Rational Emotion

psycho-pass-2nd-season-anime-wallpaper

Rational Emotion

 

What did you seek from a person,

(Apa yang kau cari dari seseorang,)

You just meet, their Attitude,

(Yang baru saja bertemu, Sikap mereka,)

Their Habit, or their Personality,

(Kebiasaan mereka, atau Kepribadian mereka,)

Their Heart, or their Mindset,

(Hati mereka, atau Cara Pikir mereka,)

Which one is most Interest you?

(Mana yang paling Menarik bagimu?)

.

What your Interest First,

(Apa yang Menarik Perhatian anda Pertama,)

Sometime it also can be the Last.

(Terkadang itu juga bisa menjadi yang Terakhir.)

When you seek the answer,

(Ketika kau mencari jawaban,)

But the question is come instead,

(Tapi sebaliknya pertanyaan yang datang,)

That come from the inside of yourself.

(Yang datang dari dalam dirimu sendiri.)

.

From the outer point of view,

(Dari sudut pandang terluar,)

There are not much different.

(Tidak ada jauh berbeda.)

Yet when you look closely,

(Namun ketika kau melihat dari dekat,)

They being separated into two,

(Mereka dipisahkan menjadi dua,)

Between Rational or Emotional.

(Antara Rasional atau Emosional.)

.

Rational that filled with logic & fact,

(Rasional yang penuh dengan logika & fakta,)

Emotional that filled with emotion & passion.

(Emosional yang penuh dengan emosi & gairah.)

Both are different from the start,

(Keduanya berbeda dari awal,)

One is with Mind & the other with Heart,

(Yang satu dengan Pikiran & yang lainnya dengan Hati,)

But when one is changed, even the story will change.

(Tapi ketika seseorang berubah, bahkan cerita akan berubah.)

.

For Emotional, anger always come first,

(Untuk Emosional, amarah selalu datang pertama,)

Causality or Explanation come after.

(Kausalitas atau Penjelasan datang setelahnya.)

Their passion sometime are troublesome.

(Gairah mereka kadang-kadang merepotkan.)

Not all of them like that, but mostly yes.

(Tidak semua dari mereka seperti itu, tapi sebagian besar ya.)

Even so, they are warm & filled with Love.

(Meski begitu, mereka hangat dan penuh dengan Cinta.)

.

Yet when reality too Cruel,

(Namun ketika realita terlalu Kejam,)

Even Emotional try to be Rational.

(Bahkan Emosional mencoba untuk menjadi Rasional.)

It’s not as perfect as Rational should be,

(Ini tidak sesempurna Rasional seharusnya,)

Who grow with Rational mindset from the start,

(Yang tumbuh dengan pola pikir Rasional sejak awal,)

But it more than enough to stand between with their kindness.

(Tapi itu lebih dari cukup untuk berdiri di antara dengan kebaikan mereka.)

.

For Rational, anger is just bothersome.

(Untuk Rasional, amarah hanya menyusahkan.)

Cold-head conversation are easy,

(Percakapan Kepala-Dingin itu mudah,)

And always think twice before fight.

(Dan selalu berfikir dua kali sebelum berkelahi.)

To see what is more important than a fight.

(Untuk melihat apa yang lebih penting daripada perkelahian.)

But sometime, it come to the conclusion Rational are cold.

(Tapi terkadang, hal itu sampai pada kesimpulan Rasional itu dingin.)

.

How can be like that? Different opinion decide it.

(Bagaimana bisa seperti itu? Perbedaan pendapat memutuskannya.)

for Emotional, Love without reason is just lie.

(Bagi Emosional, Cinta tanpa alasan hanyalah kebohongan.)

yet for Rational, Love with reason is just an excuse.

(Namun bagi Rasional, Cinta dengan alasan hanyalah sebuah alasan.)

Although you push them to answer their reason to Love you,

(Meskipun kau mendorong mereka untuk menjawab alasan mereka untuk Mencintaimu,)

It’s just sound like an excuse that only work temporary for them.

(Ini hanya terdengar seperti alasan yang hanya bekerja sementara waktu bagi mereka.)

.

When reality too cruel, they being look as the strong one.

(Ketika realitas terlalu kejam, mereka dilihat sebagai salah satu yang kuat.)

Without knowing the past that always try shattering them,

(Tanpa mengetahui masa lalu yang selalu mencoba menghancurkan mereka,)

From the inside, that filled with the nightmare & pain.

(Dari dalam, yang penuh dengan mimpi buruk & rasa sakit.)

Betrayal, Sadness & Sorrow, change everything,

(Pengkhianatan, Kesedihan, & Putus Asa, mengubah segalanya,)

Sacrifice the past to step forward even hurt.

(Mengorbankan masa lalu untuk melangkah maju mesti menyakitkan.)

.

True enough Rational person easy to move on,

(Memang benar orang Rasional mudah untuk move on,)

but Rational also can be sad sometime.

(tapi Rasional terkadang juga bisa sedih.)

Worst case scenario about the reality,

(Skenario terburuk tentang realitas,)

Who is more than Rational person,

(Yang lebih dari orang Rasional,)

They Sad because they can’t Sad.

(Mereka Sedih karena mereka tidak bisa Sedih.)

.

Cold? Yes they are.

(Dingin? Ya itulah mereka.)

But none of them wish for this.

(Tapi tak satu pun dari mereka mengharapkan untuk hal ini.)

Since many of them just trying to be strong.

(Karena banyak dari mereka hanya mencoba untuk menjadi kuat.)

To be able to Step Forward & Standing,

(Untuk bisa Melangkah Maju & Berdiri,)

In this World that we call, Reality.

(Di Dunia ini yang kita sebut, Realitas.)

.

Learn to Care, while their Empathy being eaten little by little.

(Belajar untuk Peduli, sementara Empati mereka dimakan sedikit demi sedikit.)

Learn to Love, while avoiding unnecessary Reason from it.

(Belajar untuk Mencintai, sambil menghindari Alasan tidak perlu dari itu.)

Learn to show their Emotion, while it easy to erased it,

(Belajar untuk memperlihatkan Emosi mereka, sementara itu mudah untuk dihapus,)

And compress them to be Calmness. Lastly show a Feeling,

(Dan menekan mereka untuk menjadi Ketenangan. Yang Terakhir menunjukkan sebuah Perasaan,)

While trying to Understand a Complicated words,

(Ketika mencoba untuk Memahami kata-kata Complicated,)

That we call “LOVE”

(Yang kita sebut “Cinta”)

 

 

By; Resaid of Story

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s