A Dream of Man

217887_4268158298208_1312395811_n

Ku tertidur di tengah padang rumput yang luas.

Ku menatap langit yang begitu tenang seperti ketenangan yang aku bayangkan selama ini.

Ku merasakan angin yang menghempasku, menambah ketenangan di dalam hatiku.

Ku tutup mataku & kubiarkan hempasan angin menghilangkan rasa benak dalam hati.

Memunculkan ketenangan dalam rohani.

Ku coba membuka mataku sejenak, dan melihat apa yang ada di sekitarku.

Ku lihat sebuah pohon berdiri ditengah bukit, dengan daun yang berjatuhan mengikuti angin, menambah ketenangan.

Seorang gadis berdiri dibawahnya & didepan terdapat kanvas putih.

Dengan senyum manis, Ia melihatku seakan aku adalah objeknya dan alam adalah backgroundnya.

Ia menari-narikan tangannya untuk membuat sebuah lukisan yang mungkin lebih indah daripada kelihatannya.

Burung-burung di atasnya, menyanyikan lagu mereka dengan begitu indah.

Pohon & dedaunan menarikan tarian mereka bersamaan dengan angin yang lembut.

Ku mencoba melihat ke sisi lain.

Ku temukan sebuah taman bunga disana, begitu cantik dan menawan warna-warna mereka.

Matahari yang memberi sinar hangat, menambah keindahan mereka walau hanya sejenak.

Seorang gadis bermata biru, berdiri diantara mereka seakan Ia adalah bagian dari mereka.

Memainkan biola, mengiringi suara angin yang menghembus secara perlahan.

Daun-daun bunga yang bertebangan, bagaikan penari yang mengiringi melodi biola tersebut.

Memperindah suasana saat Ia memainkanya dengan penuh perasaan.

Ku lihat Ia bersama dengan adik perempuannya, yang memetik bunga satu demi satu.

Untuk membuat karangan bunga yang indah, yang akan ia berikan kepada kakaknya.

Ku berfikir sejenak dengan menutup kembali mataku..

Ku mendengar suara nyanyian yang mengiringi biola, Ku tau pasti suaranya.

Tapi, saat Ku coba membuka mataku,,tak seorang pun disana.

Pada akhirnya Ku tau siapa Ia, Ia yang menyanyikan lagu mengiringi biola tersebut..

Ia seorang gadis dengan rambut scarlet yang indah, bernyanyi dengan berbaring diladang bunga.

Ia menyanyikan lagu yang mengiringi biola kakaknya dengan begitu indah.

Suaranya begitu merdu hingga angin menghembus ke arahnya.

Kupu-kupu menarikan tarian mereka di sekitarnya, seakan penari latar.

Burung-burung bernyanyi untuknya serta mengiringi lagunya.

Dan Ku terkejut.

Ku lihat seorang gadis lagi, dengan pakaiannya yang sedikit terbuka.

Ia menarikan tubuhnya mengikuti angin, melody, dan nyanyian disekitarnya.

Dengan senyum manisnya, Ia menari seakan-akan menyatu dengan alam.

Rumput disekitarnya mengikutinya dari belakang.

Daun-daun pohon & bunga yang berterbangan mengikuti tariannya.

Burung-burung pun ikut mengitarinya.

Ku kembali menatap langit setelah semua itu.

Merenungkan sebuah arti kehidupan yang lama sudah kupikirkan.

Merenungkan sebuah jawaban dari apa yang aku cari & apa yang akan aku temukan.

Merenungkan sebuah pilihan kehidupan dimana akan mengubah segalanya di masa yang akan datang.

Serta merenungkan sebuah cinta yang seharusnya sudah ku buang selama hidupku.

Waktu tak terasa lama jika kau menatap langit & merenungkannya.

Hari yang cerah berubah menjadi hari yang gelap.

Matahari terbenam & bulan pun datang, gadis dibawah pohon masih menarikan tangannya dengan cahaya bulan.

Gadis di ladang bunga masih memainkan musiknya, dengan duduk diantara bunga-bunga tersebut.

Saudarinya masih menyanyikan lagu, namun lebih lembut dan lebih tenang dari sebelumnya.

Sedangkan adiknya tertidur dipangkuannya dengan pulas.

Dan wanita yang menarikan tubuhnya…

Menatapi langit seperti apa yang aku lakukan.

Bulan memberikan cahaya kepada kami yang memperhatikannya.

Bintang-bintang menarikan cahayanya di angkasa, sebagai rasa bahagia atas kedatangan kami yang memperhatikan mereka.

Kunang-kunang dimalam hari, menambah suasana malam disekitar.

Ku ingin berada disini selamanya.

Tapi…

Waktu tak mengizinkanku untuk melakukannya.

Saat hari semakin larut, angin semakin dingin.

Gadis yang menyanyikan melody tersebut menghampiriku.

Ia mengulurkan tangannya, memberiku senyum manis & berkata.

Waktunya kita pulang..

Sayang.

By: Resaid of Story(-_-)

Advertisements

Author: resaidofstoryofficial

“As a simple Rational person I was like an ice crystals which stored in a small diamond box filled with water and locked, it long enough being locked so that the boxes become froze.” I have many name, but most of the time my mother call me “Adreas”. My birthday is not one that can easy to remember, 9 day after Christmas eve & 2 day after new years, 1995. As such I have hobby to drawing & writing poem, using literature in small article & being complained by friends because talking like Philosophy, since then I start to write something like this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s