with my think.

(Dan segalanya yang mau aku lakukan dengan pikiranku)

It will began in the time. Just like every word I think;

(Ini akan dimulai pada waktunya. Sama seperti setiap kata yang ku pikirkan;)

  • A heart in love with beauty never grow old.
  • (Hati yang jatuh cinta dengan keindahan tak pernah menjadi tua.)
  • To love oneself is the beginning of a lifelong romance.
  • (Mencintai diri sendiri adalah awal dari sebuah roman seumur hidup)
  • Although the world is very full of suffering, it is also full of the overcoming of it.
  • (Meskipun dunia sangat penuh penderitaan, dunia juga penuh dengan pengatasinnya)
  • Your hopes and dreams are far more valid than your doubts and fears.
  • (Harapan dan impianmu yang jauh lebih valid daripada keraguan dan ketakutanmu)
  • To become a happy person, have a clean soul, eyes that see romance in the commonplace, a child’s heart, and spiritual simplicity.
  • (Untuk menjadi orang yang bahagia, memiliki jiwa yang bersih, mata yang melihat romantika di tempat umum, hati seorang anak, dan spiritual kesederhanaan)
  • Focus on the positive in your life, on what you focus to increase for.
  • (Fokus pada hal positif dalam hidupmu, pada apa yang kamu fokuskan demi untuk peningkatan)
  • Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.
  • (Kebahagiaan adalah ketika apa yang kau pikirkan, apa yang kau katakan, dan apa yang kau lakukan berada dalam harmoni)
  • We can try many ways to get rid of the darkness, but none is as effective as simply increasing the light.
  • (Kita dapat mencoba banyak cara untuk menyingkirkan kegelapan, tetapi tidak seefektif meningkatkan cahaya)
  • We need time to dream, time to remember, and time to reach the infinite. Time to be.
  • (Kita perlu waktu untuk bermimpi, waktu untuk mengingat, dan waktu untuk mencapai yang tak terbatas. Time to be)
  • Happiness doesn’t depend upon who you are or what you have, it depends solely upon what you think.
  • (Kebahagiaan tidak tergantung pada siapa kamu atau apa yang kamu miliki, itu tergantung hanya pada apa yang kamu pikirkan.)
  • Love, you knows, seeks to make other happy rather than to be happy.
  • (Cinta, yang kau tau, berusaha untuk membuat orang lain bahagia daripada menjadi bahagia.)
  • We are what we think. We arise with our thoughts. With our thoughts we make the world.
  • (Kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita muncul dengan pikiran kita.Dengan pikiranlah kita membuat dunia.)
  • Life isn’t about what happens to us, it’s about how we perceive what happens to us.
  • (Hidup ini bukan tentang apa yang terjadi pada kita, ini tentang bagaimana kita memandang apa yang terjadi pada kita.)
  • To love is to find pleasure in the happiness of the person we love.
  • (Untuk cinta adalah untuk menemukan kesenangan dalam kebahagiaan orang yang kita cintai.)
  • To a great extent, the people with whom you choose to associate influence the direction of your life.
  • (Untuk sebagian besar, orang-orang dengan siapa kamu memilih untuk mengasosiasikan pengaruh arah hidupmu)
  • We are the master of our fate, the captains of our soul, because we have the power to control our thoughts.
  • (Kami adalah master takdir kita, kapten dari jiwa kita, karena kita memiliki kekuatan untuk mengendalikan pikiran kita)

And the end of my words.

(Dan akhir dari kata-kataku)

Every single beginning always have ending.

(Setiap awal selalu memiliki sebuah akhir)

But not every ending is a good ending.

(Tapi tak setiap akhir berakhir dengan baik)

But I’m not saying there is no a good ending.

(Tapi aku tidak berkata disana tak ada akhir yang baik)

by: Resaid of Story       (-_-)

A Dream of Man

217887_4268158298208_1312395811_n

Ku tertidur di tengah padang rumput yang luas.

Ku menatap langit yang begitu tenang seperti ketenangan yang aku bayangkan selama ini.

Ku merasakan angin yang menghempasku, menambah ketenangan di dalam hatiku.

Ku tutup mataku & kubiarkan hempasan angin menghilangkan rasa benak dalam hati.

Memunculkan ketenangan dalam rohani.

Ku coba membuka mataku sejenak, dan melihat apa yang ada di sekitarku.

Ku lihat sebuah pohon berdiri ditengah bukit, dengan daun yang berjatuhan mengikuti angin, menambah ketenangan.

Seorang gadis berdiri dibawahnya & didepan terdapat kanvas putih.

Dengan senyum manis, Ia melihatku seakan aku adalah objeknya dan alam adalah backgroundnya.

Ia menari-narikan tangannya untuk membuat sebuah lukisan yang mungkin lebih indah daripada kelihatannya.

Burung-burung di atasnya, menyanyikan lagu mereka dengan begitu indah.

Pohon & dedaunan menarikan tarian mereka bersamaan dengan angin yang lembut.

Ku mencoba melihat ke sisi lain.

Ku temukan sebuah taman bunga disana, begitu cantik dan menawan warna-warna mereka.

Matahari yang memberi sinar hangat, menambah keindahan mereka walau hanya sejenak.

Seorang gadis bermata biru, berdiri diantara mereka seakan Ia adalah bagian dari mereka.

Memainkan biola, mengiringi suara angin yang menghembus secara perlahan.

Daun-daun bunga yang bertebangan, bagaikan penari yang mengiringi melodi biola tersebut.

Memperindah suasana saat Ia memainkanya dengan penuh perasaan.

Ku lihat Ia bersama dengan adik perempuannya, yang memetik bunga satu demi satu.

Untuk membuat karangan bunga yang indah, yang akan ia berikan kepada kakaknya.

Ku berfikir sejenak dengan menutup kembali mataku..

Ku mendengar suara nyanyian yang mengiringi biola, Ku tau pasti suaranya.

Tapi, saat Ku coba membuka mataku,,tak seorang pun disana.

Pada akhirnya Ku tau siapa Ia, Ia yang menyanyikan lagu mengiringi biola tersebut..

Ia seorang gadis dengan rambut scarlet yang indah, bernyanyi dengan berbaring diladang bunga.

Ia menyanyikan lagu yang mengiringi biola kakaknya dengan begitu indah.

Suaranya begitu merdu hingga angin menghembus ke arahnya.

Kupu-kupu menarikan tarian mereka di sekitarnya, seakan penari latar.

Burung-burung bernyanyi untuknya serta mengiringi lagunya.

Dan Ku terkejut.

Ku lihat seorang gadis lagi, dengan pakaiannya yang sedikit terbuka.

Ia menarikan tubuhnya mengikuti angin, melody, dan nyanyian disekitarnya.

Dengan senyum manisnya, Ia menari seakan-akan menyatu dengan alam.

Rumput disekitarnya mengikutinya dari belakang.

Daun-daun pohon & bunga yang berterbangan mengikuti tariannya.

Burung-burung pun ikut mengitarinya.

Ku kembali menatap langit setelah semua itu.

Merenungkan sebuah arti kehidupan yang lama sudah kupikirkan.

Merenungkan sebuah jawaban dari apa yang aku cari & apa yang akan aku temukan.

Merenungkan sebuah pilihan kehidupan dimana akan mengubah segalanya di masa yang akan datang.

Serta merenungkan sebuah cinta yang seharusnya sudah ku buang selama hidupku.

Waktu tak terasa lama jika kau menatap langit & merenungkannya.

Hari yang cerah berubah menjadi hari yang gelap.

Matahari terbenam & bulan pun datang, gadis dibawah pohon masih menarikan tangannya dengan cahaya bulan.

Gadis di ladang bunga masih memainkan musiknya, dengan duduk diantara bunga-bunga tersebut.

Saudarinya masih menyanyikan lagu, namun lebih lembut dan lebih tenang dari sebelumnya.

Sedangkan adiknya tertidur dipangkuannya dengan pulas.

Dan wanita yang menarikan tubuhnya…

Menatapi langit seperti apa yang aku lakukan.

Bulan memberikan cahaya kepada kami yang memperhatikannya.

Bintang-bintang menarikan cahayanya di angkasa, sebagai rasa bahagia atas kedatangan kami yang memperhatikan mereka.

Kunang-kunang dimalam hari, menambah suasana malam disekitar.

Ku ingin berada disini selamanya.

Tapi…

Waktu tak mengizinkanku untuk melakukannya.

Saat hari semakin larut, angin semakin dingin.

Gadis yang menyanyikan melody tersebut menghampiriku.

Ia mengulurkan tangannya, memberiku senyum manis & berkata.

Waktunya kita pulang..

Sayang.

By: Resaid of Story(-_-)

Light on Darkness

tumblr_inline_o71emdqnje1tiogp7_500

Isn’t it Beautiful,
(Bukankah Indah,)
The Stars & the Moon,
(Bintang-bintang & Bulan,)
That filling the Sky,
(Yang mengisi Langit,)
Give their Light to us,
(Memberikan Cahaya mereka kepada kita,)
Even in this Dark Night.
(Walau di dalam Gelap Malam.)

.

Maybe that Beauty is just like you,
(Mungkin Keindahan yang same sepertimu,)
Or that was actually you,
(Atau itu memang dirimu,)
Who I see in that Night.
(Yang Aku lihat di Malam itu.)
When I Lost within my own dream,
(Disaat aku Tersesat didalam mimpiku sendiri,)
Where you Light the way for me.
(Dimana kau Menerangi jalan untukku.)

.

What I can do if I Love you,
(Apa yang bisa aku lakukan jika aku Mencintaimu,)
What I can do if I Miss you,
(Apa yang bisa aku lakukan jika aku Merindukanmu,)
What I can do if I try to Reach you,
(Apa yang bisa aku lakukan jika aku mencoba untuk Menggapaimu,)
While everything is going to End,
(Sementara semuanya akan Berakhir,)
Within this Darkness.
(Didalam Kegelapan ini.)

.

When the Clouds are coming,
(Ketika Awan datang,)
Hide all Stars & Moon,
(Menyembunyikan semua Bintang & Bulan,)
That filling our Sky,
(Yang mengisi Langit kita)
I could loss sight of you,
(Aku bisa kehilanganmu,)
Then what I should do.
(Lalu apa yang harus aku lakukan.)

.

I do Remember what you saying to me,
(Aku Ingat apa yang kau katakan kepadaku,)
That time when I Lost within my own dream,
(Waktu itu ketika aku Tersesat didalam mimpiku sendiri,)
My own Nightmare where I couldn’t find anybody,
(Mimpi Burukku dimana aku tidak bisa menemukan siapa pun,)
Beside Darkness that fill this Empty World,
(Selain Kegelapan yang mengisi Dunia Kosong ini,)
And myself who walk Alone.
(Dan diriku sendiri yang berjalan Sendirian.)

.

“Don’t be Mourn.”
(“Jangan Bersedih.”)
“If you can’t see me,
(“Jika kau tidak bisa melihatku,
You can see the Light on the City.”
(Kau bisa melihat Cahaya di Kota.”)
“And you can see me in there.”
(“Dan kau bisa melihatku di sana.”)
She said, with her Beautiful Smile.
(Katanya, dengan Senyum Indahnya.)

.

I ask to her,
(Aku bertanya padanya,)
“If the Darkness came,
(“Jika Kegelapan datang,)
The Fear & the Monsters,
(Ketakutan & Monster,)
Start to eat me slowly,
(Mulai memakanku perlahan-lahan,)
Will you leave me alone here?”
(Akankah dirimu meninggalkanku sendirian disini?”)

.

She Answer,
(Dia Menjawab,)
“Although the Darkness came,
(“Walaupun Kegelapan datang,)
Fear that eaten you slowly,
(Ketakutan yang memakanmu perlahan-lahan,)
And you still can’t see myself beside you,
(Dan kau masih tidak bisa melihat diriku disampingmu,)
You still can see Light from this World.”
(Kau masih bisa melihat Cahaya dari Dunia ini.”)

.

“My Soul is in this Light,
(“Jiwaku ada didalam Cahaya ini,)
If the Darkness come alongside with Fears,
(Jika Kegelapan datang bersama dengan Ketakutan,)
While I don’t have enough Time,
(Sementara aku tidak punya banyak Waktu,)
To protect the one I Love,
(Untuk melindungi yang aku Cintai,)
And to Live with you forever.”
(Dan untuk hidup bersamamu selamanya.“

.

“Maybe I’m being Selfish,
(“Mungkin aku Egois,)
When I want to Protect you,
(Ketika aku ingin Melindungimu,)
Seeing your Smile every days,
(Melihat Senyummu setiap hari,)
Without knowing you also has,
(Tanpa mengetahui kau juga memiliki,)
The same think as I do.”
(Pemikiran yang sama sepertiku.“)

.

“Do not worry,
(Jangan khawatir,)
I still Life within your Heart.”
(Aku masih Hidup didalam Hatimu.”)
“Light on your Heart,
(“Cahaya di Hatimu,)
Will Shine their Light,
(Akan Menyinarkan Cahayanya,)
When you getting far from me.”
(Ketika kau semakin jauh dariku.”)

.

“Darkness in your Heart,
(Kegelapan di dalam Hatimu,)
Will gone if you have Light on your Heart.”
(Akan hilang jika kau punya Cahaya di Hatimu.“)
“Although you Life in the Darkness,
(“Walaupun kau Hidup didalam Kegelapan,)
If you have Light on your Heart,”
(Jika kau punya Cahaya di Hatimu,”)
“They just like small snail within the Storms.”
(“Mereka hanya seperti siput kecil didalam Badai.”)

.

“So, Keep Live on & Move on,”
(Jadi, Keep Live on & Move on,“)
“For me, for yourself, & Hope that you still hold.”
(“Untukku, untuk dirimu sendiri, & Harapan yang masih kau pegang.”)
“I Love You.”

By: Resaid of Story