Here I am 8; Can You See Me part 3 (Girl)

here-i-am-8

Here I am 8; Can You See Me part 3 (Girl)

 

People live from the Past,

(Orang hidup dari Masa Lalu,)

Walking to the Present day,

(Berjalan ke hari Masa Kini,)

And move forward to the Future.

(Dan berjalan maju ke Masa Depan.)

But sometime, you can’t remember thing,

(Tapi terkadang, kau tidak bisa mengingat hal,)

Thing that supposed to be remember.

(Hal yang seharusnya kau ingat.)

.

Do I did something wrong in the Past,

(Apakah aku melakukan kesalahan di Masa Lalu,)

Why I feel I loose something Important,

(Kenapa aku merasa aku kehilangan sesuatu yang Penting,)

Something I can’t remember at all.

(Sesuatu yang tidak bisa aku ingat sama sekali.)

If that is Important, why I can’t remember,

(Jika itu Penting, kenapa aku tidak bisa mengingatnya)

All those memory when the Last time I Smile.

(Semua memori itu saat Terakhir kalinya aku Tersenyum.)

.

The Last time somebody Whispering me,

(Terakhir kalinya seseorang Membisikiku,)

When I Crying or even when I Sad.

(Saat aku Menangis atau bahkan saat aku Sedih.)

The Last time somebody Trying to Stop me,

(Terakhir kalinya seseorang Mencoba Menghentikanku,)

When I walk into the Wrong choice.

(Ketika aku berjalan kedalam pilihan yang Salah.)

Yet I can’t remember that.

(Namun aku tidak bisa mengingat itu.)

.

Here I am, watching White Snow that keep falling.

(Disinilah aku, melihat Salju Putih yang terus jatuh.)

From the Sky just like White Cotton that soft,

(Dari Langit yang seperti Kapas Putih yang lembut,)

That will fill this World to be White like Cloud.

(Yang akan mengisi Dunia ini menjadi Putih seperti Awan.)

Just how long I am feel this way before,

(Hanya berapa lama aku merasa seperti ini sebelumnya,)

I wonder since when it is.

(Aku bertanya-tanya sejak kapan ini.)

.

Here I am, watch them from my window.

(Disinilah aku, melihat mereka dari jendelaku.)

Sit with a Glass of Warm Chocolate that I Love,

(Duduk dengan Segelas Chocolate Hangat yang aku suka,)

And questioning myself what I missing exactly.

(Dan mempertanyakan diriku apa yang aku lupakan sebenarnya.)

I never feel this way before, until that time,

(Aku tidak pernah merasa seperti ini, hingga saat itu,)

Two years ago, when the Last time I Break up.

(Dua tahun lalu, ketika Terakhir kalinya aku Putus.)

.

I feel I miss something that I can’t recall,

(Aku merasa aku merindukan sesuatu yang tidak bisa aku ingat,)

I wondering why, I can’t remember that Person.

(Aku bertanya kenapa, aku tidak bisa mengingat Orang itu.)

That one Person, that always Stay beside me,

(Orang satu itu, yang selalu Tinggal disampingku,)

Stay behind me, to help me Standing when I Fell.

(Tinggal dibelakangku, untuk membantuku Berdiri ketika aku Jatuh.)

Without I know, I fell asleep, to my Dream, to my Memory.

(Tanpa aku ketahui, aku tertidur, ke Mimpiku, ke Memoriku.)

.

That I always seek for the past two years,

(Yang selalu aku cari selama 2 tahun belakangan,)

But what is this feeling I have here.

(Tapi persaan apa ini yang aku punya disini.)

A Guilty feeling? A Regret feeling?

(Persaan Bersalah? Perasaan Menyesal?)

Which of those feeling I feel now.

(Perasaan yang mana yang aku rasakan sekarang.)

I don’t know anymore which is it.

(Aku tidak tahu lagi yang mana.)

.

Here I am, standing to my old self,

(Disinilah aku, berdiri di diriku yang dulu,)

Where I always play in this Park,

(Dimana aku selalu bermain di Taman ini,)

Where I always play with Sandbox alone,

(Dimana aku selalu bermain dengan Sandbox sendirian,)

And I always Bullied by those children.

(Dan aku selalu Dibully oleh anak-anak itu.)

But always being Saved, by a Strange Boy.

(Tapi selalu Diselamatkan, oleh Anak Aneh.)

.

Here I am, Smile watch Him saving me from those brat.

(Disinilah aku, Tersenyum melihatnya menyelamatkanku dari anak nakal itu.)

Still, I wondering why I can’t recognize that Boy.

(Masih, aku bertanya-tanya kenapa aku tidak bisa mengenali Bocah itu.)

He got Injured badly, but He Smile like it was nothing.

(Dia Terluka cukup parah, tapi Dia Tersenyum seperti itu bukan apa-apa.)

Yet why I didn’t help Him? Why my old self so cold,

(Namun kenapa aku tidak menolongnya? Kenapa diriku yang dulu begitu dingin,)

That I just care to myself only.

(Dimana aku hanya peduli pada diriku sendiri saja.)

.

For a Short time, I remember.

(Untuk waktu Singkat, aku mengingat.)

I remember the reason I being like that.

(Aku mengingat alasan aku menjadi seperti itu.)

Because at home, no one Care & always Fight for Stupid reason.

(Karena dirumah, tidak ada yang Peduli & selalu Berkelahi dengan alasan yang Bodoh.)

But I’m surprised, next day, He coming again,

(Tapi aku terkejut, keesokan harinya, Dia datang lagi,)

Ask my old self to play together.

(Menanyakan diriku yang dulu untuk bermain bersama.)

.

“You are bothersome, go away.”

(“Kau mengganggu, pergi sana.”)

Why I’m being rude to Him?

(Kenapa aku begitu kasar padanya?)

But why He just Smiling at me.

(Tapi kenapa Dia hanya Tersenyum padaku.)

Like it was nothing happens yesterday.

(Seperti tidak terjadi apa pun kemarin.)

He always like that, His Smile make me Calm.

(Dia selalu seperti itu, Senyumannya membuatku Tenang.)

.

Here I am, watching my old self passing the time.

(Disinilah aku, melihat diriku yang dulu melewati waktu.)

Watching myself growing up with Smile,

(Melihat diriku sendiri tumbuh dengan Senyum,)

From that Boy that always Support me,

(Dari Bocah itu yang selalu Mendukungku,)

That always Cheer me when I Cry,

(Yang selalu Menghiburku ketika aku Menangis,)

He always there for me.

(Dia selalu disana untukku.)

.

Here I am, wondering why I don’t have Boyfriend like Him.

(Disinilah aku, bertanya-tanya kenapa aku tidak punya Pacar seperti Dia.)

Wondering where He is now? Where He go? & Why?

(Bertanya-tanya dimana Dia sekarang? Kemana Dia Pergi? & Kenapa?)

Why I still can’t recognize His face after all this?

(Kenapa aku masih tidak bisa mengenali wajahnya setelah semua ini?)

What happening between Him & me that time?

(Apa yang terjadi antara Dia & aku saat itu?)

Everytime I seek the Answer, why only Question that come.

(Setiap kali aku mencari Jawaban, kenapa hanya Pertanyaan yang muncul.)

.

It was my Birthday party, that time I become 18 years old.

(Saat itu pesta Ulang Tahungku, saat itu aku beranjak 18 tahun.)

He give me the Most Simplest Gift but it Handmade,

(Dia memberiku Hadiah Paling Simple tapi Buatan Tangan,)

I can tell that by the look, it look Wonderful.

(Aku bisa tahu itu dari bentuknya, itu terlihat Indah.)

But, why my old self Laughing at that Gift & throw it,

(Tapi, kenapa diriku yang lama Tertawa ke Hadiah itu & membuangnya,)

Yet I accept the gift from a rich & popular boy with Smile.

(Namun aku menerima hadiah dari anak kaya & populer dengan Senyum.)

.

Afterward, that stranger Confess to me,

(Setelah itu, orang asing itu Mengatakan Cintanya padaku,)

Why my old self just say “Yes” to him?

(Kenapa diriku yang dulu mengatakan “Ya” padanya?)

View months has passing, & he Cheat on me,

(Beberapa bulan kemudian telah terlintas, & dia Menyelingkuhiku,)

I Cry, I Shout his name & ask what is my Mistake?

(Aku Menangis, Aku Meneriakkan namanya & bertanya apa Kesalahanku?)

And as usually, that Boy always there for me.

(Dan seperti biasa, Bocah itu selalu ada untukku.)

.

Here I am, blinded by Love that I don’t Understand,

(Disinilah aku, terbutakan oleh Cinta yang tidak aku Mengerti,)

Hurting Him without knowing or looking at Him,

(Menyakitinya tanpa aku ketahui atau melihat ke arahnya,)

Calling another man name in front of Him,

(Memanggil nama pria lain didepannya,)

Begging & Crying for him, just what I blind for.

(Memohon & Menangis padanya, hanya saja apa yang membutakanku.)

“You Hurt Him, You Hurt Him!” That I shout to my old self.

(“Kau Menyakitinya, Kau Menyakitinya!” dimana aku berteriak pada diriku yang dulu.)

.

Here I am, watch myself being Stop by that Boy,

(Disinilah aku, melihat diriku sendiri di Hentikan oleh Bocah itu,)

When I trying to ask the reason for his Betrayal,

(Ketika aku mencoba untuk mempertanyakan alasan Pengkhianatannya,)

He try to Convince me, to Stop me, even telling me His Feeling.

(Dia mencoba Meyakinkanku, Menghentikanku, bahkan memberitahuku Perasaannya.)

Yet, once more I Hurt Him by saying a rude thing to Him,

(Namun, sekali lagi aku Menyakitinya dengan mengatakan hal kasar padanya,)

“You just my Friend, & This not your Business!”

(“Kau hanya Temanku, & Ini bukan Urusanmu!”)

.

I’m surprised, how could I say something like that,

(Aku terkejut, bagaimana aku bisa mengatakan hal seperti itu,)

To Someone that always there for me, “Why?”

(Kepada Seseorang yang selalu ada untukku, “Kenapa?”)

“No, No, No,,Don’t leave Him Alone! Please, Don’t Go!”

(“Tidak, Tidak, Tidak,,Jangan meninggalkan Dia Sendirian! Kumohon, Jangan Pergi!”)

“Please Come Back, you going to the Wrong person”

(“Kumohon Kembalilah, kau pergi ke orang yang Salah”)

“Please,, please.” I fell on my knees trying to stop myself.

(“Kumohon,, kumohon.” aku jatuh dilututku mencoba untuk menghentikan diriku sendiri.)

.

I Crying together with Rain that falling from the Sky,

(Aku Menangis bersamaan dengan Hujan yang turun dari Langit,)

Stupid, just how stupid I was, to leave Him there.

(Bodoh, hanya seberapa bodoh aku, untuk meninggalkanya disana.)

I remember now, the reason that rich boy Cheat on me,

(Aku mengingatnya sekarang, alasan anak kaya itu Menyelingkuhiku,)

The reason why I can’t remember all of that, is all the same Person.

(Alasan kenapa aku tidak bisa mengingat semua itu, semuanya adalah Orang yang sama.)

The time I turn my back, & trying to Fix everything, Accident was happen.

(Ketika aku berbalik, & mencoba Memperbaiki segalanya, Kecelakaan itu terjadi.)

.

By the time I woke up, I can’t stop my Tears anymore,

(Ketika aku terbangun, aku tidak bisa menghentikan Air Mataku lagi,)

I lost my Memory, I loose Someone that mean so much to me,

(Aku kehilangan Memoriku, aku kehilangan Seseorang yang begitu berarti bagiku,)

Yet I call Him Nothing, Think of Him as Whispering only,

(Namun aku memanggilnya Nothing, Menganggapnya hanya Bisikan,)

I’m the Worst, I should find Him, I should Apologize to Him,

(Aku yang Terburuk, Aku harus menemukannya, Aku harus Meminta Maaf Padanya,)

But when I realize it, I’m surprised, that was 9 years ago.

(Tapi ketika aku menyadarinya, aku terkejut, itu terjadi 9 tahun yang lalu.)

.

Why is it become like this.

(Kenapa ini menjadi seperti ini.)

 

To be continue.

 

 

By; Resaid of Story

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s