Ironically Depression

ironically-depression

Ironically Depression

 

Don’t you know something,

(Apakah kamu tidak tahu sesuatu,)

About everyday in our Life,

(Tentang sehari-hari dalam hidup kita,)

That we changed everyday,

(Bahwa kita berubah sehari-hari,)

Not entirely but partly,

(Tidak sepenuhnya tapi sebagian,)

I do think if we notice this already.

(Aku pikir jika kita sudah menyadari ini.)

.

Yesterday we are Crying,

(Kemarin kita Menangis,)

Today we are Smiling,

(Hari ini kita Tersenyum,)

And Tomorrow, we never know,

(Dan Besok, kita tidak pernah tahu,)

What will happen, to be happen,

(Apa yang akan terjadi, yang akan terjadi,)

And how it will happening.

(Dan bagaimana hal itu akan terjadi.)

.

Not everyday we are the same,

(Tidak setiap hari kita sama,)

Not everyone doing the same.

(Tidak semua orang melakukan hal yang sama.)

Not everyday we have Happiness,

(Tidak setiap hari kita memiliki Kebahagiaan,)

Because there are also Depression,

(Karena ada juga Depresi,)

Yet, not anyone want them from the Beginning.

(Namun, tidak semua menginginkan mereka dari Awal.)

.

It so Ironic but it also the Truth,

(Begitu Ironis tetapi juga Kebenaran,)

That we wanted the Happiness only,

(Bahwa kita ingin Kebahagiaan saja,)

And we don’t want any Depression,

(Dan kita tidak ingin Depresi apapun,)

Within our Life neither our Reality,

(Dalam Hidup kita ataupun Reality kita,)

That already worsen like a Nightmares.

(Yang sudah memburuk seperti Mimpi Buruk.)

.

It just like as it is,

(Itu hanyalah seperti seperti itu,)

Good always have Bad,

(Baik selalu memiliki Buruk,)

Sweet Dream always have Nightmares,

(Mimpi Indah selalu memiliki Mimpi Buruk,)

Happiness always have Depression,

(Kebahagiaan selalu memiliki Depresi,)

As their opposite side.

(Sebagai sisi berlawanan mereka.)

.

Depression that come from Stress,

(Depresi yang berasal dari Stres,)

Depression that come from Conflict,

(Depresi yang berasal dari Konflik,)

Depression that come from Worried,

(Depresi yang berasal dari Khawatir,)

Depression that come from Others Person,

(Depresi yang datang dari Orang lain,)

And Depression that come from Life Itself.

(Dan Depresi yang berasal dari kehidupan itu sendiri.)

.

Each of them,

(Masing-masing dari mereka,)

None of us want it,

(Tak satu pun dari kita menginginkan itu,)

Since it only Bringing Down,

(Karena hanya Bringing Down,)

Even you take Positively,

(Meski kau mengambil secara Positif,)

It’s not that easy to be done.

(Ini tidaklah mudah untuk dilakukan.)

.

Stress is only a Pressure that piling up,

(Stres hanyalah Pressure yang menumpuk,)

Conflict is always come & go one after another,

(Konflik selalu datang & pergi satu demi satu,)

Worry is a total Waste of Imaginations,

(Khawatir merupakan total Pemborosan Imajinasi,)

Other Person is just Heal or Worsen,

(Orang lain hanya Menyembuhkan atau Memperburuk,)

And Life Itself, is only meant to Teach Us.

(Dan Hidup itu Sendiri, hanya dimaksudkan untuk Mengajari Kita.)

.

That’s if you can take it Positively.

(Itu jika kau bisa mengambilnya secara Positif.)

Life is too Ironic to fully Understand,

(Hidup ini terlalu Ironis untuk sepenuhnya Mengerti,)

It takes Sadness to know what Happiness is,

(Dibutuhkan Kesedihan untuk mengetahui apa itu Kebahagiaan,)

It takes Noise to appreciate Silence,

(Dibutuhkan Kebisingan untuk menghargai Kesunyian,)

And it takes Absence to value Presence.

(Dan dibutuhkan Ketidakhadiran untuk menghargai Kehadiran.)

.

But not all people really care to it,

(Tapi tidak semua orang benar-benar peduli untuk itu,)

When Depress come after them,

(Ketika Despresi datang mengejar mereka,)

Headphones with a Nice Music On,

(Headphone dengan Music Bagus On,)

Volume up to the Maximum,

(Volume hingga Maksimum,)

And Ignore the World.

(Dan Abaikan Dunia.)

.

Yet this not Solve anything,

(Namun ini tidak Menyelesaikan apa pun,)

It only Calm thing a little bit,

(Ini hanya Menenangkan suatu hal sedikit,)

While we can’t face them directly.

(Sementara kita tidak bisa menghadapi mereka secara langsung.)

It doesn’t change the fact,

(Itu tidak mengubah fakta,)

That we’ll face them sooner or later.

(Bahwa kita akan menghadapi mereka cepat atau lambat.)

.

Escape is not an Option,

(Melarikan diri bukanlah sebuah Pilihan,)

Hide is Impossible Section,

(Menyembunyikan yang Mustahil Bagian,)

Ignored is Temporary Option.

(Mengabaikan Pilihan Sementara.)

Even so, there is a Big Difference,

(Meski begitu, ada Perbedaan Besar,)

Between a person who Face them & Escape.

(Antara orang yang Menghadapi mereka & Melarikan diri.)

.

It’s Ironic how Depressed people,

(Ini Ironis bagaimana orang Depresi,)

Can Understand the value of Happiness,

(Dapat Mengerti nilai Kebahagiaan,)

More than people who claimed to be Happy.

(Lebih dari orang yang mengaku Bahagia.)

Can Understand the value of Loyalty,

(Dapat Mengerti nilai Kesetiaan,)

More than people who claimed to be Loyal.

(Lebih dari orang yang mengaku sebagai Setia.)

.

Can Understand the value of Trusting,

(Dapat Mengerti nilai Penuh Kepercayaan,)

More than people who claimed to be Trust.

(Lebih dari orang yang mengaku bisa Dipercayai.)

Can Understand the value of Painful,

(Dapat Mengerti nilai Rasa Sakit,)

More than people who claimed to feel Pain.

(Lebih dari orang yang mengaku merasa Sakit.)

It’s Ironic, they more Understand those Feeling.

(Ini Ironis, mereka lebih Mengerti Perasaan itu.)

.

Those that actually Hurt them,

(Hal yang sesungguhnya Menyakiti mereka,)

Those what they Feel in the Past,

(yang mereka Rasakan di Masa Lalu,)

And those that already Scratch their Heart.

(Dan mereka yang sudah Menggores Hati mereka.)

There will come a time when you Believe,

(Akan datang suatu waktu ketika kau Percaya,)

Everything is Finished, that will be the Beginning.

(Semuanya Selesai, yang akan menjadi Awal.)

.

To Face them again, one after another,

(Untuk menghadapi mereka lagi, satu demi satu,)

Even if you not ready for it, they will come,

(Bahkan jika kau tidak siap untuk itu, mereka akan datang,)

And if that happens, “Tell to the Negative Committee,

(Dan jika itu terjadi, “Katakan kepada Komite negatif,)

That meets inside your head to Sit Down and be Quiet.”

(Yang memenuhi dalam pikiranmu untuk duduk dan bisa Diam.”)

To let yourself sleep even under Depression.

(Untuk membiarkan dirimu tidur bahkan di bawah Depresi.)

.

And maybe this is not one of your Favorites,

(Dan mungkin ini bukan salah satu dari Favoritmu,)

But never forget that every day you wake up,

(Tapi jangan pernah lupa bahwa setiap hari kau bangun,)

Is an amazing gift & it’s up to you, to make it count.

(Adalah hadiah yang mengagumkan & itu terserah kepada Anda, untuk menghitung.)

As the time that Passing & Blessing.

(Sebagai waktu yang Passing & Blessing.)

To one after another, Each Day.

(Dengan satu demi satu, Setiap Hari.)

 

 

By; Resaid of Story

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s