Tearing Mask

tearing-mask

Tearing Mask

 

It was Poor thing to find out this,
(Ini hal yang Malang untuk mencari tahu ini,)
Where everyone is Lying,
(Dimana semua orang Berbohong,)
Use a Mask to Smiling,
(Menggunakan Topeng untung Tersenyum,)
While they use to be Crying,
(Ketika mereka terbiasa Menangis,)
Out Loud even trying to Holding.
(Dengan Keras walau mencoba Menahannya.)

.

It was not always like this from the Beginning,
(Ini tidak selalu seperti ini dari Awal,)
We used to be Smiling with Brightest Smile we could,
(Kita biasa Tersenyum dengan Senyuman paling Terang yang kita bisa,)
Life in Fullness where we Play Along & Curious,
(Hidup Sepenuhnya dimana kita Bermain Bersama & Ingin Tahu,)
Until we try to Learn what people call “LOVE,”
(Hingga kita mencoba untuk Belajar yang orang-orang sebut “CINTA,”)
And waiting someone Stab Us to give a taste of “PAIN.”
(Dan menunggu seseorang Menusuk Kita untuk memberikan rasa “Tersakiti.”)

.

That we never Wanted before,
(Yang tidak pernah kita Inginkan sebelumnya,)
That we never Know before,
(Yang tidak pernah kita Ketahui sebelumnya,)
Yet it still Happening anyway.
(Namun itu masih Terjadi pula.)
There are Two types of Pain in this World.
(Ada Dua type dari Rasa Sakit di Dunia ini.)
Pain that Hurt you & Pain that Change you.
(Rasa Sakit yang Menyakitimu & Rasa Sakit yang Mengubahmu.)

.

Change Everything we have,
(Mengubah segalanya yang kita punya,)
Every Perspective we could see,
(Setiap Perspektif yang kita bisa lihat,)
Even the Way We use to be.
(Bahkan Cara Kita bertingkah sebelumnya.)
Love are always Scary to begin with,
(Cinta selalu Menakutkan sejak awal,)
Not because the Love itself, but the Pain,
(Bukan karena Cinta itu sendiri, tapi Rasa Sakit,)

.

That could Change a person,
(Yang bisa Mengubah seseorang,)
Which originally are Kind & Sweet.
(Yang semulanya Baik & Manis.)
Into a Demon that you Never See.
(Menjadi Demon yang Tidak Pernah kau Lihat.)
It’s hurt if you want to ask about it,
(Itu menyakitkan jika kau ingin menanyakan tentang itu,)
But I don’t know if you could understand without tasted it.
(Tapi aku tidak tahu jika kau bisa mengerti tanpa merasakannya.)

.

If you only knew how much my Love is,
(Jika kau hanya ingin tahu seberapa banyak Cintaku,)
And how much you Mean to me,
(Dan seberapa banyak kau Berarti bagiku,)
While your Promises are just Lie,
(Ketika Janjimu hanya Kebohongan,)
With Pretty Ribbons tied around them,
(Dengan Pita Cantik diikat disekitar mereka,)
Maybe I wouldn’t be Hurting this bad.
(Mungkin aku tidak akan Tersakiti seburuk ini.)

.

Just like what people said,
(Seperti apa yang orang katakan,)
“If you let yourself Love a Wild thing,
(“Jika kau membiarkan dirimu sendiri Mencintai Hal Liar,)
You’ll End Up Looking at the Sky.”
(Kau akan Berakhir Menatapi ke Langit.”)
With a Mask you always Holding,
(Dengan Topeng yang selalu kau Genggam,)
And questioning the same thing.
(Dan mempertanyakan hal yang sama.)

.

With a Mask that we always Wear.
(Dengan Topeng yang selalu kita Gunakan.)
Everytime people trying to Understand,
(Setiap kali orang mencoba untuk Mengerti,)
“Are you okey?” always the same Question.
(“Apa kau baik-baik saja?” selalu Pertanyaan yang sama.)
And everytime we try to answer with Smile,
(Dan setiap kali kita mencoba untuk menjawabnya dengan Senyuman,)
“I’m fine.” always with the same Lie.
(“Aku baik-baik saja.” selalu dengan Kebohongan yang sama.)

.

Lie that bring the Hardest thing in Life,
(Kebohongan yang membawa hal yang Paling Sulit dalam Hidup,)
To Pretending that you don’t need Someone,
(Bertingkah seakan kau tidak membutuhkan Seseorang,)
When actually you need them the Most.
(Ketika sebenarnya kau Sangat membutuhkan mereka.)
To think that you always Smile,
(Untuk berpikir kau selalu Tersenyum,)
With your Mask on & Smile like it was nothing.
(Dengan Topengmu terpasang & Senyum yang terlihat seperti bukan apa-apa.)

.

Yet when the Situation are being turn to the Opposite,
(Namun ketika Situasi menjadi dibalik Berlawanan,)
It’s tough when someone Special Start Ignored you,
(Ini sulit ketika seseorang yang Spesial Mulai Menghiraukanmu,)
But its even tougher to Pretend that you Don’t Mind,
(Tapi ini lebih sulit untuk Berpura-pura kau Tidak Keberatan,)
And just walk away like a Stranger that never meet,
(Dan hanya pergi meninggalkan seperti Orang Asing yang tidak pernah bertemu,)
With Tears that dripping without Logical Reason.
(Dengan Air Mata yang menetes tanpa Alasan Logika.)

.

When you see Inside their Eyes,
(Ketika kau melihat Kedalam Mata mereka,)
Reason will come up together with Tears.
(Alasan akan muncul bersamaan dengan Air Mata.)
Tears that have all Words, the Heart can’t Say,
(Air Mata yang punya semua Kata-kata, yang Hati tidak bisa Katakan,)
And Eyes that can Say more than the Mouth.
(Dan Mata yang bisa Mengatakan lebih dari Mulut.)
It been that way from the Beginning.
(Sudah seperti itu sejak Awal.)

.

Sick of Crying, Tired of Trying,
(Muak Menangis, Lelah Mencoba,)
Yeah I am Smiling but Inside I am Dying,
(Ya aku Tersenyum tapi Didalam aku Mati,)
And that is the Reason why I always wear a Mask.
(Dan itu adalah Alasanku kenapa aku selalu menggunakan Topeng.)
Since this Mask was meant to hide my Tears,
(Semenjak Topeng ini dimaksudkan untuk menyembunyikan Air Mataku,)
But now, even the Mask started Tearing up.
(Tapi sekarang, bahkan Topeng pun mulai Terobek.)

.

I don’t know anymore,
(Aku tidah tahu lagi,)
How to Hide thing from now,
(Bagaimana Menyembunyikannya dari sekarang,)
Where all Emotion are Show up,
(Dimana semua Emosi Muncul,)
Anger & Sadness are Mixing up,
(Amarah & Kesedihan Tercampur,)
And Hatred just like a Time Bomb ready to Explode.
(Dan Kebencian hanya seperti Bomb Waktu siap untuk Meledak.)

.

That’s when people Start to Fearing,
(Itulah ketika orang Mulai Takut,)
And think that we are Changing,
(Dan berfikir kita telah Berubah,)
But sometimes it’s not the people who Change,
(Tapi terkadang itu bukanlah orangnya yang Berubah,)
It’s just the Mask that start to Break.
(Itu hanya Topeng yang mulai Rusak.)
And you would see True Color from it.
(Dan kau akan melihat Warna Asli dari itu.)

.

There’s always a [Truth] behind [Just Kidding],
(Selalu ada [Kebenaran] dibalik [Cuma Bercanda],)
A little [Emotion] behind [I Don’t Care],
(Sedikit [Emosi] dibalik [Aku Tidak Peduli],)
A little [Pain] behind [It’s Okey],
(Sedikit [Sakit] dibalik [Tidak Apa-apa],)
A little [I Need You] behind [Leave Me Alone],
(Sedikit [Aku Membutuhkanmu] dibalik [Biarkan Aku Sendiri],)
And a lot of [Words] behind [The Silence].
(Dan banyak [Kata-kata] dibalik [Keheningan],)

.

While in this Loneliness & Emptiness,
(Sementara dalam Kesepian ini & Kehampaan)
A person could discover Himself.
(Seseorang bisa menemukan Dirinya Sendiri.)
And behind this Tearing Mask,
(Dan dibalik Topeng Rusak ini,)
Can you Hear a Silent Scream,
(Kau bisa Mendengar Teriakan Hening,)
From those Heart of Mine.
(Dari Hati Milikku tersebut.)

.

That Seeking for Help,
(Yang Mencari Bantuan,)
That Holding for Hope,
(Yang Menggenggam Harapan,)
That Stepping for Future,
(Yang Melangkah ke Masa Depan,)
Where Everybody can Smile,
(Dimana Semua orang bisa Tersenyum,)
Without any Mask or even Pretending.
(Tanpa Topeng apa pun atau bahkan Berpura-pura.)

.

To Each Person that Trying to Listening,
(Kepada Setiap Orang yang Mencoba untuk Mendengarkan,)
And Trying to Understand every Tears that Drops,
(Dan Mencoba untuk Mengerti setiap Tetesan Air Mata,)
But sometime you just have to Accept the Fact,
(Tapi terkadang kau hanya perlu Menerima Kenyataan,)
That some people only enter your Life,
(Jika beberapa orang hanya masuk ke dalam Hidupmu,)
As a Temporary Happiness.
(Sebagai Kebahagian Sementara.)

.
If that is not for Those Purpose,
(Jika itu bukan untuk Tujuan Tersebut.)
I don’t know any others Answer,
(Aku tidak tahu lagi Jawaban lainnya,)
Because we don’t meet people by Accident,
(Karena kita tidak bertemu dengan orang secara Kebetulan,)
They are meant to cross our Path for a Reason.
(Mereka dimaksudkan untuk melewati Jalan kita untuk sebuah Alasan.)
Whether that reason is for us to Smile or to Cry.
(Apakah alasan itu untuk membuat kita Tersenyum atau Menangis.)

.

You can’t expect a single think from it,
(Kau tidak bisa mengharapkan sedikit pun darinya,)
Because when you give & expect something in return,
(Karena ketika kau memberi & mengharapkan sesuatu sebagai gantinya,)
That’s not Love, but if you don’t expect anything back that’s Love.
(Itu bukanlah Cinta, tapi jika kau tidak mengharapkan apa pun kembali itulah Cinta.)
Well better to be Slapped with the Truth than Kissed with a Lie,
(Yah lebih baik Ditampar dengan Kebenaran daripada Dicium dengan Kebohongan,)
And Smiling once again with the Tearing Mask.
(Dan Tersenyum kembali dengan Tearing Mask.)

 

 

By; Resaid of Story

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s