Silent Siren

16

Silent Siren

 

Did you know, when we born we don’t have much choice.

(Apakah kau tau, ketika kita lahir kita tidak punya banyak pilihan.)

Following what we hear & what we see is how we learn.

(Mengikuti apa yang kita dengar & apa yang kita lihat adalah bagaimana kita belajar.)

Mimic are how we show what we learn to our parents.

(Meniru adalah bagaimana kita menunjukan apa yang kita pelajari kepada orang tua kita.)

As we grow, we learn to choose our Choice,,

(Saat kita tumbuh, kita belajar untuk memilih Pilihan kita,,)

Ours Dream.

(Impian Kita.)

A Dream that lead us to the Future,

(Mimpi yang membawa kita ke Masa Depan,)

A Dream that lead us to have Imagination,

(Mimpi yang membawa kita untuk punya Imajinasi,)

A Dream that lead us to our Hope,

(Mimpi yang membawa kita ke Harapan kita,)

A Dream that lead us to where we standing up,

(Mimpi yang membawa kita ke tempat kita berdiri,)

And a Dream that still Endless, since we’re child.

(Dan Mimpi yang masih Tiada Akhir, selama kita masih kecil.)

As we grow, we learn every person deserve to have a Dream, either every life have a Dream.

(Saat kita tumbuh, kita belajar setiap orang berhak untuk punya Impian, baik setiap kehidupan memiliki Impian.)

It is not what we have while sleep, but the goal that we try to Achieve.

(Itu bukanlah yang kita punya saat tidur, tapi tujuan yang kita coba untuk Raih.)

Some people who have a Talent, they already know where they should go since child.

(Beberapa orang yang punya Bakat, mereka sudah tau kemana mereka harus pergi semenjak kecil.)

Yet some people who don’t have any, they keep trying even it difficult.

(Namun beberapa orang yang tidak punya sama sekali, mereka terus mencoba walau itu susah.)

There are nothing wrong if we forge a Talent that we want with Effort.

(Tidak ada salahnya jika kita menempa sebuah Bakat yang kita inginkan dengan Upaya.)

“Nobody’s Perfect”, maybe that is the words, it is always easy to say than actually done it.

(“Tidak ada yang Sempurna” mungkin itu adalah kata-katanya, itu selalu mudah untuk mengatakannya daripada melakukannya.)

Yet how about someone who less than that, someone who is trying their best even they are weak.

(Namun bagaimana dengan seseorang yang kurang dari itu, seseorang yang mencoba semampu mereka walau mereka lemah.)

Someone who is Different from our point of view.

(Seseorang yang Berbeda dari sudut pandang kita.)

But Different doesn’t mean Differentiate, that was Different.

(Tapi Berbeda bukan berarti Membedakan, itu Berbeda.)

And sometime what people see as Difference, to me, they are just equal.

(Dan terkadang apa yang orang lihat sebagai Perbedaan, bagiku, mereka hanyalah sama.)

Did you ever see a Siren?

(Apakah kau pernah melihat Siren?)

A Siren that most of them love to sing,

(Siren yang kebanyakan dari mereka suka menyanyi,)

Yet not all of them try to be a singer.

(Tapi tidak semua dari mereka mencoba untuk menjadi penyanyi.)

Every Siren have own Dream that they want to chase like anyone else.

(Setiap Siren punya Impian sendiri yang mereka ingin kejar seperti orang lain.)

Even they have Different Talent that actually opposes that Dream.

(Walau mereka punya Bakat yang Berbeda yang sebenarnya menentang Impian itu.)

My answer for it, Yes,

(Jawabanku untuk itu, ya,)

I meet one of them, She work as Waitress.

(Aku bertemu salah satu dari mereka, Dia bekerja sebagai Pelayan.)

She is Beautiful if you ask, yet nothing special.

(Dia Cantik jika kau tanya, namun tidak ada yang special.)

Everyone take a good care of her, She just answer them with Smile.

(Semua orang memperlakukannya dengan baik, Dia hanya menjawab mereka dengan Senyuman.)

But something was off, when I look at those eyes, I see Sadness.

(Tapi ada yang aneh, ketika aku melihat matanya, aku melihat Kesedihan.)

I have been thinking “What you can see from a Siren?”

(Aku sudah berfikir “Apa yang kau bisa lihat dari Siren?”

“When all the sister but Her can sing perfectly.”

(“Ketika semua saudaranya tapi Dia bisa bernyanyi dengan sempurna.”)

Even the Sky itself can’t hear the Scream, the Sea become the place for her Tears.

(Bahkan Langit sendiri tidak bisa mendengar Teriakannya, Lautan menjadi tempat untuk Air Matanya.)

That never stops every time she remembers the Pain.

(Yang tiada hentinya setiap kali dia mengingat Rasa Sakit itu.)

The Pain from the Past, and the Pain how she endure it.

(Rasa Sakit dari Masa Lalu, dan Rasa Sakit bagaimana dia menghadapinya.)

When I close my eyes, can you listen a voice?

(Ketika aku menutup mataku, bisakah kau mendengar suara?)

A Voice that gone ever since she born into this World.

(Suara yang hilang semenjak dia lahir ke Dunia ini.)

Yet it doesn’t mean the end for her life.

(Namun bukan berarti akhir dari hidupnya.)

Because she know there are Hope, even it Difficult.

(Karena dia tau masih ada Harapan, walau itu Sulit.)

It is just how she enduring the life itself.

(Itu hanya bagaimana dia bertahan hidup sendiri.)

Trying to make friends Smile when they are Sad.

(Mencoba membuat teman-temannya Tersenyum disaat mereka Sedih.)

Trying to make friends Calm when they are Angry.

(Mencoba membuat teman-temannya Tenang disaat mereka Marah.)

Trying to make friends Laugh when they Lonely.

(Mencoba membuat teman-temannya Tertawa disaat mereka Kesepian.)

Trying to support friends when they really need to.

(Mencoba mendukung teman-temannya disaat mereka membutuhkannya.)

Yet, how about her?

(Namun, bagaimana dengan dia?

When I open my eyes, can you hear a word?

(Ketika aku buka mataku, bisakah kau mendengar sebuah kata?)

A Word that never spoke to since she born.

(Kata yang tidak pernah terucap semenjak dia lahir.)

Yet doesn’t mean she can’t explain something,

(Namun bukan berarti dia tidak bisa menjelaskan sesuatu,)

It is just she have different way from what you think.

(Hanya saja dia punya cara yang berbeda dari apa yang kau pikirkan.)

Even it Difficult for normal person to Understand.

(Walau itu Susah bagi orang normal untuk Mengerti.)

She is Smiling, even she is Sad inside,

(Dia Tersenyum, walau didalam dia Sedih,)

She is Calm, even she is Questioning inside,

(Dia Tenang, walau didalam dia Bertanya-tanya,)

She is Laughing, even she is Lonely inside,

(Dia Tertawa, walau didalam dia Kesepian,)

She is Hoping, even she is Despair inside,

(Dia Berharap, walau didalam dia Putus Asa,)

But, not a word was coming out.

(Tapi, tiada kata yang terucap.)

How I know all that.

(Bagaimana aku tau semua itu.)

She tell me everything,

(Dia menceritakan segalanya,)

Maybe not by a word or by paper.

(Mungkin bukan dengan kata atau dengan kertas.)

But by a Music that she created.

(Tapi dengan Musik yang dia buat.)

For her sister, family, and everyone who love her.

(Untuk adiknya, keluarga, dan semua orang yang dia sayang.)

No one can forget her effort,

(Tidak ada yang bisa lupa upayanya,)

She lost her Voice, but doesn’t mean she loss Hope.

(Dia kehilangan Suaranya, tapi bukan berarti dia kehilangan Harapan.)

She being Bullied, yet she found Strength to endure it.

(Dia Dibully, namun dia menemukan Kekuatan untuk bersabar.)

She has failed many times, but doesn’t mean to give up.

(Dia gagal berulang kali, tapi bukan berarti menyerah.)

She being Abandoned, but she never stops Praying.

(Dia Ditinggalkan, tapi dia tidak pernah berhenti Berdoa.)

She is Strong, not because she use weakness as excuse to stop her.

(Dia Kuat, bukan karena dia menggunakan kelemahan sebagai alasan untuk menghentikannya.)

But to learn where she should to Improve,

(Tapi untuk belajar dimana dia harus Memperbaiki,)

And make it Step as to keep some Hope, to be Strong.

(Dan membuat Langkah untuk menyimpan Harapan, untuk menjadi Kuat.)

Well, maybe there is no place for me, but I will support her.

(Yah, mungkin tidak ada tempat bagiku, tapi aku akan mendukungnya.)

As I tell you, she is not a Freak Siren, She is just Silent Siren.

(Seperti yang aku katakan, dia bukan Freak Siren, Dia hanya Silent Siren.)

 

 

By: Resaid of Story

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s