Repeated Edge

84617-189746

Repeated Edge

 

Here is where my Subconscious always bring Me.

(Disinilah Alam bawah Sadarku selalu membawaku.)

While I close My Eyes, trying to let Myself to Sleep.

(Disaat aku menutup Mataku, mencoba membiarkan Diriku untuk Tidur.)

It’s always Start in the same place, on Highest Building,

(Itu selalu Dimulai ditempat yang sama, Di Bangunan Tertinggi,)

Or the Edge from Cliff, sometime I wonder why?

(Atau di Tepi Jurang, terkadang aku heran kenapa?)

But I eventually ignored that since I can Calm Myself, easily.

(Tapi Aku akhirnya mengabaikan itu selama aku bisa Menenakan Diriku, dengan mudah.)

.

This is where I always Sit, on Highest Building within My Dream.

(Disinilah aku selalu Duduk, di Bangunan Tertinggi didalam Mimpiku.)

I close My Eyes, to feel the Wind that Breath & let Myself Calm,

(Aku tutup Mataku, untuk merasakan Angin yang Bernafas & membiarkan Diriku Tenang,)

Looking up at the Sky whether it Daytime with Calm Cloud,

(Melihat ke atas Langit apakah itu Siang Hari dengan Awan yang Tenang,)

Or Night Time with Shiny Stars & Moon that fill the Dark.

(Atau Waktu Malam dengan Sinar Bintang-bintang & Bulan yang mengisi Kegelapan.)

It is Beautiful, to see both Sunrise & Sunset from there.

(Itu Indah, untuk melihat baik itu Matahari Terbit & Matahari Terbenam dari sana.)

.

Every Morning, Sun telling story to Cloud & Wind,

(Setiap Pagi, Matahari menceritakan cerita kepada Awan & Angin,)

Every Night, Moon & Stars telling story to either of them.

(Setiap Malam, Bulan & Bintang-bintang menceritakan cerita kepada keduanya.)

That is how it goes, that is how it goes by, each time.

(Itulah bagaimana ceritanya, itulah bagaimana ceritanya berlanjut, setiap kali.)

How Sun & Moon communicate each other.

(Bagaimana Matahari & Bulan berkomunikasi satu sama lain.)

By story & with story, I can hear the Wind.

(Oleh cerita & dengan cerita, aku bisa mendengar Angin.)

.

This is where I always Stand, on the Edge from Cliff within My Dream.

(Disilah aku selalu Berdiri, di Tepi Jurang didalam Mimpiku.)

I open My Eyes, to feel the Wind that Gust & let Myself Awake,

(Aku buka Mataku, untuk merasakan Angin yang Menghembus dengan keras & membiarkan Diriku tetap Terbangun,)

Looking up at the Sky & Cloud that calm with Small Hope I Hold,

(Melihat ke atas Langit & Awan yang tenang dengan Harapan Kecil yang aku Pegang,)

Or Looking Down on Brink to see every Decision I have to take.

(Atau Melihat ke Bawah Jurang untuk melihat setiap Keputusan yang aku harus ambil.)

Either I look Front for the Truth, or I look Back for Lie,

(Antara aku melihat Depan untuk Kebenaran atau aku melihat Belakang untuk Kebohongan,)

.

None of those are really matter anymore.

(Tak satu pun dari mereka yang benar-benar penting lagi.)

Since it is Painful to Know & Find the Truth itself,

(Selama itu Menyakitkan untuk Mengetahui & Menemukan Kebenaran itu sendiri,)

But I just Smiling when people give Lie to Me,

(Tapi aku hanya Tersenyum ketika orang memberi Kebohongan Padaku,)

Because it’s always fun listening to someone’s Lie,

(Karena itu selalu menyenangkan untuk mendengarkan Kebohongan seseorang,)

When I already know the Truth.

(Ketika aku sudah tau Kebenarannya.)

.

In the same time it feel Painful & Disappointed,

(Dalam waktu yang sama itu terasa Menyakitkan & Mengecewakan,)

Even to Turn Left or Right in this moment,

(Bahkan untuk Berbalik Kiri atau Kanan dalam situasi ini,)

I never know what is coming.

(Aku tidak tau apa yang akan datang.)

Either I Face them with Smile,

(Antara aku Menghadapinya dengan Senyum,)

Neither I Stay the Same,

(Juga tidak aku Tetap Same,)

.

The Decision must be Taken, or Else,

(Keputusan harus di Ambil, atau Lainnya,)

There are no Decision without a Risk,

(Tidak ada Keputusan tanpa Risiko,)

There is only Decision with Less Risk,

(Yang ada hanya Keputusan dengan Sedikit Risiko,)

While I take the Decision by Step Forward,

(Disaat aku mengambil Keputusan dengan Melangkah Kedepan,)

Fall into the Brink is the only thing that happened.

(Jatuh kedalam Jurang adalah satu-satunya hal yang terjadi.)

.

As I Fall to take the Decision I Choose,

(Ketika aku Jatuh untuk mengambil Keputusan yang aku Pilih,)

It Repeated again as I Sit on the Highest Building,

(Itu Terulang kembali sebagai aku Duduk di Bangunan Tertinggi,)

As I Stand on the Cliff, to be a Strong person,

(Sebagai aku Berdiri di Jurang, untuk menjadi orang Kuat,)

To be Better, & to be able to Move Forward,

(Untuk menjadi Lebih Baik, & untuk bisa Move Forward,)

From Sadness and Sorrow that Haunted.

(Dari Kesedihan dan Putus Asa yang Menghantui.)

.

Every Decision I take, I Fall Down,

(Setiap Keputusan yang aku ambil, Aku Jatuh,)

Every Single time I Solve Problem,

(Setiap Saat aku Menyelesaikan Masalah,)

It Repeated on the Same Spot,

(Itu Terulang Kembali ditempat yang sama,)

But not all Decision I take by Myself.

(Tapi tidak semua Keputusan aku ambil Sendiri.)

Being Pushed are Different matter.

(Didorong Beda masalahnya.)

.

Giving another person a Decision,

(Memberikan orang lain Keputusan,)

Was one of My way to know them,

(Adalah salah satu Caraku untuk mengenal mereka,)

To Understand them by what they want,

(Untuk Mengerti mereka dengan apa yang mereka mau,)

By what they really think of Me,

(Dengan apa yang mereka benar-benar pikirkan tentang Aku,)

And let them to choose by their Own Will.

(Dan membiarkan mereka memilih dengan Kemauan mereka Sendiri.)

.

Whether they Leave or Betray Me,

(Apakah mereka Meninggalkan atau Mengkhianatiku,)

They Pushed Me into the Brink.

(Mereka Mendorongku ke Jurang.)

Whether they Stay or Loyal to Me,

(Apakah mereka Tinggal atau Setia padaku,)

They Pulling Me from the Brink.

(Mereka Menarikku dari Jurang.)

It’s just like a Little Game,

(Itu hanya seperti Game Kecil,)

.

Which in the End, I Hurt Myself again.

(Dimana pada Akhirnya, aku Melukai Diriku lagi.)

Already being Hurt, doesn’t mean always getting Hurt,

(Sudah Terluka, bukan berarti selalu Terluka,)

That is what My Partner teach Me, all about it.

(Itulah apa yang Partnerku ajarkan Padaku, semua tentang itu.)

But whether Fall or Pushed, whether being Hurt or Not,

(Tapi apakah Jatuh atau Didorong, apakah Disakiti atau Tidak,)

Problem always come, the Decision must be taken.

(Masalah selalu datang, Keputusan harus di ambil.)

.

As Repeated I Sit on Highest Building once Again,

(Seperti Terulang Kembali aku Duduk di Bangunan Tertinggi sekali lagi,)

As Repeated I Stand on Edge from Cliff once More,

(Seperti Terulang Kembali aku Berdiri di Tepi Jurang Sekali lagi,)

And that is how it goes, to be the way I was.

(Dan itulah bagaimana kelanjutannya, menjadi diriku sebelumnya.)

When I grow up to be the way I was,

(Ketika aku tumbuh menjadi diriku sebelumnya,)

It only make Me the way I am now.

(Itu hanya membuatku menjadi diriku saat ini.)

.

As the Time Passing by,

(Sebagaimana Waktu Melintas,)

I Sit on the Edge from the Cliff,

(Aku Duduk di Tepi Jurang,)

To Reconsider every Decision I have,

(Untuk Mempertimbangkan kembali setiap Keputusan yang aku punya,)

To know what will happen after I fall,

(Untuk mengetahui apa yang akan terjadi setelah aku jatuh,)

Yet it doesn’t change the Fact & Risk to get hurt.

(Namun itu tidak mengubah Kenyataan & Risiko untuk terluka.)

.

As the Time goes without Waiting,

(Sebagaimana Waktu pergi tanpa Menunggu,)

I Standing on the Highest Building,

(Aku Berdiri di Bangunan Tertinggi,)

To look Down to Earth with Equally,

(Untuk melihat ke Bawah Bumi dengan Setara,)

To look Up to the Sky, to Understand,

(Untuk melihat ke Atas Langit, untuk Mengerti,)

Just how Small I am in this Universe.

(Seberapa Kecil aku di Universe ini.)

.

As I Fall Down to take my Decision,

(Sebagaimana aku Jatuh untuk mengambil Keputusanku,)

It Repeated again, as Different Problem.

(Itu Terulang Kembali lagi, sebagai Berbeda Masalah.)

As I Watch over to Understand People,

(Seperti aku melihat untuk Mengerti Orang,)

It Repeated again as Different Matter,

(Itu Terulang Kembali lagi sebagai Berbeda Perkara,)

Everytime it solved, problem occur.

(Setiap kali dipecahkan, masalah terjadi.)

.

The Beginning always have The Ending,

(Awal selalu punya Akhir,)

But The Ending is just The Beginning,

(Tapi Akhir hanyal sebuah Awal,)

To the New Problem, that Await,

(Untuk Masalah Baru, yang Menunggu,)

To skip the Problem, or to be Solved it,

(Untik meletkan Masalah, atau Menyelesaikannya,)

And Face another Problem that await.

(Dan Menghadapi Masalah lain yang menunggu.)

To be Repeated Again.

(Untuk Terulang Kembali Lagi.)

 

 

By; Resaid of Story

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s