Here I am 5: Hope

run-to-step

Here I am 5: Hope

 

It always easy to say than the exactly done.

(Itu selalu mudah untuk mengatakannya daripada melakukannya.)

To be able to choose what must or what is not.

(Untuk bisa memilih apa yang harus atau apa yang tidak.)

Whether you Stop or Move,

(Apakah kau Berhenti atau Bergerak,)

Whether I Step or Wait,

(Apakah kau Melangkah atau Menunggu,)

And Here I am, just holding onto it without Expecting.

(Dan Disinilah aku, hanya memegangnya tanpa Mengharapkan.)

Where you heading on?

(Kemana kau menuju?)

From the Past, that difficult to Throw,

(Dari Masa Lalu, yang susah untuk Dilempar,)

Between the Present, that change every single moment,

(Antara Masa Kini, yang berubah setiap saat,)

To the Future, that have Endless Dream.

(Ke Masa Depan, yang punya Impian Tiada Akhir.)

By a little Step, that you created by Decision.

(Dengan sedikit Langkah, yang kau buat dari Keputusan.)

Going back, is just too Painful to look.

(Kembali, itu terlalu Menyakitkan untuk melihat.)

Going to Right or Left, you even don’t know which one is Right.

(Ke Kanan atau Kiri, kau bahkan tidak tau yang mana yang Benar.)

Going Forward is the only option,,

(Maju adalah satu-satunya pilihan,,)

Option to Stay or to Leave, what is Hurt.

(Pilihan untuk Tinggal atau Meninggalkan, apa yang Menyakitkan.)

Yet, even you leave, deep down they already mark.

(Namun, walau kau pergi, jauh dibawah mereka sudah membekas.)

Here I am, looking for a way.

(Disinilah aku, mencari sebuah cara.)

A way to Step, a way to move Forward,,

(Cara untuk Melangkah, cara untuk Maju,,)

By a little piece of Hope, that I hold.

(Dengan sepotong kecil Harapan, yang aku pegang.)

Not to Expect, but to Keep.

(Bukan untuk Mengharapkan, tapi untuk Menjaga.)

Yet something is Missing, something that Important.

(Namun ada sesuatu yang Hilang, sesuatu yang Penting.)

Here I am, wondering what I Missing?

(Disinilah aku, bertanya-tanya Kehilangan apa aku?)

It’s not an Empty Feeling, because Hope filling.

(Itu bukan Perasaan Kosong, karena Harapan mengisi.)

It’s just to keep myself Forward from Sadness & Betrayal.

(Itu hanya menjaga diriku Maju dari Kesedihan & Pengkhianatan.)

Logic keep me Strong, and Hope give me a Reason,

(Logika membuatku Kuat, dan Harapan memberiku Alasan,)

To keep myself Forward.

(Untuk menjaga diriku Maju.)

Some people say, it just being a Coward.

(Beberapa orang bilang, itu hanya menjadi Pengecut.)

Running from yourself, Deceiving yourself,,

(Lari dari dirimu sendiri, Membohongi dirimu sendiri,,)

But, what is the point to stay when you just got hurt.

(Tapi, apa gunanya kau tinggal jika kau hanya terlukai.)

Accepting yourself doesn’t mean to stay.

(Menerima dirimu sendiri bukan berarti harus tinggal.)

It not being a Coward, but being Smart.

(Itu bukan menjadi Pengecut, tapi menjadi Pintar.)

And here I am, standing alone, waiting,

(Dan disinilah aku, berdiri sendirian, menunggu,)

For someone to come, someone that Warm.

(Seseorang untuk datang, seseorang yang Hangat.)

But Betrayal keep coming, one after another.

(Tapi Pengkhianatan terus datang, satu setelah lainnya.)

Just like Snow that keep falling from the Sky.

(Seperti Salju yang terus jatuh dari Langit.)

Warm that Difficult to keep, but Cold always Surrounding.

(Hangat yang Sulit untuk dijaga, tapi Dingin selalu Mengitari.)

It been that way from the Start, & where I Start.

(Selalu seperti itu sejak Awal, & dimana aku Mulai.)

Unable to Feel, Unable to shed Tears, or even Smile,

(Tidak dapat Merasakan, Tidak dapat meneteskan Air Mata, atau bahkan Tersenyum,)

Maybe I don’t know what the Future brings,

(Mungkin aku tidak tau apa yang dibawa Masa Depan,)

That’s why I Live and Laugh in the Present!

(Itu sebabnya aku Hidup dan Tertawa di Masa Kini!)

With smallest Hope that I keep within me.

(Dengan Harapan terkecil yang aku simpan didalamku.)

To know where I Standing,

(Untuk mengetahui dimana aku Berdiri,)

To know where I Step,

(Untuk mengetahui dimana aku Melangkah)

To Understand every Decision I choose,

(Untuk Mengerti setiap Keputusan yang aku pilih,)

And to see every Respond I take.

(Dan untuk melihat setiap Respont yang aku ambil.)

Not to Whining, but to Learn.

(Bukan untuk Mengeluh, tapi untuk Belajar.)

Here I am, keep myself Forward,

(Disinilah aku, menjaga diriku Maju,)

Here I am, slowing my Step,

(Disinilah aku, memperlambat Langkahku,)

And Here I am, looking back at you.

(Dan Disinilah aku, melihat kembali dirimu.)

With Smile, I waiting for you to reach my hand.

(Dengan Senyuman, aku menunggumu untuk meraih tanganku.)

Not to Hope, but to Believe, you are the one.

(Bukan Harapan, tapi Percaya, kau adalah satu-satunya.)

 

 

by: Resaid of Story

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s